Distribusi Pendapatan dan Ketimpangan Pendapatan

Distribusi Pendapatan dan Ketimpangan Pendapatan

Distribusi Pendapatan dan Ketimpangan Pendapatan menjadi salah satu isu dalam pembangunan. Pada kesempatan ini kita ingin mencoba membahas mengenai konsep dari distribusi pendapatan dan ketimpangan pendapatan.

 

Pengertian Distribusi Pendapatan

  1. Pengertian distribusi pendapatan menurut klasik

Distribusi pendapatan dalam pandangan kaum klasik lebih banyak menekannya pada aspek pelaku ekonomi sebagai pemilik pendapatan. Produksi didalam suatu perekonomian tertutup akan menggunakan faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja, modal dan wirausaha. Pemilik dari faktor produksi tersebut yaitu sektor rumah tangga. Sektor rumah tangga mendapatkan balas jasa berupa uang/pendapatan atas penggunaan faktor produksi yang mereka miliki.

Balas jasa ini menjadi pendapatan bagi sektor rumah tangga. Balas jasa yang diberikan dapat berupa gaji sebagai tenaga kerja, sewa untuk tanah atau gedung, dan keuntungan karena berwirausaha. Artinya pendapatan yang ada didistribusikan kepada seluruh sektor rumah tangga dalam perekonomian sesuai kepemilikan faktor produksinya.

Pandangan ekonomi neoklasik (Adam Smith, David Richardo) meyakini bahwa setiap anggota masyarakat memiliki porsi pembagian dalam pendapatan nasional. Ada tiga pelaku ekonomi (pemilik modal, tenaga kerja, dan pemilik tanah) yang mendapatkan pendapatan (keuntungan, upah dan sewa). Dan mereka memiliki partisipasi dalam distribusi pendapatan. Kaum ekonomi klasik memandang masalah distribusi kekayaan merupakan isu krusial karena adanya ketimpangan distribusi pendapatan dapat menjadi kendala bagi pertumbuhan ekonomi.

Kaldor (1955) membagi teori distribusi pendapatan Richardo kedalam dua prinsip. Pertama, terkait prinsip marginalitas yang terkait dengan sewa. Kedua, terkait prinsip surplus yang membagi residual antara upah dan keuntungan. Sewa sebagai pembagian pendapatan nasional memiliki kecenderungan meningkat dalam jangka panjang. Profit tidak ditentukan secara independen, profit dianggap sebagai residual. Sedangkan upah dipandang bersifat subsisten.

 

  1. distribusi pendapatan menurut Keynesian

Keynes menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara pendapatan perusahaan dan rumah tangga, pengembangan konsep multiplier investasi, dan mengusulkan konsep kebijakan fiskal yang berdasarkan managemen permintaan agregat.

 

  1. distribusi pendapatan menurut monetaris

Milton Friedman memiliki pendapat yang berbeda dengan Keynesian. Friedman tidak setuju dengan ide pembatasan regulasi pendapatan oleh pemerintah hanya untuk “menegakkan” aturan keterbukaan dan persaingan bebas, dan dipergunakan untuk menjaga kepemilikan swasta. Friedman mendukung ide untuk tidak menerima program sosial dari pemerintah untuk mendukung masyarakat paling miskin.

 

Ketimpangan distribusi pendapatan

Produksi nasional atau pendapatan nasional akan didistribusikan pada agen atau pelaku ekonomi. Bisa jadi akan ada sebagian pelaku ekonomi yang mendapat bagian besar dalam pendapatan. Tapi bisa jadi juga ada sebagian yang mendapatkan porsi kecil dari pendapatan nasional tersebut. Pembagian porsi pendapatan nasional kepada pelaku ekonomi/masyarakat bisa saja merata atau juga terjadi ketimpangan pendapatan.

Ketimpangan pendapatan berfokus pada adanya disparitas didalam distribusi pendapatan dengan metrik perhitungan tertentu. Dalam ekonomi, terkadang ada perbedaan metriks ukuran ketimpangan pendapatan. Karena dalam pengukuran ketimpangan pendapatan bisa jadi memunculkan masalah. Ukuran ketimpangan distribusi pendapatan terkadang bisa berbeda-beda. Ketimpangan bisa saja ada yang melihat dari sisi pendapatan, ataupun dengan ukuran yang lainnya.

 

Ukuran distribusi pendapatan (indikator ketimpangan pendapatan)

Ada 4 konsep distribusi pendapatan yang dapat digunakan sebagai ukuran distribusi pendapatan tersebut merata atau terjadi ketimpangan distribusi pendapatan. Keempat ukuran distribusi pendapatan ini dapat digunakan untuk justifikasi apakah ketimpangan telah terjadi. Keempat indikator ketimpangan tersebut yaitu kurva Lorenz, gini rasio atau gini koefisien, indeks theil, dan ukuran ketimpangan bank dunia.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai ukuran distribusi pendapatan dapat membaca part 2 berikut:

Part 2: Ukuran Distribusi Pendapatan dan Ketimpangan

 

Sekian pembahasan singkat mengenai Distribusi Pendapatan dan Ketimpangan Pendapatan. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top