KEBIJAKAN FISKAL KONTRAKTIF

Kebijakan fiskal kontraktif

Kebijakan fiskal kontraktif adalah kebijakan fiskal yang diambil pemerintah dimana pemerintah melakukan pengurangan belanja pemerintah atau menaikkan tingkat pajak. Dalam hal ini berarti kebijakan fiskal kontraktif adalah untuk melakukan kontraksi didalam perekonomian. Kontraksi dalam perekonomian disini terjadi karena kebijakan fiskal yang diambil pemerintah mengarah pada kondisi berkurangnya jumlah uang yang beredar didalam perekonomian baik itu uang untuk bisnis maupun untuk dibelanjakan masyarakat akan berkurang jumlahnya yang tersedia.

Bagi sebagian orang, penjelasan diatas mungkin agak sedikit membingungkan. Mari kita sedikit mengulas sedikit lebih dalam.

Kebijakan fiskal kontraktif merupakan bagian dari kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal pada dasarnya merupakan kebijakan pemerintah yang mengatur dua hal pokok yaitu 1) Belanja pemerintah; 2) Pajak (penerimaan pemerintah). Dengan mengatur kedua hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi perekonomian.

Dalam kondisi tertentu, bisa saja terjadi kondisi yang membuat pemerintah harus melakukan kebijakan kontraktif. Semisalnya terjadi kondisi inflasi tinggi karena kondisi perekonomian sedang booming. Inflasi bisa terjadi karena terjadinya kelebihan uang beredar didalam perekonomian. Kebijakan yang dilakukan pemerintah yaitu kebijakan fiskal kontraktif dimana pemerintah berupaya agar uang yang beredar dalam perekonomian mengalami penurunan sehingga kondisi perekonomian terkendali. Itu menjadi contoh kebijakan fiskal kontraktif.

 

Peran dan instrumen kebijakan fiskal kontraktif

Kebijakan fiskal kontraktif dapat dijalankan melalui dua instrument kebijakan fiskal kontraktif yaitu belanja pemerintah dan pajak. Pada dasarnya, kebijakan fiskal baik itu ekspansif dan kontraktif akan menggunakan belanja pemerintah dan penerimaan pemerintah sebagai instrument menjalankan kebijakan. Pilih penggunaan kedua instrumen tersebutlah yang akan memberikan dampak kontraktif maupun ekspansif dalam perekonomian.

Penggunaan pajak sebagai instrument yang berperan dalam kebijakan fiskal kontraktif dapat dilakukan dengan menaikkan tingkat pajak. Saat pemerintah memutuskan kebijakan yang diambil bersifat kontraktif, salah satu cara mencapainya yaitu dengan menaikkan pajak. Pajak berasal dari uang rakyat dan menjadi sumber pendapatan pemerintah. Saat pemerintah menaikkan tingkat pajak, hal tersebut berakibat pada semakin sedikitnya uang yang dipegang masyarakat. Implikasinya bahwa uang beredar dalam perekonomian berkurang dan masyarakat akan memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan.

Instrumen kebijakan fiskal kontraktif kedua yang dapat digunakan pemerintah yaitu melalui pengaturan belanja pemerintah. Pada kondisi pilihan kebijakan fiskal kontraktif, pemerintah akan mengurangi jumlah belanja pemerintah. Saat pemerintah melakukan belanja, aliran uangnya masuk kedalam perekonomian. Dengan pengurangan belanja pemerintah ini akan membuat uang beredar dalam perekonomian tentu berkurang.

Peran kebijakan fiskal kontraktif ini bisa saja seperti untuk menahan laju pertumbuhan ekonomi yang mengalami booming. Kondisi perekonomian yang booming tidak terkontrol bisa saja berimplikasi pada terjadinya inflasi atau kenaikan harga barang secara umum. Dengan kebijakan fiskal kontraktif diharapkan akan menahan agar laju inflasi terkendali. Oleh karenanya, kebijakan fiskal tidak dapat dilakukan secara asal. Pilihan kebijakan dilakukan sesuai dengan kondisi perekonomian. Campur tangan pemerintah disini untuk mengarahkan pada kondisi perekonomian sesuai yang diharapkan.

 

Demikian pembahasan singkat mengenai kebijakan fiskal kontraktif, semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*