jurusan ekonomi pembangunan

Jurusan Ekonomi Pembangunan dan Prospek Kerja nya

Jurusan ekonomi pembangunan itu sebenarnya seperti apa? Masih banyak sebenarnya yang kurang memahaminya dengan tepat.

Pembahasan mengenai jurusan ekonomi pembangunan ini akan terdiri beberapa bagian:

  • Penjelasan singkat terkait apa itu jurusan ekonomi pembangunan
  • Alasan memilih jurusan ini
  • Mata kuliah yang dipelajari
  • Prospek kerja ekonomi pembangunan
  • Gaji lulusan

Apa itu Jurusan Ekonomi Pembangunan?

Jurusan ekonomi pembangunan pada dasarnya akan mempelajari ilmu ekonomi. Secara sederhana dipahami bahwa ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihan-pilihan atas sumber daya yang terbatas dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Pilihan-pilihan yang dibuat manusia dapat saja berupa pilihan untuk individu maupun kolektif.

Ilmu ekonomi mempelajari mulai dari hal yang bersifat pilihan individu dan pilihan kolektif. Pilihan individu manusia maupun individu perusahaan akan dipelajari dalam ekonomi mikro. Sedangkan pilihan untuk kolektif (daerah, negara bahkan dunia internasional) akan dipelajari dalam ekonomi makro. Tidak terbatas pada dua pelajaran tersebut saja, tentu akan di pelajari berbagai mata kuliah lainnya yang termasuk dalam turunan ilmu ekonomi.

Pada tiap universitas bisa saja memiliki nama yang berbeda untuk jurusan ini. Diantaranya dapat bernama jurusan Ilmu ekonomi dan studi pembangunan (IESP), ilmu ekonomi, ekonomi pembangunan, ataupun nama lain yang sejenis.

Jurusan ini tidak luput dari fenomena salah persepsi dan salah pilih jurusan dikalangan mahasiswa dan masyarakat. Pada jurusan ini seringkali menjadi pilihan yang salah tatkala calon mahasiswa tidak lulus di jurusan akuntansi dan manajemen. Jurusan yang kadang dianggap sebagai pelarian. Ekonomi pembangunan yang sering disingkat IESP (Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan), malah dibuat ledekan dengan kepanjangan yang menggelitik. IESP=Ilmu Ekonomi Sisa Penjurusan. Sisa-sisa dari jurusan lain.

Bahkan ada pengalaman cukup membuat mengernyitkan dahi terkait salah persepsi disini jurusan ini. Ada seorang teman memilih jurusan ekonomi pembangunan karena mengira jurusan ini bakal belajar bagaimana membuat bangunan-bangunan (gedung)? Hanya karena ada kata “pembangunan”. Padahal jurusan yang dia pilih seharusnya teknik sipil yang belajar tentang membuat bangunan. Bukannya justru nyasar di jurusan ekonomi pembangunan.

Hal tersebut karena ketidaktahuan apa yang sebenarnya akan dipelajari. Hal tersebut jangan sampai terjadi pada anda yang ingin mengambil jurusan ekonomi pembangunan. Jurusan ini juga tidak dapat dipandang sebelah mata seperti dianggap lebih rendah dari jurusan lain. Padahal jurusan ekonomi pembangunan dapat dijuluki sebagai “The Queen of Social Science”.

 

Alasan memilih jurusan ekonomi pembangunan

Setiap orang bisa berbeda motifnya dalam mengambil jurusan ekonomi pembangunan. Alasan memilih jurusan ekonomi pembangunan bisa saja di latar belakangi oleh prospek kerjanya. Prospek kerja jurusan ekonomi pembangunan diuraikan dibagian bawah tulisan ini. Prospek kerja nya mulai dari PNS, peneliti/analis, LSM, hingga banker.

Alasan lainnya untuk memilih jurusan ekonomi pembangunan bisa juga karena gengsi. Pada beberapa kampus, memasuki fakultas ekonomi dan bisnis memiliki nilai prestisius tersendiri. Untuk alasan yang satu ini, tidak direkomendasikan ya. Akan sayang banget waktu berharga kita terbuang bila memilih jurusan hanya karena gengsi.

