Profil Dan Pemikiran Ekonomi John Maynard Keynes

John Maynard Keynes adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam ilmu ekonomi dan bagaimana pemikiran ekonomi Keynes telah banyak membawa perubahan dibidang ilmu ekonomi. Nama Keynes tentu sudah tidak asing ditelinga para pelajar ekonomi. Sebab nama Keynes sering disebutkan dalam berbagai literature ekonomi terutama saat teman-teman mempelajari ekonomi makro. Bahkan sejarah lahirnya ekonomi makro pun tidak terlepas dari peran teori yang dibawa oleh Keynes.

Baca juga: Sejarah lahirnya ekonomi makro

Baca juga: Pengantar ekonomi makro

Tentu kita menjadi sangat penasaran dengan salah satu sosok ekonom hebat ini. Bagaimana riwayat kehidupannya dan bagaimana pemikiran-pemikiran ekonomi yang dibawah oleh Keynes serta bagaimana pengaruh pemikiran Keynes. Untuk membahas ini kita akan membagi pembahasan kedalam dua sub bagian yaitu:

  • Profil J Maynard Keynes
  • Keynes & Resesi 1929-1930

 

Profil J Maynard Keynes

Keynes Keynes yang menjadi tokoh utama ekonomi Keynesian memiliki nama lengkap John Maynard Keynes. Ia lahir pada 5 Juni 1883 di Cambridge Inggris. J Maynard Keynes merupakan putra dari seorang ekonom bernama John Neville Keynes. John Maynard Keynes terlahir dari keluarga yang tergolong hidup berkecukupan. Keynes mendapatkan gelar B.A pada tahun 1905 dan mendapatkan gelar M.A pada tahun 1909.

King’s College Cambridge merupakan almamater dari Keynes. Di Cambridge, Keynes banyak di pengaruhi oleh ekonom Alfred Marshall. Marshal yang menganjurkan Keynes untuk mengubah minat akademiknya dari matematika dan teori klasik beralih menjadi politik dan ekonomi. Di Cambridge juga Keynes mengenal berbagai perkumpulan penting untuk penulis dan artis.

J Maynard Keynes pernah menggeluti berbagai profesi seperti jurnalis, ahli keuangan dan ekonom. Setelah menamatkan pendidikannya, Keynes bekerja sebagai pegawai pemerintah di Whitehall. Setelah itu, Keynes kembali ke kampus untuk mengajar ilmu ekonomi hingga tahun 1915. Karena dampak perang dunia 1, Keynes kembali menjadi pegawai pemerintah dibidang perbendaharaan.

Keynes wafat pada 21 April 1946 di Sussex pada usia 62 tahun. Pada tahun 1937, ia sempat mengalami serangan jantung. Dua tahun setelah mendapatkan serangan jantung, Keynes kembali mengajar di Cambridge meskipun dalam kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih.

Pemikiran Ekonomi Keynes

Saat kembali mengajar ini, Keynes menulis artikel yang berpengaruh yang berjudul How to Pay for the War (940). Keynes juga terlibat dalam Bretton Woods Conference. Meskipun demikian, IMF dan World lebih memilih theory dari US Treasury daripada pemikiran Keynes. Pengabdian terakhir Keynes untuk pelayan public yaitu dengan negosiasi dalam pada hibah pinjaman multibillion-dollar dari US kepada Inggris pada 1945. Keynes meninggal pada tahun setelahnya.

Pemikiran ekonomi John Maynard Keynes banyak dipengaruhi oleh para ekonom hebat yang menjadi gurunya ketika menempuh pendidik. Reputasi Keynes memang sedikit berbeda, dia dikenal sebagai murid paling cerdas dari salah seorang ekonom ternama Marshall. Keynes juga mempelajari pemikiran ekonom dari A.C Pigou. Dari proses belajar dan pekerjaan yang digeluti Keynes, ia banyak mempelajari tentang bagaimana pasar bekerja, bagaimana bisnis dijalankan dan bagaimana seseorang menghabiskan pendapatan mereka.

