Perekonomian 3 sektor (perekonomian tertutup)

Perekonomian 3 sektor

Perekonomian 3 sektor adalah perekonomian yang terdiri atas tiga pelaku ekonomi yaitu rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah. Dibandingkan perekonomian 2 sektor, pada perekonomian tiga sektor mencoba menambahkan sektor pemerintah dalam analisis ekonominya. Perekonomian 3 sektor menggambarkan kondisi perekonomian dalam negeri (dalam satu negara). Dengan penambahan 1 sektor baru dalam analisis ini, tentunya terdapat peran pemerintah dalam perekonomian.

Perekonomian tiga sektor pada hakikatnya juga mencoba melihat bagaimana peran pemerintah didalam perekonomian. Apa yang tadinya dipelajari pada perekonomian dua sektor menjadi berubah tatkala ada campur tangan pemerintah. Termasuk pada sektor rumah tangga dan perusahaan akan terpengaruh juga akibat keberadaan sektor rumah tangga.

Perlu diketahui pula bahwa perekonomian 3 sektor juga disebut sebagai perekonomian tertutup. Hal tersebut karena diasumsikan perekonomian tidak berinteraksi dengan dunia internasional. Interaksi ekonomi hanya terjadi dalam negeri. Artinya barang atau jasa hanya diproduksi dalam negeri dan hanya akan di konsumsi oleh sektor rumah tangga dalam negeri. Tidak ada kegiatan ekspor maupun impor sehingga tidak ada interaksi dengan pihak luar negeri.

 

Gambar siklus perekonomian 3 sektor dan penjelasannya

Untuk dapat lebih memahami bagaimana siklus perekonomian tiga sektor, perhatikan gambar dan penjelasan dibawah ini.

Grafik siklus perekonomian 3 sektor - perekonomian tertutup

Pada gambar siklus perekonomian 3 sektor diatas sekilas tidak jauh berbeda dari gambar perekonomian 2 sektor. Perbedaan perekonomian 2 sektor dan 3 sektor adalah adanya sektor ke 3 yaitu pemerintah. Keberadaan pemerintah ini tentu mempengaruhi interaksi antara pelaku ekonomi yang ada didalamnya.

Pada perekonomian tiga sektor, sebenarnya interaksi antara sektor rumah tangga dan perusahaan sebagaimana ditunjukkan oleh garis no 1 dan 2 tidak jauh berbeda dengan pembahasan interaksi pelaku ekonomi 2 sektor. Rumah tangga tetap menjadi konsumen bagi perusahaan. Sehingga rumah tangga membeli barang dan jasa dari perusahaan. Hal ini menyebabkan aliran pendapatan dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan.

Posisi perusahaan juga masih sebagai pengguna faktor produksi yang disediakan rumah tangga. Sektor rumah tangga harus memberikan balas jasa kepada rumah tangga seperti dalam bentuk gaji, upah, bunga, sewa dan profit/deviden. Sehingga terjadi aliran pendapatan dari sektor perusahaan kepada sektor rumah tangga.

Keberadaan peran pemerintah dalam perekonomian tiga sektor menjadikan interaksi antara pelaku ekonomi menjadi lebih banyak. Setidaknya ada 4 garis arah interaksi antara pelaku ekonomi yang terjadi hanya dengan penambahan sektor pemerintah. Perhatikan gambar siklus perekonomian tiga sektor diatas. Pada garis 4 dan 5 menunjukkan pendapatan pemerintah. Sedangkan aktivitas yang ditunjukkan garis 3 dan 6 merupakan pengeluaran pemerintah.

Pendapatan pemerintah berasal dari pajak. Garis no 4 menunjukkan aliran pendapatan dari sektor rumah tangga kepada sektor pemerintah. Hal ini merupakan pajak yang dibayarkan oleh rumah tangga. Sedangkan pada garis no 5 juga terjadi aliran pendapatan dari sektor perusahaan kepada sektor pemerintah. Hal ini berasal dari pajak yang dibayarkan oleh perusahaan.

Pengeluaran pemerintah yang diperuntukkan bagi rumah tangga terlihat pada garis no 3. Interaksi sektor pemerintah dengan sektor rumah tangga sebagaimana ditampilkan garis no 3 dapat merupakan pembayaran atas faktor produksi atau subsidi. Untuk penyelenggaraan pemerintahan tentu dibutuhkan tenaga kerja yang berasal dari sektor rumah tangga, sehingga pemerintah harus membayar gaji/upah tenaga kerja. Pemerintah juga kadang melakukan pinjaman dana kepada sektor rumah tangga misalkan dalam surat hutang pemerintah. Sehingga ada bunga yang harus dibayarkan pemerintah pada sektor rumah tangga. Pengeluaran pemerintah kepada sektor rumah tangga dapat juga berupa transfer (subsidi) seperti contohnya bantuan langsung tunai.

Pengeluaran pemerintah kepada sektor perusahaan ditunjukkan pada garis no 6. Hal ini dapat terjadi karena pemerintah membutuhkan barang atau jasa yang disediakan oleh sektor perusahaan. Dalam menjalankan pemerintah sehari-hari misalnya membutuhkan kertas, printer, tinta dan lainnya. Kebutuhan-kebutuhan akan barang-barang tersebut tidak mungkin disediakan sendiri oleh pemerintah. Sektor perusahaanlah yang memproduksi barang-barang tersebut. Sehingga pemerintah harus membeli barang tersebut.

