Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya Variabel Total, Biaya Marginal, Biaya Variabel Rata-rata

Disini kita membahas secara mendalam tentang biaya variabel, biaya variabel total, biaya marginal dan biaya variabel rata-rata. Istilah biaya variabel (variable cost), biaya variabel total (total variable cost), biaya marginal (marginal cost) dan biaya variabel rata-rata (average variable cost) sangat berhubungan dengan pembahasan teori biaya produksi dalam jangka pendek.

Perusahaan mempunyai peran untuk memproduksi barang dan jasa (output). Untuk memproduksi barang dan jasa sangat diperlukan input. Input dalam produksi akan diubah menjadi output. Penggunaan input dalam periode jangka pendek dan jangka panjang mempunyai karakteristik berbeda. Adapun pembahasan kita pada kesempatan ini khusus berkaitan dengan penggunaan input dalam jangka pendek.

Dalam jangka pendek, perusahaan menghadapi dua jenis biaya untuk penggunaan input yaitu biaya input yang bersifat tetap dan input yang bersifat variabel. Beberapa istilah yang akan kita pelajari pada kesempatan ini berkaitan dengan biaya variabel tersebut. Pembahasan ini akan dibagi dalam beberapa sub bagian:

  • Biaya variabel (variable cost)
  • Biaya variabel total (total variable cost)
  • Slope kurva biaya variabel (Biaya marginal/marginal cost)
  • Biaya variabel rata-rata (average variable cost)

Namun sebelum membahas lebih dalam, bila anda merasa kesulitan dengan penggunaan beberapa istilah dan konsep dalam pembahasan ini, sebaiknya anda membaca terlebih dahulu konsep mendasar berikut ini:

Baca juga: Teori Produksi dalam jangka pendek

Baca juga: Input (faktor produksi)

Baca juga: Perbedaan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Baca juga: Teori biaya produksi dalam jangka pendek

Baca juga: Biaya Tetap (Fixed Cost)

 

Biaya variabel (variable cost)

Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang bergantung pada jumlah produksi barang dan jasa yang dilakukan perusahaan. Berbeda dengan biaya tetap yang ada ataupun tidak ada produksi akan selalu membutuhkan biaya sejumlah tertentu, pada biaya variabel (variabel cost) akan sangat bergantung pada jumlah yang diproduksi.

Biaya variabel ini muncul karena kita menggunakan input variabel untuk produksi. Karena penggunaan inputnya disesuai dengan jumlah output yang ingin diproduksi, maka biaya variabelnya pun menyesuaikan. Misalkan anda ingin membuat 1 baju maka dibutuhkan kain selebar 2 meter persegi. Bila anda membuat 2 baju maka kain yang anda butuh kain 4 meter persegi. Disini kita menganggap kain sebagai input variabel. Jumlah penggunaan kain disini disesuaikan dengan jumlah output (baju) yang ingin dibuat. Dengan demikian biaya variabel (biaya untuk kain) akan menyesuaikan dengan jumlah baju yang ingin dibuat.

Secara umum kita mempelajari konsep biaya variabel seperti dijelaskan diatas. Namun untuk kebutuhan analisis dan pembelajaran ekonomi, biaya variabel biasanya dipelajari lebih dalam lagi dengan membuat beberapa sub pembahasan lagi. Sub pembahasan lebih spesifik untuk mempelajari karakteristik biaya variabel disini dijabarkan dalam biaya variabel total, biaya marginal dan biaya variabel rata-rata.

 

Biaya variabel total (total variable cost)

Biaya variabel total (total variable cost) adalah jumlah keseluruhan biaya yang diperlukan yang dimana biaya tersebut berfluktuasi menyesuaikan dengan tingkat output yang ingin dihasilkan dalam jangka pendek. Kita mengetahui bahwa tambahan jumlah output yang ingin dihasilkan akan membutuhkan tambahan input variabel. Tambahan input variabel membuat adanya biaya variabel. Biaya variabel ini akan menyesuaikan dengan jumlah output yang diinginkan.

Pada konsep biaya variabel total (total variable cost) disini memperhitungkan keseluruhan biaya variabel yang diperlukan. Pada contoh kain dan baju diatas kita hanya mengilustrasikan contoh bahwa input variabelnya berupa kain saja. Sejatinya input variabel ketika membuat baju tidak cukup hanya kain. Penjahit tentu akan membutuhkan juga biaya untuk membeli benang, biaya untuk kancing baju, dan lainnya. Keseluruhan biaya variabel yang digunakan inilah yang akan dikatakan sebagai biaya variabel total (total variable cost).

Sebagai ilustrasi mengenai total variable cost (TVC) dapat digambarkan pada kurva berikut:

Kurva Biaya Variabel Total - Total Variable Cost Curve

Pada kurva biaya variabel total (total variable cost) diatas dapat dilihat kurva TVC yang berwarna merah terus mengalami kenaikan. Semakin banyak jumlah/kuantitas output yang ingin dihasilkan maka akan semakin besar juga biaya variabel total yang harus dikeluarkan. Biaya variabel total akan terus mengalami kenaikan sejalan dengan output yang semakin bertambah. Dengan target output yang semakin besar akan membuat kebutuhan input variabel semakin banyak. Dengan peningkatan input variabel tersebut membuat biaya variabel total mengalami peningkatan.