Alasan lain yang seharusnya tidak diikuti yaitu menganggap mudah dan murah. Soal murah bergantung pada kampus tempat anda kuliah. Bisa saja anda mendapati biaya kuliah yang murah pada kampus tertentu. Namun pada tingkat pascasarjana, justru biaya kuliah jurusan ekonomi pembangunan memiliki biaya cukup mahal. Bahkan bisa lebih mahal dibanding yang berjurusan MIPA. Bagi anda yang berencana melanjutkan studi hingga jenjang yang lebih tinggi, sebaiknya jangan menjadikan biaya sebagai alasan. Anda juga bisa mencari beasiswa.

Sedangkan anggapan jurusan ini dianggap mudah tidak sepenuhnya benar. Terkadang akan terasa mudah, namun disisi lain anda bisa saja menemukan jurusan ini cukup sulit. Jurusan ekonomi pembangunan menurut saya, bisa dianggap sebagai “ilmu sosial rasa mipa”. Bagi anda yang tidak suka hitung-hitungan dan grafik, bisa jadi akan sangat kesulitan. Bila pada jurusan matematika dan fisika anda sering menemui hitung-hitungan atau rumus-rumus, begitu pula dengan di jurusan ekonomi pembangunan.

Penggunaan ilmu matematika dan statistik dalam ekonomi akan anda temui dalam banyak hal. Seperti pada mata kuliah matematika ekonomi, pada ekonomi mikro yang terdapat hitung-hitungan dan persamaan matematika, bahkan dalam kuliah ekonomi pembangunan akan penuh dengan grafik. Bila anda memperhatikan buku panduan (buku pelajaran) ekonomi makro untuk tingkat advance banyak penjelasan ekonomi yang hanya ditulis dalam bentuk persamaan matematika atau hanya dalam bentuk grafik. Untuk buku panduan tingkat advance ini mungkin akan ditemui pada jenjang pasacasarjana.

Bagi anda yang berniat melanjutkan studi hingga jenjang yang tinggi, sebaiknya hal ini perlu anda perhatikan. Namun bila anda memiliki jiwa suka tantangan, rasa keingintahuan yang besar dan menyukai hitung-hitungan (matematika), justru jurusan ekonomi pembangunan adalah pilihan yang tepat. Justru menariknya jurusan ini pada bagian itu, anda dituntut untuk memahami teori ekonomi, melihat fenomena didunia nyata, serta ditantang untuk memiliki analisis yang tajam dan mendalam. Tidak hanya soal konsep ekonomi, tidak jarang dalam aplikasi ilmu ekonomi akan dituntut pula memahami matematika dan statistik. Anda harus punya jiwa petarung untuk menaklukan jurusan ini.

 

Mata kuliah

Mata kuliah yang akan dipelajari dalam jurusan ekonomi pembangunan sangat beragam. Mata kuliah yang diajarkan pada tiap kampus bisa saja berbeda sesuai dengan kurikulum masing-masing. Pada umumnya mata kuliah yang diajarkan yaitu:

Pengantar Ekonomi, Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Matematika Ekonomi, Ekonomi Publik, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Ketenagakerjaan (atau Ekonomi Sumber Daya Manusia), Statistik, Ekonometrika, Ekonomi Moneter, Ekonomi Internasional, Ekonomi Regional, Perekonomian Indonesia, Ekonomi Politik dan Kelembagaan, Sejarah Pemikiran Ekonomi, Ekonomi Koperasi, Hukum Bisnis, Pengantar Manajemen, Pengantar Akuntansi, Metodologi Penelitian.

Mata kuliah yang bakal di ajarkan pada jurusan ekonomi pembangunan akan bergantung pada status matakuliah. Mata kuliah yang disebutkan diatas, biasanya menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa jurusan ekonomi pembangunan. Namun diluar itu, juga sangat bergantung pada minat/konsentrasi yang dikembangkan oleh kampus. Misalnya pada kampus yang mempunyai minat/konsentrasi moneter dan perbankan, bisa saja mata kuliah yang diajarkan seperti kebanksentralan dan keuangan internasional. Misal dalam minat ekonomi syariah akan dipelajari ekonomi mikro dan makro islam.

