The Great Depression: Depresi Besar 1929 di Amerika

Kata “the Great Depression” akan mengingatkan kita pada peristiwa depresi besar 1929 di Amerika Serikat. Depresi besar yang berlangsung selama 1929 hingga akhir 1930an ini memiliki dampak sangat luas. Great depression di Amerika tersebut merupakan depresi yang paling lama, paling dalam dan paling luas dampaknya sepanjang abad 20. Peristiwa tersebut merupakan contoh terjadinya penurunan ekonomi secara global. Banyak pihak yang harus merasakan dampak depresi hebat tersebut.

Hikmah dibalik terjadinya great depression, kini kita dapat mengenal ekonomi makro yang sekarang masih teap dipelajari. Akibat peristiwa ini pula menjadi awal sejarah kemunculan ekonomi makro. Teori ekonomi yang dibawa oleh John Maynard Keynes menjadi salah satu alternatif solusi ekonomi mengatasi permasalahan depresi besar tersebut.

Bagi orang-orang yang sedang studi ekonomi, peristiwa the great depressiokn (depresi besar) 1929 menjadi salah satu pelajaran berharga. Salah satunya bisa melihat bagaimana pentingnya peranan kebijakan makro ekonomi untuk mengatasi peristiwa tersebut. Ekonomi makro yang kini banyak dipelajari bermula dari peristiwa tersebut.

Baca juga: Sejarah ekonomi makro

Baca juga: Pengantar ekonomi makro

Pada kesempatan ini kita tidak membahas mengenai kebijakan makro ekonomi ataupun mengulas pelajaran ekonomi makro. Kali ini kita hanya sedikit bercerita mengenai peristiwa the great depression (depresi hebat). Bagaimana permulaan kejadian great depression bisa terjadi. Lalu kita juga ingin sekilas membahas bagaimana dampak yang terjadi akibat depresi besar di Amerika yang berlangsung sejak 1929 tersebut. Mari kita langsung saja simak ulasan dibawah ini:

 

The Great Depression 1929 di Amerika

Ulasan the great depression 1929 di Amerika ini kita mulai dengan sedikit gambaran umum mengenai depresi hebat tersebut. The great depression adalah kemerosotan ekonomi terburuk dalam sejarah dunia industri, yang berlangsung sejak jatuhnya pasar saham pada tahun 1929 hingga 1939. Great depression dimulai setelah jatuhnya pasar saham pada Oktober 1929 yang membuat Wall Street panik dan kehilangan jutaan investor.

Pada tahun-tahun berikutnya, dirasakan dampak the great depression seperti terjadi belanja konsumen dan investasi turun, menyebabkan penurunan tajam dalam output industri dan lapangan kerja karena perusahaan yang gagal memberhentikan pekerja. Pada tahun 1933, ketika Depresi Besar mencapai titik paling lambat, sekitar 15 juta orang Amerika menganggur dan hampir separuh bank negara itu bangkrut.

Diatas merupakan sekilas penjabaran mengenai great depression yang terjadi. Sekarang mari kita paparan dengan lebih jelas mengenai kronologi terjadinya depresi ekonomi tersebut.

Sepanjang tahun 1920-an sebenarnya ekonomi Amerika mengalami perkembangan yang pesat. Total kekayaan negara meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 1920 dan 1929. Periode tersebut dijuluki dengan “The Roaring Twenties.” Namun, pada akhir 1920an baru dimulai terjadinya great depression.

Salah satu alasan terbesar terjadinya The Great Depression 1929 di Amerika adalah karena keruntuhan pasar saham. Sebelum mengalami keruntuhan, terjadi spekulasi pada pasar saham Amerika. Pasar saham yang berpusat di New York Stock Exchange di Wall Street di New York City adalah tempat dimana terjadi spekulasi secara sembrono. Pada saat itu semua orang baik orang kaya hingga juru masak dan petugas kebersihan mengubah tabungan mereka menjadi saham. Akibatnya pasar saham mengalami ekspansi yang pesat bahkan mencapai puncaknya pada Agustus 1929.