 

Peran pemerintah pada konsumsi dan tabungan dalam perekonomian 3 sektor

Keterlibatan peran pemerintah dalam perekonomian membawa konsekuensi pada interaksi antar pelaku ekonomi. Ada dua konsekuensi dari hadirnya pemerintah dalam perekonomian 3 sektor. Pertama, pemerintah akan menerapkan pajak. Pungutan pajak akan menjadikan pendapatan rumah tangga menurun. Konsumsi rumah tangga akhirnya akan menurun. Kedua, dari sisi lain adanya pajak akan membuat pemerintah dapat melakukan konsumsi. Konsumsi yang dilakukan oleh pemerintah ini dapat mendorong kenaikan belanja agregat.

Keterlibatan pemerintah dalam bentuk penerapan pajak dalam perekonomian membuat sektor rumah harus memikirkan kembali konsumsi dan tabungan mereka. Pada perekonomian 2 sektor kita mengetahui pendapatan nasional akan sama dengan pendapatan disposabel. Pendapatan nasional menggambarkan seluruhan pendapatan dalam negara. Sedangkan pendapatan disposabel ini merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan sektor rumah tangga.

Namun pada perekonomian tiga sektor karena adanya pajak menjadikan pendapatan disposabel menjadi lebih kecil dari pendapatan nasional. Hal ini dapat dirumuskan dengan

Yd  = Y – T

Yd merupakan pendapatan disposabel, Y adalah pendapatan nasional dan T merupakan pajak.

Dari persamaan tersebut dapat kita lihat bahwa pendapatan disposabel yang dapat dibelanjakan oleh sektor rumah tangga sekarang menjadi berkurang karena adanya pajak. Sehingga ada 3 jenis pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah tangga yaitu konsumsi, menabung, dan membayar pajak. Karena konsumsi dan tabungan bergantung pada pendapatan disposabel, maka dengan adanya pajak menjadikan pendapatan disposabel berkurang dan akhirnya mengurangi kemampuan untuk konsumsi dan menabung.

 

Keseimbangan perekonomian 3 sektor

Keseimbangan perekonomian 3 sektor yang dibahas pada kesempatan ini tidak terlepas dari ulasan diatas mengenai perekonomian 3 sektor. Penjelasan mengenai bagaimana keseimbangan perekonomian 3 sektor terjadi dapat dijelaskan dengan tiga cara. Keseimbangan perkenomian tiga sektor dapat dibahas dengan pendekatan matematis, pendekatan kurva, dan pendekatan tabel.

 

Keseimbangan perekonomian 3 sektor dengan pendekatan matematis

Syarat tercapainya keseimbangan perekonomian 3 sektor yaitu bila penawaran agregat (Y) sama dengan pengeluaran agregat (AE).

Penawaran agregat ini sama dengan keseluruhan barang atau jasa yang diproduksi dalam perekonomian tersebut pada suatu waktu tertentu. Penawaran agregat sama dengan pendapatan nasionalnya (Y).

Pengeluaran agregat merupakan keseluruhan pengeluaran yang dilakukan oleh semua pihak dalam perekonomian tersebut. Pengeluaran agregat (AE) terdiri dari konsumsi oleh rumah tangga (C), investasi oleh sektor perusahaan (I), dan pengeluaran pemerintah (G).

Karena syarat tercapainya keseimbangan harus penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, maka kondisi ini dapat dirumuskan dengan:

Y = AE

Y = C + I + G        …………. (1)

Dari persamaan diatas kita mengetahui bawah pengeluaran agregat (AE) sama dengan konsumsi (C) ditambah investasi (I) dan ditambah pengeluaran pemerintah (G). Sedangkan sisi penawaran agregatnya disamakan dengan pendapatan nasional (Y). Hal tersebut karena penawaran agregat yang merupakan total hasil produksi dari perusahaan akan sama dengan sisi pendapatan yang diterima oleh rumah tangga.

Perusahaan memang yang produksi namun hasil pendapatannya akan diterima oleh rumah tangga sebagai pemiliki faktor produksi. Pendapatan nasional dipergunakan untuk tiga kebutuhan yaitu konsumsi (C), tabungan (S) dan pajak (T). Sehingga dapat dirumuskan dengan:

Y = C + S + T        …………. (2)

Sebagai mana tadi disebutkan bahwa penawaran agregat sama dengan pendapatan nasional. Bila pendapatan nasional sebagaimana rumus 2 disubsitusikan pada nilai penawaran agregat atau pendapatan nasional (Y) pada persamaan 1, maka akan didapatkan persamaan sebagai berikut:

C + S + T  = C + I + G         …………. (3)

Pada sisi kiri dan kanan sama-sama memiliki nilai C. sehingga nilai C ini bisa kita hilangkan. Karena nilai konsumsi (C) pada masing-masing ruas kita hilangkan, maka kita mendapatkan satu persamaan baru yaitu:

S + T  = I + G        …………. (4)

Dari rangkaian penjabaran rumus matematis ini, dapat kita simpulkan dua persamaan yang dapat menjadi syarat keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor. Persamaan tersebut yaitu:

Y = C + I + G        …………. (1)

S + T  = I + G        …………. (4)

 

Dari persamaan 4 sebenarnya ruas sisi kiri yang berisi S dan T dalam ekonomi makro kita menganggapnya sebagai suntikkan dalam pendapatan nasional. Sedangkan ruas yang berisi I dan G dianggap sebagai kebocoran. Sehingga dalam keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor berlaku kondisi suntikkan dan kebocoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top