Kebijakan fiskal Ekspansif

Kebijakan Fiskal Ekspansif

Kebijakan fiskal ekspansif adalah kebijakan fiskal ketika pemerintah memperbanyak uang beredar (penawaran uang) didalam perekonomian menggunakan alat penganggaran baik melalaui peningkatan pengeluaran atau pengurangan pajak, yang mana keduanya dapat mendorong peningkatan jumlah uang yang dapat dipergunakan dalam perekonomian.

 

Kebijakan fiskal yang diambil pemerintah dapat bersifat netral, ekspansif, dan kontraktif. Ketiga jenis ini merupakan jenis kebijakan fiskal yang dapat diambil pemerintah. Bila merujuk kembali pada definisi kebijakan fiskal kita akan mendapati garis besar bahwa kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah yang terkait pengeluaran/belanja pemerintah dan pajak (penerimaan negara).

Dari pengaturan belanja/pengeluaran dan penerimaan negara (pajak), akan berdampak pada perekonomiam. Kebijakan fiskal yang tujuannya membuat jumlah uang beredar dalam perekonomian semakin banyak, maka inilah jenis kebijakan fiskal ekspansif.

INSTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL EKSPANSIF

Lantas bagaimana kebijakan fiskal ini dapat membuat jumlah uang beredar semakin banyak?

Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan dengan cara/instrumen kebijakan fiskal.

Dalam membuat kebijakan fiskal, terdapat dua hal yang dilakukan pemerintah yaitu:
1. Mengatur penerimaan pajak
2. Mengatur pengeluaran pemerintah

Dalam hal membuat kebijakan untuk mendorong semakin banyaknya uang dalam perekonomian yang dapat digunakan atau kebijakan fiskal ekspansif, pemerintah dapat memotong pajak atau mendorong peningkatan belanja pemerintah.

Sumber uang pemerintah dari pajak, dan pajak sendiri berasal dari uang masyarakat. Dengan pemerintah memotong pajak, berimplikasi pada semakin sedikit pajak yang dibayar masyarakat. Artinya masyarakat memegang uang lebih banyak. Sehingga uang yang beredar dalam perekonomian semakin banyak. Inilah cara kerja kebijakan fiskal ekspansif dari pemotongan pajak.

Pilihan lain, untuk mendorong peningkatan jumlah uang yang dapat digunakan dalam masyarakat, pemerintah membelanjakan uangnya lebih banyak. Dengan pemerintah mengeluarkan uang lebih banyak, maka uang yang berputar dalam perekonomian semakin banyak.
Catatan: belanja pemerintah disini bukan berarti pemerintah membeli barang/jasa saja. Dalam istilah belanja pemerintah/negara disini juga termasuk pengeluaran pemerintah untuk subsidi, hibah, dan lainnya.

TUJUAN KEBIJAKAN FISKAL EKSPANSIF dan Kapan kebijakan fiskal ekspansif bisa diterapkan?

Apakah kebijakan fiskal ekspansif bisa diterapkan kapan saja? Kebijakan fiskal ekspansif tidak bisa diterapkan di semua kondisi.
Pada umumnya kebijakan fiskal ekspansif diterapkan saat kondisi perekonomian sedang mengalami kontraksi.

Tujuan kebijakan fiskal ekspansif adalah untuk mendorong pertumbuhan menuju tingkat ekonomi yang lebih baik/sehat saat kondisi perekonomian sedang mengalami kontraksi.

 

Dengan menerapkan kebijakan ekspansif ini, pemerintah mengharapkan agar mengurangi pengangguran, mendorong peningkatan konsumsi, dan menghindari resesi.
Apabila kondisi perekonomian sudah mengalami resesi, maka penggunaan kebijakan fiskal ekspansif diharapkan agar mampu menghentikan resesi, atau untuk mencegah resesi bila resesi belum terjadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top