Pengertian pengangguran, Jenis Pengangguran dan penjelasannya

Pengertian pengangguran dan jenis-jenis pengangguran yang dibahas disini termasuk pengangguran friksional, pengangguran struktural, pengangguran siklis dan pengangguran musiman. Salah satu isu dalam ekonomi makro yang menjadi perhatian para ekonom yaitu masalah pengangguran. Permasalahan pengangguran ini menjadi pembahasan dalam ekonomi makro yang membutuhkan peran pemerintah untuk mengatasinya.

Agar dapat lebih memahami terkait konsep pengangguran, silahkan langsung simak pembahasan berikut:

Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah seseorang yang ingin bekerja dan telah berusaha mencari kerja, namun tidak mendapatkannya. Sedangkan tingkat pengangguran adalah persentase angkatan kerja yang tidak/belum mendapatkan pekerjaan.

Untuk lebih jelas mengenai pengangguran, bagan dibawah ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas.

Klasifikasi penduduk, usia kerja, bukan usia kerja, angkatan kerja, bukan angkatan kerja, bukan angkatan kerja, bekerja / tenaga kerja, pengangguran

 

Dari bagan terlihat struktur pembagian yang jelas. Penduduk dibagi dalam 2 kategori yaitu usia kerja dan bukan usia kerja. Usia kerja yaitu penduduk yang berusia 15-64 tahun. Sedangkan diluar usia kerja tersebut, penduduk dikategorikan sebagai penduduk bukan usia kerja.

Penduduk usia kerja ini di klasifikasikan dalam 2 kategori yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja merujuk pada penduduk usia kerja dan mencari kerja. Angkatan kerja dibagi dalam 2 kategori yaitu bekerja dan pengangguran (tidak bekerja).

Secara lebih spesifik menurut pedoman Sakernas bahwa pengertian pengangguran adalah penduduk yang sedang tidak bekerja, namun sedang mengupayakan mendapatkan pekerjaan atau mempersiapkan usaha, atau merasa putus asa (merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan), atau bisa juga sudah mendapatkan pekerjaan tetapi belum memulai bekerja, atau juga sudah mempunyai usaha namun belum mulai menjalankan usahanya. Pengangguran disini penduduk yang berusia 15-64 tahun yang ingin bekerja tetapi belum mendapatkan pekerjaan.

 

Jenis-jenis pengangguran

Pada tulisan ini akan dijelaskan empat jenis pengangguran yaitu pengangguran friksional, pengangguran struktural, pengangguran siklis, dan pengangguran musiman.

1. Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional disebut juga sebagai pengangguran normal. Bila suatu periode tertentu perekonomian terus mengalami kemajuan pesat. Jumlah dan tingkat pengangguran akan semakin rendah. Pada akhirnya perekonomian akan menuju penggunaan tenaga kerja penuh (full employment). Tingkat tenaga kerja penuh ini yaitu apabila pengangguran tidak lebih dari 4%. Sebagian ekonom menyebutkan kondisi tenaga kerja penuh apabila pengangguran hanya sampai 2 hingga 3 persen.

Pengangguran friksional dipandang oleh para ekonom sebagai pengangguran normal. Pengangguran jenis ini terjadi hanya bersifat sementara. Pengangguran friksional disebabkan oleh kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan kerja. Pengangguran friksional bukan terjadi karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan, tetapi pengangguran friksional terjadi karena penganggur tersebut sedang proses mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pengangguran jenis inilah yang disebut sebagai pengangguran friksional.

Baca juga: Konsep Sharing Economy (Ekonomi Bersama)

Pada kondisi perekonomian yang sedang berkembang pesat, akan didapati tingkat pengangguran yang rendah. Untuk mendapatkan pekerjaan lebih mudah. Namun dari sisi pengusaha, mencari pekerja dipandang cukup sulit. Dengan ekonomi berkembang pesat, perusahaan dapat menawarkan gaji yang tinggi untuk mendapatkan pekerja. Hal ini mendorong tenaga kerja untuk pindah ke perusahaan yang menawarkan gaji yang lebih tinggi. Kondisi-kondisi seperti ini menjadikan orang rela untuk menganggur sementara untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Pengangguran friksional bukanlah wujud dari ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan. Melainkan sebagai akibat keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Dalam proses mencari pekerjaan yang lebih baik itulah adalakanya mereka harus menganggur. Sehingga pengangguran friksional sifatnya hanya sementara.

2. Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan struktur ekonomi. Dalam perekonomian, akan kita temukan ada industri yang berkembang terus maju. Sedangkan sebagian lain dari perusahaan yang akan ada yang mengalami kemunduran dan kalah dalam persaingan pasar.