 

Slope kurva biaya variabel (Biaya marginal/marginal cost)

Pengertian biaya marginal (marginal cost) adalah kenaikan dalam total biaya yang dihasilkan dari tambahan produksi 1 unit output. Dari pengertian biaya marginal tersebut yang patut digaris bawahi adalah marginal cost merefleksikan perubahan dalam biaya variabel. Perlu diingat bahwa konsep marginal cost (biaya marginal) ini salah satu yang paling penting dalam pembahasan teori produksi. Pada tulisan ini kami mengambil biaya marginal yang diturunkan dari biaya variabel total.

Baca selengkapnya: Biaya Marginal (Marginal Cost)

Biaya marginal akan menggambarkan slope dari kurva biaya variabel total (total variable cost). Slope pada kurva dihitung dari perubahan unit pada Y-axis pada kurva dibagi dengan perubahan unit yang diukur pada X-axis pada kurva. Bila kita ingin mengetahui slope dari biaya variabel total maka kita melihat perubahan total variable cost dibagi dengan perubahan output. Kita dapat menghitung slope biaya variabel total (TVC) dengan persamaan berikut:

Slope TVC = Δ TVC / Δq

Slope TVC sama dengan perubahan total variable cost (Δ TVC) dibagi perubahan output (Δq). Bila kita melihat kembali definisi biaya marginal diatas, diartikan sebagai perubahan biaya total variabel yang berasal dari 1 unit output yang dihasilkan. Dari pemahaman tersebut mari kita mengambil nilai perubahan output (Δq) sama dengan 1 lalu kita masukan ke persamaan slope TVC. Bila kita memasukkan nilai Δq pada persamaan slope TVC diatas, maka kita akan mendepati bahwa slope TVC akan sama dengan nilai marginal cost. Mari kita substitusikan sebagai berikut:

Slope TVC = Δ TVC / 1 = MC

Slope TVC menjadi perubahan nilai biaya variabel total (TVC) untuk setiap 1 unit output yang dihasilkan. Hal tersebut sama dengan marginal cost.

Selanjutnya, kita ingin melihat hubungan antara biaya variabel total dengan biaya marginal dalam bentuk kurva berikut:

Kurva Biaya Variabel Total dan Biaya Marginal

 

Pada kurva diatas kita dapat melihat hubungan antara biaya marginal (MC) dan biaya variabel total (TVC). Pertama, pada kurva diatas kita melihat bahwa kurva TVC selalu mengalami peningkatan. Besarnya perubahan TVC digambarkan dalam slope perubahan TVC. Kita sebelumnya telah membahas bahwa marginal cost (MC) sebagai slope perubahan dari biaya variabel total (TVC). Artinya besarnya perubahan TVC tergambar dalam biaya marginal (MC).

Perhatikanlah, sebelum mencapai jumlah output sebesar X unit, kurva MC mengalami penurunan. Dalam kondisi ini terjadi penurunan biaya marginal yang berarti bahwa tambahan biaya variabel untuk menambah 1 output semakin kecil. Pada tingkat output sebesar X mencapai titik biaya marginal minimum.

Setelah melewati X, kita mendapati kurva MC terus mengalami kenaikan. Ingat kembali bahwa pembahasan kita ini terkait dengan biaya produksi dalam jangka pendek. Dalam jangka pendek, diasumsikan bahwa skala produksi bersifat konstan. Artinya perusahaan mempunyai skala produksi yang terbatas. Perusahaan akan terperangkap dalam hal skala produksi yang terbatas. Karena skala produksi terbatas, untuk meningkatkan output akan pada akhirnya akan semakin mahal. Itu yang tergambar pada kurva MC setelah melewati X.

Kurva MC yang semakin naik menunjukkan bahwa tambahan biaya variabel yang diperlukan untuk menambah 1 output akan semakin mahal. Begitu juga terlihat pada kurva TVC bahwa setelah X mulai mengalami kenaikan biaya variabel total yang semakin besar. Kendala pada faktor produksi yang bersifat tetap membuat produksi terbatas oleh karenanya dalam kondisi tertentu, biaya produksi menjadi lebih mahal setelah melewati output sebesar X.

 

Biaya variabel rata-rata (average variable cost)

Average variable cost atau biaya variabel rata-rata adalah biaya variabel total dibagi dengan jumlah barang dan jasa (output) yang dihasilkan. Adapun biaya variabel rata-rata dapat dirumuskan dengan:

AVC = TVC / q

Dalam hal ini, AVC merupakan biaya variabel rata-rata, TVC merupakan biaya variabel total, dan q merupakan jumlah output.

Perhatikan contoh perhitungan biaya variabel rata-rata berikut:

Kuantitas Output (q)TVCAVC = TVC / q
00
12020
23618
34816
46015
57014

Dari tabel biaya rata-rata produksi diatas, dapat kita lihat bahwa kolom AVC diperoleh dari nilai biaya variabel total dibagi dengan jumlah output yang dihasilkan.

Baca juga: Teori produksi dalam jangka panjang

Baca juga: Teori Biaya Produksi Jangka Panjang

Baca juga: Pasar input dan output

Baca juga: Teori perilaku konsumen

Biaya variabel (variable cost) pada dasarnya biaya yang dikeluarkan dalam produksi jangka pendek, yang dimana besarnya biaya tersebut mengikuti dengan jumlah output yang diproduksi. Biaya variabel yang dihitung secara keseluruhan ada dalam proses produksi disebut dengan biaya variabel total (total variable cost). Bila besarnya biaya variabel total ini dibagi dengan jumlah output dikatakan sebagai biaya variabel rata-rata. Adapun penambahan biaya variabel akibat dari penambahan satu unit output yang dihasilkan disebut sebagai biaya marginal. Semoga pembahasan singkat mengenai biaya variabel ini bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top