Kebijakan fiskal dan moneter

Apa yang dimaksud dengan kebijakan fiskal dan moneter?

Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah mengenai pengeluaran pemerintah dan pajak (pendapatan). Sedangkan kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah yang mengatur jumlah uang beredar didalam perekonomian. Kebijakan fiskal dan moneter adalah dua kebijakan ekonomi yang banyak digunakan pemerintah. Kedua kebijakan ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap perekonomian.

Dari penjelasan kebijakan fiskal diatas dapat dipetik pemahaman bahwa kebijakan fiskal mengatur soal keuangan negara / APBN. Didalam pengelolaan keuangan negara akan diatur mengenai pendapatan (utamanya berasal dari pajak) dan belanja pemerintah. Pada intinya, kebijakan fiskal akan terkait pengaturan tentang dua hal tersebut. Karena kebijakan fiskal berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran pemerintah, kebijakan fiskal dilakukan oleh pemerintah.

Pendapatan pemerintah yang utama yaitu dari pajak.

Sedangkan belanja pemerintah mencakup banyak hal. Pemerintah memiliki banyak keperluan dan kepentingan. Namun didalam pengelolaan APBN, belanja pemerintah diklasifikasikan diantaranya berdasarkan instansi, jenis belanja, dan fungsi. Klasifikasi berdasarkan instansi misalnya belanja pemerintah dibedakan tiap masing-masing kementerian/lembaga/dinas. Contoh ada belanja kementerian Kemendag, belanja Kemenkeu, DPR, dan lainya. Klasifikasi jenis semisalnya belanja pemerintah di urai ada kebutuhan untuk belanja pegawai, dan lainnya. Adapun berdasarkan fungsi misalnya belanja pemerintah fungsi pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya.

Sedangkan kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah terutama berkaitan dengan pengelolaan suku bunga dan jumlah penawaran uang yang beredar dan umumnya dilakukan oleh bank sentral. Sederhananya, kebijakan moneter mengarah pada pengaturan “uang” yang beredar dalam perekonomian. Dalam hal pengaturan kebijakan moneter dilakukan oleh Bank Sentral dan di Indonesia yang melakukan yaitu Bank Indonesia selaku bank sentral.

Bank sentral umumnya menggunakan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Kebijakan bank sentral dapat mengatur agar uang yang beredar dalam perekonomian bertambah banyak atau berkurang. Dengan memberi insentif kepada individu dan bisnis untuk meminjam dan membelanjakan, kebijakan moneter bertujuan untuk memacu aktivitas ekonomi. Dalam hal ini uang yang beredar dalam perekonomian semakin banyak.

Sebaliknya, dengan membatasi pengeluaran dan memberi insentif pada tabungan, kebijakan moneter dapat bertindak sebagai rem terhadap inflasi dan masalah lain yang terkait dengan ekonomi yang terlalu panas. Perekonomian yang terlalu banyak uang beredar didalamnya tidak terlalu baik, karena menimbulkan inflasi. Oleh karenanya, kebijakan moneter digunakan untuk mengerem jumlah uang beredar. Salah satunya dengan membuat kebijakan yang mendorong masyarakat menabung.

 

Perbedaan Kebijakan fiskal dan moneter

Terdapat beberapa persamaan dan perbedaan kebijakan fiskal dan moneter diantaranya

  • Baik kebijakan moneter maupun fiskal adalah alat ekonomi makro yang digunakan untuk mengelola atau merangsang perekonomian.
  • Kebijakan moneter membahas suku bunga dan jumlah uang beredar, dan umumnya dikelola oleh bank sentral.
  • Kebijakan fiskal membahas perpajakan dan pengeluaran pemerintah, dan umumnya ditentukan oleh undang-undang pemerintah. Dan akan berdampak pada tagihan pajak individu atau memberi mereka pekerjaan dari proyek-proyek pemerintah.
  • Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal bersama-sama memiliki pengaruh besar atas ekonomi suatu negara, bisnisnya, dan konsumennya. Dan dapat meningkatkan belanja konsumen melalui suku bunga yang lebih rendah yang membuat pinjaman lebih murah dalam segala hal mulai dari kartu kredit hingga hipotek.
  • Baik kebijakan fiskal maupun moneter memainkan peran besar dalam mengelola perekonomian dan keduanya memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap keuangan pribadi dan rumah tangga.