 

PROSPEK KERJA EKONOMI PEMBANGUNAN

Prospek kerja ekonomi pembangunan diantaranya dapat bekerja sebagai analis ekonomi baik pada perusahaan, pemerintah, maupun institusi penelitian, bankir, pegawai pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), ataupun menjadi dosen bila melanjutkan studi pada jenjang pasca.

  • Prospek kerja ekonomi pembangunan sebagai pegawai pemerintah

Banyak instansi pemerintah yang membutuhkan lulusan ekonomi pembangunan. Bila melihat dari lowongan kerja yang ada, prospek kerja ekonomi pembangunan banyak terdapat instansi pemerintah pusat sebut saja seperti Kemenko Perekonomian, kementerian keuangan, BAPPENAS, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian PUPR, KemenpanRB, Kemenag, Kemenperin, Kemendes, dan masih banyak lagi. Termasuk pada instansi pemerintah daerah juga terdapat permintaan lulusan ekonomi pembangunan.

  • Prospek kerja ekonomi pembangunan sebagai peneliti atau analis

Salah satu pilihan kerja bagi lulusan ekonomi pembangunan yaitu dengan menjadi peneliti. Pekerjaan sebagai peneliti atau analis bisa saja pada instansi pemerintah seperi LIPI, perusahaan seperti BUMN ataupun di institusi swasta lainnya seperti Indef, Core Indonesia, Smeru dan lainnya.

  • Prospek kerja ekonomi pembangunan sebagai pengajar

Pilihan lain yang dapat menjadi alternatif pekerjaan bagi lulusan ekonomi yaitu menjadi pengajar. Bagi lulusan S1 dapat menjadi pengajar pada bimbingan belajar yang membutuhkan bidang ekonomi. Tidak seperti jurusan pendidikan ekonomi, yang memang secara jurusan diarahkan untuk mengajar pada pendidikan formal seperti guru ekonomi di SMA. Jurusan ekonomi pembangunan tidak diarahkan kesana. Tapi bila ada peluang mengajar di sekolah, dapat anda coba. Pilihan menjadi pengajar yang mungkin paling disenangi yaitu apabila menjadi dosen. Namun untuk menjadi dosen, anda perlu melanjutkan studi terlebih dahulu pada jenjang master maupun doktor.

  • Prospek kerja ekonomi pembangunan pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Lulusan ekonomi pembangunan dapat saja bekerja pada lembaga swadaya masyarakat semisal untuk posisi advokasi bidang ekonomi, analis maupun penyuluh bidang ekonomi. Mengingat ilmu ekonomi mempelajari mulai sekup mikro/individu hingga perkara kolektif/masyarakat, jadi wajar dapat bekerja pada LSM. LSM yang bergerak di bidang ekonomi seperti Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran).

  • Prospek kerja ekonomi pembangunan sebagai bankir

Peluang yang cukup menarik bagi lulusan ekonomi pembangunan yaitu menjadi banker. Mengingat ekonomi pembangunan juga mempelajari tentang moneter dan perbankan, jadi bukan sesuatu yang mengagetkan bahwa lulusan ekonomi pembangunan dapat menjadi banker. Lulusan ekonomi pembangunan dapat bekerja di bank Indonesia ataupun di bank umum.

 

GAJI LULUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN

Disini, kita tidak berani memberikan patokan untuk gaji lulusan ekonomi pembangunan. Sebab permasalah gaji, akan terkait dengan pekerjaan anda dan di mana anda bekerja. Bila anda bekerja pada instansi pemerintah sebagai pns misalnya, maka gaji nya akan sesuai dengan standar gaji pns. Bahkan bila anda bisa menjadi ahli ekonomi dan memegang posisi penting seperti gubernur bank Indonesia, bisa saja penghasilannya mencapai ratusan juta per bulan. Tentu sangat sulit ya untuk dapat menjadi seorang gubernur bank Indonesia. Pendidikan yang ditempuh tidak cukup hanya di S1.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top