Defisit Anggaran Indonesia makin melebar sepanjang 2019-2024?

Perkembangan Defisit Anggaran APBN 2019-2024
Perkembangan Defisit Anggaran APBN 2019-2024

Defisit Anggaran Indonesia makin melebar sepanjang 2019-2024? Yuk kita cek fakta defisit anggaran di Indonesia. Defisit anggaran sebenarnya dihitung dari selisih belanja negara dikurangi pendapatan negara. Ketika pemerintah menerapkan kebijakan anggaran defisit, berarti pemerintah lebih banyak melakukan belanja dibandingkan target pendapatan yang bisa dikumpulkan.

Perkembangan Defisit Anggaran APBN 2019-2024

Perkembangan Defisit Anggaran APBN 2019-2024Grafik diatas menunjukkan defisit anggaran Indonesia sepanjang tahun 2019-2024. Berdasarkan data tersebut bahwa pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan anggaran defisit. Sepanjang tahun 2019-2024, Indonesia selalu memiliki defisit anggaran. Dalam rentang waktu tersebut, aktivitas belanja pemerintah lebih besar dibandingkan pendapatan pemerintah. Defisit ini menjadi penutup celah belanja pemerintah dibandingkan pendapatannya.

Defisit Anggaran Indonesia 2019-2021

Secara nominal, defisit anggaran Indonesia makin melebar. Pada tahun 2019, defisit anggaran Indonesia yakni sebesar 348,7 triliun. Akibat terjadinya pandemi covid-19, defisit anggaran Indonesia mengalami peningkatan yang luar biasa yakni menjadi 947,7 triliun rupiah pada tahun 2020 dan 775,1 pada tahun 2021.

Saat perekonomian mulai kembali normal pada 2022, defisit anggaran Indonesia telah turun menjadi sebesar 460,4 triliun rupiah. Meskipun demikian, defisit anggaran ini masih lebih besar dibandingkan tahun 2019. Defisit Anggaran untuk tahun 2023-2024 diperkirakan pemerintah akan semakin tinggi. Perkiraan pemerintah bahwa defisit anggaran untuk tahun 2023 sebesar 486,4 triliun rupiah. Sedangkan pada tahun 2024, pemerintah berencana untuk meningkatkan defisit anggaran menjadi sebesar 522,8 triliun.

Sedangkan dari sisi persentase defisit terhadap PDB, pemerintah mulai mengarahkan kebijakan defisit anggaran kearah yang diharapkan. Defisit fiskal sejatinya harus dibawah 3 persen dari PBD pada kondisi normal di luar pandemi. Pada tahun 2019, defisit fiskal sebesar 2,2 persen dari PDB. Saat pandemi, defisit anggara Indonesia mengalami peningkatan tajam menjadi sebesar 6,14% terhadap PDB pada tahun 2020, dan sebesar 4,57% terhadap PDB pada tahun 2021.

Sejak tahun 2022, pemerintah telah mengarahkan defisit anggaran dibawah 3% terhadap PDB. Defisit anggaran Indonesia pada tahun 2022 sebesar 2,35%. Outlook yang dibuat pemerintah untuk 2023, diperkiraan defisit anggaran mengalami penurunan menjadi sebesar 2,30% terhadap PDB. Untuk tahun 2024, pemerintah merencanakan agar defisit anggaran kembali turun menjadi sebesar 2,29% terhadap PDB.

Pemaparan ini memberikan gambaran bahwa kebijakan anggaran yang dibuat pemerintah pada dasarnya menerapkan kebijakan defisit anggara pada tahun 2019-2024. Defisit anggaran ini bermakna  pemerintah lebih besar belanja dibandingkan pendapatannya. Konsekuensi atas pilihan kebijakan ini bahwa pemerintah harus berutang untuk membiayai defisit anggaran tersebut.

Baca juga: Pembayaran Bunga Utang Indonesia 2019-2024

Bila dicermati dengan lebih seksama, terdapat hal menarik atas besarnya defisit anggaran Indonesia. Setiap tahun, pemerintah Indonesia membayar hanya untuk bunga utang saja cukup mendekati besarnya defisit anggaran tahunan. Sebagai contoh, tahun 2019 Indonesia memiliki defisit anggaran sebesar 348,7 triliun dan pemerintah harus membayar bunga utang saja sebesar 275,5 triliun rupiah. Pada tahun 2023, defisit anggaran Indonesia sebesar 486,4 triliun. Sedangkan bunga utang yang harus dibayar mencapai 437,4 triliun.

 

Be the first to comment

Leave a Reply