Pada saat itu kondisi produksi telah menurun dan pengangguran meningkat. Ditengah kondisi produksi menurun namun pembelian sahan yang meningkat membuat harga saham jauh lebih tinggi dari nilai sebenarnya. Selain itu, pada saat itu juga terjadi kondisi upah rendah, hutang konsumen membengkak, ekonomi sektor pertanian sedang berjuang karena kekeringan dan jatuhnya harga pangan dan bank memiliki kelebihan pinjaman dalam jumlah besar yang tidak dapat dicairkan.

The great depression 1929 di Amerika dimulai dengan resesi ringan pada musim panas 1929. Hal tersebut diakibatkan oleh belanja konsumen melambat dan barang-barang yang tidak terjual mulai menumpuk yang pada gilirannya memperlambat produksi pabrik. Ditengah kondisi tersebut justru harga saham terus meningkat. Dimulai dari kejadian ringan tersebut berlanjut pada depresi hebat pada tahun tersebut.

Para investor mulai mengkhawatirkan akan terjadinya resesi ekonomi akibat dari harga saham yang dinilai terlalu mahal. Kekhawatiran tersebut berujuan pada terjadinya the great depression 1929 di Amerika. Pada 24 Oktober 1929, para investor yang gugup mulai menjual saham. Saham yang dianggap terlalu mahal ini dijual dan hal tersebut terjadi secara massal. Kejatuhan pasar saham yang sebelumnya dikhawatirkan akan terjadi, pada akhirnya benar-benar terjadi. Rekor 12,9 juta saham diperdagangkan hari itu yang dikenal sebagai “Black Thursday. ”

Pada 29 Oktober yaitu lima hari setelah black Thursday terjadi, justru terjadi lagi peristiwa yang dikenal dengan “Black Tuesday,”. Pada kejadian ini, sekitar 16 juta saham diperdagangkan setelah gelombang kepanikan lain melanda Wall Street. Jutaan saham akhirnya menjadi tidak bernilai dan para investor yang telah membeli saham “diatas margin” dengan menggunakan uang pinjaman mengalami kerugian.

Kejatuhan pasar sahan ini membuat kepercayaan konsumen lenyap. Hal ini membuat penurunan pengeluaran dan investasi dan berakibat pada pabrik dan bisnis lain memperlambat produksi dan mulai memecat pekerja mereka. Bagi mereka yang cukup beruntung untuk tetap bekerja, mereka mengalami penurunan upah dan daya beli menurun.

Banyak orang Amerika yang dipaksa untuk membeli secara kredit dan pada akhirnya harus jatuh ke dalam hutang. Kejadian tersebut membuat jumlah penyitaan dan penarikan kembali terus meningkat. Kepatuhan global terhadap standar emas, yang menggabungkan negara-negara di seluruh dunia dalam pertukaran mata uang tetap membantu menyebarkan the great depression dari Amerika Serikat ke seluruh dunia, terutama Eropa.

 

Dampak Depresi Besar (great depression)

Dampak depresi besar di Amerika sebagaimana cerita diatas mempengaruhi banyak aspek. Great depression ini menjadi depresi paling buruk yang pernah terjadi pada abad ke 20. Pada bagian ini kita ingin membahas dampak-dampak yang ditimbulkan dari peristiwa depresi besar tersebut.

Selama peristiwa great depression telah terjadi penurunan produk domestik bruto (PDB) yang besar. Selama periode 1929 hingga 1932 dalam skala global diperkirakan telah terjadi penurunan PDB sebesar 15 persen. Penurunan PDB yang tinggi dalam skala dunia ini menjadi indikator betapa parahnya dampak yang ditimbulkan depresi besar ini. Bila dibandingkan dengan resesi hebat tahun 2008-2009, resesi pada abad 21 tersebut diperkirakan hanya membuat penurunan PDB sebesar 1% sepanjang 2008-2009.

