Desa Mujur NTB Raih Penghargaan Desa Cantik

Desa Mujur Kabupaten Lombok Tengah-NTB meraih penghargaan sebagai Desa Cantik. Predikat sebagai desa cantik tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi warga NTB dan khususnya desa Mujur. Tapi tahu gak sih apa artinya menjadi desa cantik?

Desa cantik adalah singkatan dari Desa Cinta Statistik. Badan Pusat Statistik memulai Program Desa Cantik pada Februari 2021 kepada 100 desa terpilih di Indonesia. Program Desa Cantik memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi para perangkat desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data. Dengan adanya perangkat desa yang berkompeten didalam pemanfaatan data akan membantu perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, Program desa cantik juga sebagia upaya untuk mewujudkan target SDGs desa No. 17 yaitu untuk menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu target yang ingin dicapai dalam SDG’s adalah meningkatkan kapasitas terutama pada negara-negara berkembang, untuk dapat meningkatkan ketersediaan data yang bermutu tinggi, tepat waktu dan dapat diandalkan. Kompetensi didalam pemanfaatan data akan sangat berguna didalam pembangunan berkelanjutan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menganugerahkan penghargaan 10 Desa Cinta Statistik Terbaik. Penganugerahaan penghargaan ini kepada 10 Desa Cantik dilakukan pada kegiatan yang bertajuk “Award Desa Cantik, Dari Data Menuju Sejahtera”. Kegiatan yang berlangsung (6/12) di hotel Shangri-la Jakarta tersebut menobatkan 10 Desa Cantik.

10 Desa peraih penghargaan desa cantik tersebut adalah:

  1. Kelurahan Beringin Jaya (Sumatra Selatan)
  2. Desa Karya Makmur (Kepulauan Bangka Belitung)
  3. Desa Pangalengan (Jawa Barat)
  4. Desa Maduretno (Jawa Tengah)
  5. Desa Tamansuruh (Jawa Timur)
  6. Desa Pesanggrahan (Jawa Timur)
  7. Desa Kutuh (Bali)
  8. Desa Mujur (Nusa Tenggara Barat)
  9. Desa Apung (Kalimantan Utara)
  10. Desa Kota Raya Selatan (Sulawesi Tengah).

Penghargaan Desa Cantik ini diberikan oleh Kepala Bappenas , Suharso Monoarfa, dan Kepala BPS, Margo Yuwono. Penghargaan diberikan kepada para kepala desa dan pembina statistik desa terbaik. Kepala BPS menyampaikan, ucapatan terima kasih kepada 100 desa yang telah bekerjasama dalam meningkatkan literasi statistik tentang desa. Selain itu, ia mengucapkan selamat kepada 10 desa yang terpilih atas kontribusinya yang luar biasa. Margo berharap agar prestasi ini dapat menjadi pendorong semangat bagi desa-desa lainnya, agar mampu mengelola dan memanfaatkan data dengan lebih baik demi pembangunan desa mandiri dan desa sejahtera.

Kepala Bappenas, Suharso menyampaikan bawah  jika Desa Cantik terwujud dengan baik, basis-basis data sudah dapat berbunyi dan efektivitas penganggaran akan lebih baik. Ia menambahkan bahwa bila semua desa menjadi Desa Cantik, maka pemborosan dapat diminimalisir dan perencanaan pembangunan akan berbasis data dan berdasarkan kebutuhan dan prioritas.

Leave a Reply