Bauran Kebijakan Moneter dan fiskal

Bauran kebijakan moneterdan fiskal berbicara tentang kombinasi diantara kedua kebijakan tersebut. Kebijakan fiskal dan moneter mempunyai tujuan dan arah masing-masing. Kedua kebijakan ini dapat penggunaan dapat saling mempengaruhi kebijakan yang lainnya. Penggunaan kedua kebijakan tersebut dapat berdampak saling menguatkan atau bahkan saling meniadakan. Oleh karenanya, kombinasi kedua kebijakan ini harus tepat agar pengaruhnya dapat saling menguatkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kebijakan fiskal dan moneter masing-masing mempunyai dua kemungkinan kebijakan yaitu bersifat kontraktif dan ekspansif. Dengan demikian, akan terdapat 4 kombinasi kebijakan yang mungkin dilakukan yaitu:

  1. Kebijakan Fiskal Kontraktif dengan kebijakan moneter kontraktif
  2. Kebijakan Fiskal Ekspansif dengan kebijakan moneter Ekspansif
  3. Kebijakan Fiskal Kontraktif dengan kebijakan moneter Ekspansif
  4. Kebijakan Fiskal Ekspansif dengan kebijakan moneter kontraktif

 

Prinsip sederhananya, kebijakan moneter dan fiskal harus berjalan bersama agar kebijakan yang diambil efektif mencapai tujuan. Dalam hal ini, ketika tujuan yang ingin dicapai mengarah pada kebutuhan ekspansif semisal ingin menaikkan pertumbuhan ekonomi, maka kebijakan fiskal dan moneter harus sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, pilihan kebijakan fiskalnya harus bersifat ekspansif dan kebijakan moneter juga harus ekspansif agar mendorong pertumbuhan ekonomi.

Begitu pula sebaliknya, apabila tujuan yang ingin dicapai yaitu mengerem laju perekonomian semisal karena terjadi inflasi yang tinggi sehingga pemerintah perlu mengerem jumlah uang yang beredar agar inflasi tidak semakin tinggi. Maka pilihan kebijakan yang diambil harus sama-sama mengerem laju perekonomian. Dalam hal ini kebijakan fiskal dan moneter harus sama-sama bersifat kontraktif.

Apabila kedua kebijakan memiliki arah yang berlawanan akan membuat kebijakan ini tidak efektif. Semisal Kebijakan Fiskal Kontraktif dengan kebijakan moneter Ekspansif ataupun Kebijakan Fiskal Ekspansif dengan kebijakan moneter kontraktif. Apabila kedua pilihan kebijakan tersebut diterapkan akan membawa dampak yang saling meniadakan. Nanti pada akhirnya pengaruh kebijakan yang lebih kuat yang akan menang. Hal ini tidak efektif.

Sebagai contoh, karena pemerintah ingin pencitraan dengan laju pertumbuhan yang tinggi, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan bersifat ekspansif yang berdampak pada tingginya jumlah uang beredar. Jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi semakin tinggi. Sebaliknya Bank Indonesia ingin kebijakan yang sifatnya kontraktif, karena ingin mengerem inflasi akibat banyaknya uang beredar. Bila kebijakan BI dan pemerintah berbenturan, akibatnya kebijakan pemerintah membuat uang beredar banyak, sebaliknya kebijakan BI membuat uang beredar berkurang. Kedua kebijakan saling meniadakan pada akhirnya. Oleh karenanya, bauran kebijakan fiskal dan moneter harus sejalan agar kebijakannya efektif mempengaruhi perekonomian.

 

Semoga pembahasan singkat Kebijakan fiskal dan moneter ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top