Target pembangunan di tahun Terakhir Pemerintahan Jokowi

Target pembangunan di tahun Terakhir Pemerintahan Jokowi

Apa saja target pembangunan di tahun Terakhir Pemerintahan Jokowi? Tahun 2024 akan menjadi tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Apa saja target Pembangunan yang ingin dicapai di tahun tersebut telah dituangkan dalam RAPBN 2024.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menetapkan beberapa target Pembangunan yang telah ditetapkan. Beberapa tujuan Pembangunan yang ingin dicapai mencakup soal pengangguran, indeks Pembangunan manusia, kemiskinan, ketimpangan, nilai tukar petani dan nelayan.

Pemerintah mengharapkan terjadinya penurunan tingkat pengangguran pada kisaran 5-5,7% untuk tahun 2024. Per Agustus 2023 posisi pengangguran di Indonesia sebesar 5,86 persen. Pemerintah menargetkan penurunan kemiskinan sebesar 0,16 persen hingga 0,86 persen dibandingkan kemiskinan Agustus 2023.

Indeks Pembangunan Manusia didorong agar mencapai target sekitar 73,99 hingga 74,02. Indonesia pada tahun 2022 memiliki nilai IPM sebesar 72,91.

Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2018-2019 

Penurunan tingkat kemiskinan ditargetkan pada angka 6,5-7,5 persen. Pada tahun 2023, Indonesia masih memiliki angka kemiskinan sebesar 9,36 persen. Dengan target Pembangunan untuk menurunkan kemiskinan pada rentang 6,5-7,5 persen, termasuk tujuan yang cukup berani.

Pada target Pembangunan Indonesia tahun 2024 ini, pemerintah menargetkan capaian Gini rasio sebesar 0,374-0,377. Sebelumnya pada Maret 2023, Indonesia memiliki nilai gini rasio sebesar 0,388. Pada tahun 2024 ini, pemerintah masih berupaya untuk menurunkan tangkat ketimpangan.

Baca juga: Gini Rasio Indonesia Tahun 2010-2019

Diakhir masa jabatannya pemerintahan Presiden Jokowi memiliki target Pembangunan berupa nilai tukar petani sebesar 105-108 dan nilai tukar nelayan sebesar 107-110. Capaian NTP untuk tahun 2022 sebesar 107,33 dan capaian NTN sebesar 106,46.

Untuk mencapai tujuan Pembangunan yang ditargetkan pada 2024, pemerintah menggunakan asumsi makro bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh sebesar 5,2% dengan inflasi sebesar 2,8% dan nilai tukar sebesar 15.000 rupiah/US$.

Tujuan Pembangunan dapat dicapai salah satu dengan adanya intervensi kebijakan dari pemerintah. Kebijakan yang dilakukan yakni melalui kebijakan fiscal dengan cara melakukan pengaturan pada APBN. Pada tahun 2024, pemerintah Indonesia menargetkan pendapatan negara sebesar 2.781,3 Triliun dan belanja sebesar 3.304,1 Triliun serta pembiayaan utang sebesar 648,1 Triliun.

Dalam pengelolaan kebijakan fiskal, terdapat beberapa focus kebijakan fiskal yang ingin dilakukan pada tahun 2024 diantaranya fokus pada pengendalian inflasi, penghapusan kemiskinan ekstreen, penurunan prevalensi stunting, dan peningkatan investasi. Selain itu, pemerintah juga focus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, hilirisasi dan penguatan reformasi kelembagaan. Dari sisi reformasi fiskal, pemerintah juga memfokuskan kebijakan pada optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi serta menjaga pembiayaan utang.

 

Be the first to comment

Leave a Reply