Pemikiran ekonomi Keynes mendorong lahirnya cabang utama ilmu ekonomi yang sekarang kita kenal sebagai ekonomi makro. Salah satu titik tolak yang menjadikan Keynes begitu dikenal dan lahirnya ekonomi berasal dari peristiwa resesi hebat yang terjadi di Amerika. Kehadiran konsep pemikiran Keynes menjadi penolong saat krisis tersebut terjadi.

 

Keynes & Resesi 1929-1930

Keynes & resesi hebat yang bermula pada tahun 1929-1930 sangat erat kaitannya. Pada tahun 1929 Amerika Serikat mulai mengalami depresi hebat yang kita kenal sebagai The Great Depression. Resesi yang terjadi telah memasuki fase yang sangat buruk bahkan menjadi salah satu yang terburuk yang pernah dialami manusia.

Depresi telah menyebabkan terjadinya peningkatan pengangguran secara dahsyat yaitu sekitar seperempat angkatan kerja menganggur atau mencapai13 juta pada 1933. Output Amerika juga menurun sebanyak 27 % dibandingkan tahun 1929. Ekonomi klasik memandang bahwa perekonomian dapat mengoreksi dirinya sendiri. Contohnya saat pengangguran terjadi akan menyebabkan upah menurun. Pasca upah menurun, peningkatan tenaga kerja akan terjadi kembali. Sayangnya, selama masa depresi, hal tersebut tidak terjadi.

Saat depresi ekonomi yang hebat pada awal abad ke 20, konsep ekonomi klasik tidak terlalu banyak membantu mengatasi depresi yang terjadi. Hadirnya pemikiran Keynes menjadi alternatif pemikiran ekonomi yang mengatasi depresi ekonomi yang terjadi saat itu. Dari sinilah sejarah lahirnya ekonomi makro yang banyak didasari dari pemikiran ekonomi Keynes.

Salah satu tongkat penting dalam sejarah ilmu ekonomi yaitu pada tahun 1936, Keynes mengungkatkan konsepnya terkait ketenagakerjaan, bunga, dan uang. Konsep Keynes memberikan alternatif penjelasan tentang peristiwa ekonomi yang membingungkan pada masanya.

Keynes memandang bahwa tenaga kerja tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh harga dan upah, melainkan dipengaruhi oleh tingkat output agregat. Selain itu, Keynes juga menekankan akan pentingnya peran pemerintah untuk intervensi perekonomian. Kebijakan pemerintah dipandang dapat mempengaruhi tingkat tenaga kerja. Konsep yang diungkat Keynes ini berhasil membantu negara keluar dari depresi yang saat itu terjadi.

Keynes berpendapat bahwa permintaan agregat yang tidak memadai dapat menyebabkan periode pengangguran tinggi yang berkepanjangan. Output barang dan jasa suatu perekonomian adalah jumlah dari empat komponen: konsumsi, investasi, pembelian pemerintah, dan ekspor neto. Setiap peningkatan permintaan harus datang dari salah satu dari empat komponen ini. Tetapi selama resesi, kekuatan yang kuat sering mengurangi permintaan karena pengeluaran turun. Sebagai contoh, selama krisis ekonomi, ketidakpastian sering mengikis kepercayaan konsumen, menyebabkan mereka mengurangi pengeluaran mereka, terutama untuk pembelian seperti rumah atau mobil. Pengurangan pengeluaran oleh konsumen ini dapat mengakibatkan pengeluaran investasi yang lebih sedikit oleh bisnis, karena perusahaan menanggapi melemahnya permintaan untuk produk mereka. Hal ini menempatkan tugas meningkatkan output di pundak pemerintah. Menurut ekonomi Keynesian, intervensi negara diperlukan untuk memoderasi boom dan bust dalam kegiatan ekonomi, atau dikenal sebagai siklus bisnis.

Demikian pembahasan singkat tentang profil John Maynard Keynes, semoaga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*