Analisis faktor yang mempengaruhi kredit perbankan di Indonesia

Penelitian ini tentang analisis faktor yang mempengaruhi kredit perbankan di Indonesia

Penelitian ini ingin menguji faktor yang mempengaruhi kredit pada perbankan di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya perbedaan diantara hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini ingin melakukan konfirmasi secara empiris. Variabel dependen berupa total kredit, adapun variabel independen melingkupi dana pihak ketiga dan loan to deposit ratio. Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari BI dan OJK. Data berupa time series yang dibuat dalam rentang waktu kuartal dari kuartal 1 tahun 2013 hingga kuartal 1 tahun 2020. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu dana pihak ketiga dan loan to deposit ratio memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada total kredit perbankan di Indonesia.

 

Pada penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi total kredit perbankan. Untuk itu perlu dilakukan pengujian dengan regresi linear berganda. Adapun hasil pengujian dapat ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 1 Hasil pengujian regresi linear berganda

LNKREDITCoef.tProb
LNDPK0,9685466101,820,000*
LDR0,011365817,420,000*
_cons-0,6116034-5,770,000*
Observasi29  
F(2, 26)17419,07R-squared0,9993
Prob > F

 

0,0000Adj R-squared0,9992

Keterangan: * Signifikan pada tingkat kesalahan sebesar 1%

Penelitian memiliki model yang cukup baik untuk menjelaskan faktor yang mempengaruhi kredit. Pada penelitian ini diperoleh nilai R-squared sebesar 0,9993. Kemampuan model atau variabel independen dalam model tersebut mampu menjelaskan pengaruhnya pada kredit sebesar 99,93%. Secara bersama-bersama, variabel-variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kredit. Hal tersebut dinilai dari probilitas F yang signifikan (0,0000).

Hasil pengujian regresi pada tabel tersebut bila dituliskan dalam bentuk persamaan, akan didapatkan sebagai berikut:

Secara parsial didapatkan bahwa dana pihak ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap total kredit pada perbankan di Indonesia. Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa dana pihak ketiga mempunyai pengaruh yang positif. Hal tersebut terbukti signifikan sesuai dengan probabilitas untuk uji secara parsial yang bernilai signifikan (prob sebesar 0,0000). Setiap kenaikan pada DPK sebesar 1% secara rata-rata akan meningkatkan penambahan total kredit sebesar 0,968566%, dengan asumsi ceteris paribus.

Hasil temuan dalam penelitian ini masih sejalan dengan dengan penelitian (Wibowo & Sutrisno, 2015; Widyawati & Wahyudi, 2016; Purnawati, 2017) menunjukkan bahwa DPK mempunya peran nyata terhadap kredit. Dalam jangka panjang, dana pihak ketiga dapat menjadi pendorong untuk pembiayaan kredit (Widyawati & Wahyudi, 2016). Peran intermediasi yang dilakukan bank dipengaruhi oleh kemampuan perbankan untuk menghimpun dana pihak ketiga (Wibowo & Sutrisno, 2015).

Hasil temuan-temuan dalam penelitian ini juga masih sejalan dengan data yang ada. Grafik 2 yang menggambarkan kredit dan dana pihak ketiga sebelumnya menjadi terbukti bahwa memang perubahan kredit yang terjadi dipengaruhi oleh perubahan dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun perbankan. Dana pihak ketiga yang dihimpun oleh bank dari masyarakat inilah yang digunakan untuk menyalurkan kredit. Semakin tinggi dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun akan mendorong juga peningkatan kredit yang dapat disalurkan. Kondisi ini terlihat pada grafik 2 yang menunjukkan trend keduanya yang positif dan searah.

Variabel loan to deposit ratio secara parsial juga terbukti secara nyata. Loan to Deposit Ratio dalam penelitian berpengaruh positif dan signifikan terhada total kredit pada perbankan di Indonesia. Hasil menunjukkan LDR terbukti signifikan dengan prob sebesar 0,0000. Adapun pengaruh LDR terhadap total kredit bernilai positif dengan koefisien sebesar 0,0113658. Setiap kenaikan loan to deposit ratio sebesar 1 satuan akan mengakibatkan peningkatan total kredit sebesar 0,0113658 % secara rata-rata dengan asumsi variabel lain konstan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa LDR berperan penting dalam mempengaruhi kredit. Penelitian (Martin, Wijayanto, & Kunci, 2014; Akroman, 2017) membuktikan bahwa LDR mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kredit. Penelitian lain yang mempunyai hasil berupa dana pihak ketiga sekaligus loan to deposit ratio yang positif dan signifikan seperti pada penelitian ini juga diperoleh dari hasil penelitian (Amelia & Murtiasih, 2017; Riadi, 2018). Namun menurut Galih (2011) dalam (Amelia & Murtiasih, 2017) bahwa LDR tidak boleh terlalu tinggi dan jangan pula terlalu rendah. Batas yang disarankan yaitu pada kisaran 85%-100%.

Peningkatan loan to deposit rasio mendorong peningkatan kredit (Amelia & Murtiasih, 2017). Pada grafik 1 terlihat bahwa kredit mempunyai trend positif dimana terus terjadi peningkatan kredit dari waktu ke waktu. Begitu pula data yang ditampilkan grafik 2 mengenai loan to deposit ratio yang mempunyai trend positif. Hal ini menguatkan dari sisi data bahwa memang dengan peningkatan LDR dapat memberikan pengaruh yang nyata pada kredit.

 

 

  1. Kesimpulan dan Rekomendasi Kebijakan

 

V.1 Kesimpulan

Faktor yang mempengaruhi perubahan kredit pada perbankan di Indonesia terdiri dari dana pihak ketiga dan loan to deposit ratio. Perbankan mempunyai peran intermediasi yang menghubungkan orang kelebihan dana dengan yang ingin meminjam. Oleh karenanya, kredit yang diberikan perbankan sangat dipengaruhi oleh DPK yang berhasil dihimpun. Begitu pula dengan LDR, dengan trend kenaikan loan to deposit ratio sebagai faktor pendorong peningkatan kredit yang dilakukan perbankan.

 

V.2 Rekomendasi Kebijakan

Kebijakan pemerintah bila diarahkan untuk peningkatan kredit pada masyarakat maka harus memperhatikan dua hal. Pemerintah harus mendorong peningkatan dana pihak ketiga yang mampu dihimpun perbankan. Selain itu, pemerintah perlu membuat kebijakan agar loan to deposit ratio meningkat sampai pada batas tertentu yang aman. Hal tersebut agar peningkatan LDR dapat mendorong kenaikan kredit sekaligus menghindari jangan sampai LDR terlalu tinggi dan meningkatkan resiko likuiditas.

 

Sekian untuk paparan kembali tentang analisis faktor yang mempengaruhi kredit perbankan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top