Jawa Timur sebagai pintu gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia

Jawa Timur sebagai pintu gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia

Jawa Timur diklaim sebagai pintu gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia. Namun perdagangan Jawa Timur lebih banyak diarahkan kepada kawasan barat Indonesia dan memenuhi kebutuhan internal daerah. Total barang/jasa yang dihasilkan Jawa Timur mayoritas dipergunakan untuk kebutuhan dalam wilayah Jawa Timur mencapai 76,61%. Adapun distribusi output Jawa Timur ke kawasan barat Indonesia (tanpa jawa timur) mencapai 19,24%. Sedangkan distribusi ke kawasan timur Indonesia masih minim yaitu hanya sebesar 4,16%.

Pada dasarnya perdagangan ke kawasan timur Indonesia mempunyai proporsi yang relatif rendah dari jumlah nilai barang/jasa yang dihasilkan Jawa Timur. Meskipun demikian, pedagangan dari Jawa Timur ke kawasan timur Indonesia memberikan keuntungan besar bagi Jawa Timur. Hal ini terlihat dari nilai ekspor Jawa Timur ke kawasan timur Indonesia lebih besar dibandingkan nilai impor antar daerahnya. Jawa Timur mampu mengekspor outputnya senilai  131,1 ribu triliun ke kawasan timur Indonesia. Sedangkan impor yang dilakukan Jawa Timur hanya sebesar 57,4 ribu triliun dari output yang dihasilkan kawasan timur Indonesia.

Klaim Jawa Timur sebagai pintu gerbang perdagangan Kawasan Timur Indonesia tidaklah salah. Jawa timur mampu berperan dominan pada perdagangan antar daerah ke kawasan timur Indonesia. Jawa Timur mendapatkan manfaat terbesar atas hubungan perdangan tersebut. Kondisi ini membawa implikasi atas biaya logistik. Dengan besarnya mobilitas barang dari Jawa Timur ke kawasan Timur Indonesia membuat biaya logistik ke kawasan timur Indonesia menjadi lebih murah. Namun, dengan sedikitnya barang yang diperdagangkan dari kawasan timur Indonesia membuat biaya logistik kearah barat Indonesia menjadi lebih mahal.

Dari sisi penggunaan barang, ekspor Jawa Timur mayoritas dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan permintaan akhir. Sedangkan impor oleh Jawa Timur dari kawasan timur Indonesia didominasi untuk keperluan permintaan antara di Jawa Timur. Ekspor Jawa Timur ke kawasan timur Indonesia yang paling dominan diantaranya Industri Makanan dan Minuman dan Industri Pengolahan Tembakau. Dari sisi impor dari kawasan timur Indonesia ke Jawa timur diantaranya berasal dari industri perkebunan semusim dan tahunan dan industri pertambangan bijih logam.

Hubungan ekspor-impor perdagangan dari Jawa Timur terhadap perekonomian kawasan timur Indonesia memberikan gambaran karakteristik perdangan yang terjadi. Umumnya output Jawa Timur yang diekspor ke Kawasan Timur Indonesia mayoritas dari sektor sekunder.  Artinya output Jawa Timur yang di ekspor kebanyakan barang hasil olahan. Penggunaan produk dari Jawa Timur mayoritas untuk kebutuhan konsumsi akhir di kawasan timur Indonesia.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan karakteristik impor oleh Jawa Timur dari Kawasan Timur Indonesia. Mayoritas barang/jasa yang dihasilkan kawasan timur Indonesia dipergunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan barang/jasa dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Hal ini karena penggunaan impor barang dari kawasan timur Indonesia dipergunakan sebagai permintaan antara (input produksi). Hal ini sejalan dengan karakteristik barang yang dikirim dari kawasan timur Indonesia yang cenderung berasal dari sektor primer yang umumnya berasal dari hasil alam.

Pemerintah dan pelaku ekonomi yang ada di Jawa Timur perlu melirik kawasan timur Indonesia sebagai tujuan ekspor antar daerahnya. Hal ini mengingat ekspor jawa timur yang dicanangkan sebagai pintu gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia tergolong masih kecil secara proporsinya. Kondisi Jawa Timur sebagai produsen sangat diuntungkan dengan adanya perdagangan dengan kawasan timur Indonesia.

Untuk mendorong perdagangan ke kawasan timur Indonesia, Jawa Timur perlu mendorong produk yang siap konsumsi. Hal ini sejalan dengan kondisi permintaan akhir yang merupakan keperluan dominan di kawasan timur Indonesia. Diantara industri yang dapat membawa dampak besar pada ekspor diantaranya Industri Makanan dan Minuman dan Industri Pengolahan Tembakau. Kedua industri yang bisa menjadi industri yang perlu diperhatikan pemerintah Jawa Timur.

Pemerintah, pelaku ekonomi dan semua stakeholder yang ada di Jawa Timur dapat mengarahkan ekspor produknya ke berbagai daerah yang memang memiliki permintaan yang banyak. Diantara beberapa daerah tujuan ekspor terbesar produk Jawa Timur yaitu ke provinsi Bali, Papua, NTB, dan NTT. Daerah-daerah tersebut memiliki nilai transaksi yang besar yang dapat menjadi target utama produk Jawa Timur.

Masalah ketimpangan ekonomi di kawasan timur Indonesia juga perlu menjadi perhatian Jawa Timur. Sebagai hub perdagangan kawasan timur Indonesia, Jawa timur dapat berperan dengan mendorong industrinya agar mengekspor lebih banyak output untuk keperluan permintaan antara di kawasan timur Indonesia sehingga skala produksi di kawasan timur Indonesia menjadi lebih besar. Selain itu, perekonomian Jawa Timur dapat membantu mendorong kemajuan perekonomian kawasan timur Indonesia dengan mendorong penggunaan permintaan antara yang berasal dari kawasan timur Indonesia.

Hal ini diharapkan agar Jawa timur tidak hanya mendorong kemajuan ekonomi daerahnya saja, namun ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian di kawasan timur Indonesia. Komoditas unggulan yang di impor dari kawasan timur Indonesia harus dikembangkan oleh pemerintah agar mendorong peningkatan muatan barang dari kawasan timur Indonesia ke Jawa Timur. Hal ini selain mendorong kemajuan kawasan timur Indonesia, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik. Sehingga interaksi ekonomi antara Jawa Timur dan kawasan Timur Indonesia diharapkan makin besar.

Sebagai daerah yang punya peran besar dalam perekonomian Indonesia, Jawa Timur dapat berperan dalam pembangunan kawasan timur Indonesia. Jawa timur diharapkan tidak hanya menjadikan kawasan timur Indonesia sebagai pasar produknya. Namun, Jawa Timur dapat membantu perekonomian kawasan timur Indonesia dengan mendorong pemakaian bahan baku/input yang berasal dari kawasan timur Indonesia. Penggunaan bahan baku dari kawasan timur Indonesia untuk menghasilkan output Jawa Timur dan dipasarkan di kawasan barat Indonesia dapat menjadi salah satu peluang. Tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi juga diharapkan dapat menurunkan ketimpangan wilayah timur dan barat Indonesia.

 

Sumber dan sitasi:

Fadlli, Muhammad Dzul (2022). The Role of East Java as A Trade Hub for Eastern Indonesia. East Java Economic Journal, 6(1), 95–110. https://doi.org/10.53572/ejavec.v6i1.80

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*