Pada industri yang mengalami kemunduran akan mengurangi tenaga kerja. Industri yang merosot menjadikan pekerja tadi harus menganggur. Kalah persaingan dalam perekonomian dapat menjadi salah satu penyebab pengangguran. Struktur ekonomi disini memiliki persaingan yang ketat.

Selain itu persaingan ketat, wujud struktur ekonomi lainnya yang dapat saja menciptakan pengangguran seperti wujud barang baru yang lebih baik, munculnya teknologi sehingga penggunaan tenaga kerja berkurang, ekspor yang menurun karena kalah bersaing, dan lainnya. Hal-hal tersebut disatu sisi membuat perusahaan yang tidak mampu bersaing untuk memberhentikan tenaga kerjanya. Pengangguran yang akhirnya tercipta dari perubahan struktur ekonomi dikatakan sebagai pengangguran struktural.

Pengangguran struktural bersifat mendasar karena pencari kerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan pada lowongan kerja yang tersedia. Makin tinggi dan rumit proses produksi yang digunakan akan menuntut persyaratan tenaga kerja yang juga tinggi.

Dengan makin besarnya peranan mekanisme pasar yang semakin mengglobal, maka toleransi atas kekurangan persyaratan tenaga kerja tidak ada lagi. Tenaga kerja dalam kondisi struktur ekonomi yang berubah menuntut kualitas yang sesuai dengan struktur ekonomi yang ada. Dilihat dari sifatnya pengangguran struktural lebih sulit diatasi dibandingkan pengangguran friksional. Karena mengatasi pengangguran struktural membutuhkan dana besar dan waktu yang lama.

 

3. Pengangguran Siklis

Pengangguran siklis (cyclical unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Pengangguran siklis disebut juga pengangguran konjungtur. Ketika perekonomian mengalami kemunduran, perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi.

Pengangguran siklis ini lebih karena siklus perekonomian yang sedang menurun. Adakalanya kondisi perekonomian pada posisi memiliki permintaan agregat yang rendah. Karena permintaan agregat turun maka perusahaan juga akan menurun tingkat ekonominya. Mesin dan tenaga kerja yang digunakan perusahaan akan banyak dikurangi untuk produksi. Dengan demikian kemunduran ekonomi tersebut akan menaikkan jumlah dan tingkat pengangguran.

Bila terjadi kemunduran ekonomi akan berakibat pada pengangguran yang meningkat. Pengangguran jenis inilah pengangguran siklis. Namun apabila permintaan agregat meningkat atau kondisi perekonomian sedang bagus, maka banyak tenaga kerja yang terserap sehingga pengangguran menurun.

Pengangguran konjungtur/siklis ini dapat diatasi apabila pertumbuhan ekonomi dapat dinaikkan setelah terjadi nya kemunduran ekonomi. Butuh pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar tercipta kesempatan kerja baru yang lebih besar untuk mampu menampung jumlah tenaga kerja yang besar dan menampung jumlah penduduk yang jadi tenaga kerja yang terus tumbuh.

4. Pengangguran Musiman

Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena bergantung pada musim. Pengangguran musiman berkaitan dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek. Pengangguran musiman umumnya terjadi pada sektor pertanian.

Sebagai contoh pengangguran yang terjadi pada petani diluar masa tanam dan panen. Anggap saja petani menanam padi pada musim hujan. Saat musim hujan para petani memiliki pekerjaan. Namun pada saat musim kemarau yang kesulitan air, petani tidak dapat menanam padi. Kondisi ketika bukan musim bertani seperti ini memaksa petani untuk menganggur. Namun ketika sudah musimnya lagi, para petani akan bekerja lagi. Jadi pengangguran yang tercipta karena bergantung pada musim yang ada. Petani bekerja pada masa tanam dan panen. Sedangkan pada masa menunggu musim tanam/panen berikutnya mereka biasa menganggur.

Contoh lainnya pada kasus nelayan. Pada musim hujan dan badai, nelayan terpaksa untuk tidak melaut. Kondisi demikian memaksa mereka untuk menganggur. Namun pada saat tidak ada hujan dan badai, nelayan dapat bekerja lagi.

Petani yang menganggur pada musim kemarau ataupun nelayan yang terpaksa menganggur saat musim hujan dan badai ini dikatakan sebagai pengangguran musiman. Kondisi musim tertentu membuat pekerjaan tertentu tidak dapat dilakukan sehingga menganggur.

 

Demikianlah pembahasan ringkas terkait pengertian pengangguran dan jenis-jenis pengangguran. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top