Dampak depresi besar (great depression) dirasakan oleh semua pihak dan pada berbagai sektor. Meskipun peristiwa ini bermula dari perilaku orang-orang kaya yang secara serampangan melakukan pembelian saham, namun dampak depresi besar ini dirasakan oleh orang-orang kaya dan juga miskin. Dampak depresi besar ini telah membuat pendapatan masyarakat, penerimaan pajak, laba bisnis dan harga mengalami kejatuhan. Perdagangan internasional pun mengalami penurunan lebih dari 50%. Selain itu, terjadi juga peningkatan pengangguran hingga 23% di Amerika Serikat. Pada beberapa Negara lain bahkan bisa mengalami kenaikan jumlah pengangguran hingga 33%.

Pada beberapa Negara yang terdampak ada yang mampu memulihkan ekonomi pada pertengahan 1930an, namun bagi beberapa Negara lainnya dampak yang ditimbulkan baru bisa dipulihkan hingga awal perang dunia II. Negara-negara yang mengalami dampak depresi besar yang parah biasanya Negara-negara yang bergantung pada industry berat. Pada beberapa Negara terpaksa menghentikan aktivitas bisnis pada sektor konstruksi. Pada sektor pertanian di daerah pedesaan bahkan ada yang merugi akibat terjun bebasnya harga hingga 60%. Sektor ekonomi yang juga sangat menderita akibat dampak depresi besar ini yaitu sektor tambang dan kayu.

 

New Deal

Sebelum terjadinya great depression, konsep ekonomi yang banyak dikenal dan diterapkan adalah teori ekonomi dari kaum klasik. Saat depresi besar terjadi, pemerintahan Amerika masih dipegang oleh Hervert Hoover dari Republikan. Partai Republik meyakini bahwa pemerintah tidak boleh terlalu ikut campur pada mekanisme pasar yang terjadi. Sehingga pemerintah tidak perlu secara mengintervensi kondisi depresi besar yang terjadi. Padahal kondisi great depression membawa pengaruh yang parah bagi perekonomian Amerika seperti 20% penduduknya menjadi pengangguran.

Pada tahun 1933 pemerintahan berganti ketangan presiden Franklin Delano Roosevelt yang memerintah Amerika dari 1933 hingga 1945. Franklin Delano Roosevelt yang dikenal dengan sebutan FDR mengemban tugas sebagai Presiden ketika suasana great depression sedang pada puncaknya. FDR harus menghadi kondisi dimana 15 juta penduduknya menganggur dan kondisi perbankan yang tidak menentu. FDR hadir dengan memberikan janji-janji dan harapan bagi warga Amerika dan akan bertindak cepat dan tegas untuk menghadapi kondisi yang ada.

Salah satu upaya yang mengakhiri great depression ini yaitu kebijakan New Deal dari Franklin Delano Roosevelt.  Program New Deal adalah program yang didalam mengandung social security (jaminan sosial), security and exchange commission, dan Federal Deposit Insurance Corporation.  New Deal berupa program bantuan untuk mengakhiri great depression. Salah satu bagian program New Deal tersebut adalah Tennessee Valley Authority (TVA). Program TVA dilakukan dengan membangun dam dan hidroelektrik untuk mengontrol banjir sera menyediakan sumber listrik pada daerah miskin di Tennessee Valley. Selain itu, pemerintah AS juga membuat program Works Progress Administration (WPA) yaitu program pekerjaan permanen yang dimana mampu mempekerjakan 8,5 juta orang dari 1935-1943.

 

Demikian pembahasan mengenai topik The Great Depression: Depresi Besar 1929 di Amerika. Semoga pembahasan ini memberikan kita sedikit tambahan wawasan mengenai apa yang terjadi pada peristiwa great depression.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top