Defisit Anggaran APBN 2014-2020

Defisit Anggaran di Indonesia tahun 2014-2020

Kebijakan anggaran yang diterapkan tahun 2000 dan tahun tahun sebelumnya, menerapkan kebijakan anggaran bersifat berimbang dan dinamis. Namun setelah tahun 2000, kebijakan anggaran Indonesia menerapkan kebijakan anggaran yang bersifat surplus/defisit. Namun sebagai negara berkembang, tentu kebijakan anggarannya akan lebih cenderung pada defisit.

Kini, Indonesia menjadi salah satu negara yang sering menerapkan kebijakan defisit anggaran. Hal ini perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada posisi tertentu yang cukup tinggi. Belanja dipergunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun sayangnya, pendapatan negara belum cukup memadai untuk mendanai semua belanja negara. Sehingga kebijakan defisit anggaran diambil.

Pada praktenya, kebijakan anggaran Indonesia dari tahun 2014 hingga 2020 menerapkan kebijakan defisit anggaran. Kondisi defisit anggaran di Indonesia tahun 2014-2020 akan dipaparkan dibawah ini:

 

Defisit APBN 2014

Realisasi defisit APBN 2014 mencapai 216,7 triliun rupiah. Realisasi defisit APBN 2014 lebih rendah dari yang direncanakan awal. Pada perencanaan APBN 2014 memiliki perkiraan defisit mencapai 241,5 triliun rupiah. Kenyataannya realisasi APBN 2014 lebih rendah dari yang dari yang direncanakan. Realisasinya hanya mencapai 89,7 persen dari yang telah direncanakan dalam perencanaan defisit APBN 2014.

 

Defisit APBN 2015

Realisasi APBN 2015 lebih tinggi dibandingkan apa yang telah direncanakan. Pada perencanaan defisit APBN 2015 diharapkan sebesar 222,5 triliun rupiah. Pada kenyataannya realisasi defisit APBN 2015 mencapai 292,1 triliun rupiah. Terjadi kenaikan realisasi defisit APBN 2015 sebesar 31,3 persen dari yang diharapkan.

 

Defisit APBN 2016

Realisasi defisit APBN 2016 memiliki nilai yang tidak jauh berbeda dari yang direncanakan. Pada perencanaan defisit APBN 2016 ditargetkan defisit sebesar 296.723,9 miliar rupiah. Pada realisasi defisit APBN 2016 sedikit mengalami kenaikan dari rencana awal. Realisasi defisit APBN 2016 mencapai 308.340,9 miliar rupiah. Persentase defisit APBN 2016 ini sebesar 2,49 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia.

 

Defisit APBN 2017

Realisasi defisit APBN 2017 yaitu sebesar 345.843,1 miliar rupiah. Nilai realisasi defisit APBN 2017 ini memiliki persentase terhadap PDB sebesar 2,57 persen. Realisasi defisit APBN 2017 lebih rendah dari yang direncanakan. Pada rencana APBN yang dibuat, nilai defisit APBN 2017 direncanakan sebesar 397.235,8 miliar rupiah.

 

Defisit APBN 2018

Pada perencanaan defisit APBN 2018 diperkirakan defisit mencapai 325,9 triliun rupiah. Dalam realisasi defisit APBN 2018 ternyata lebih kecil dari yang direncanakan. Realisasi defisit APBN 2018 sebesar 269,4 triliun rupiah. Realisasi defisit APBN 2018 memiliki nilai sama dengan 1,82 persen terhadap PDB.

 

Defisit APBN 2019

Berdasarkan data sementara yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, bahwa realisasi defisit APBN 2019 di Indonesia sebesar 353 triliun rupiah. Realisasi defisit APBN 2019 tersebut setara dengan dengan 2,2 persen dari PDB. Realisasi defisit APBN 2019 masih dalam taraf yang diizinkan Undang-Undang karena dibawah 3 persen PDB. Meskipun demikian, realisasi defisit APBN 2019 ini lebih besar daripada yang direncanakan dalam pembuatan APBN. Direncanakan defisit APBN 2019 sebesar 296 triliun rupiah. Namun nyatanya, realisasi defisit APBN 2019 mencapai 353 triliun rupiah.

 

Defisit APBN 2020

Realisasi defisit APBN 2020 secara tahunan memang belum dapat diketahui. Sebab tahun berjalan masih berlangsung selama beberapa bulan lagi. Dalam perencanaan defisit APBN 2020 ditargetkan defisit sebesar 307,23 triliun rupiah. Perencanaan defisit APBN 2020 diharapkan sebesar 1,76 persen terhadap PDB. Berdasarkan data realisasi hingga 29 februari 2020, bahwa realisasi defisit APBN 2020 telah mencapai 62,8 triliun rupiah. Realisasi defisit APBN 2020 ini telah mencapai 20,4 persen dari yang telah direncanakan dalam APBN.

Kondisi 2020 disini hanya sampai Februari 2020, dimana pada bulan tersebut, kondisi pandemi belum diakui secara “resmi” keberadaannya di Indonesia. Pengumuman pertama kali adanya covid di Indonesia pada bulan Maret.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top