Increase return to scale (Skala hasil meningkat)

Increase return to scale (Skala hasil meningkat) membicarakan tentang skala hasil produksi. Dalam pembahasan teori produksi yang lalu ada satu sub poin mengenai skala hasil produksi (return to scale). Skala hasil produksi ini terkait dengan konsep ketika produsen ingin meningkatkan skala output produksinya. Pada teori produksi kita hanya menyinggung bahwa output produksi dipengaruhi oleh tenaga kerja dan modal.

Bagaimana bila produsen ingin mengembangkan bisnis dan menambah input mejadi dua kali lipat? Apakah hasil produksi (output) akan menjadi dua kali lipatnya?

Sayangnya, penggandaan jumlah input dua kali lipat ternyata tidak selalu menghasilkan output dua kali lipatnya. Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi adalah output yang dihasilkan lebih dari dua kali lipat. Itulah yang dinamakan dengan increase return to scale (skala hasil meningkat).

Increase return to scala adalah konsep yang menjelaskan tentang penggandaan input dalam produksi akan menghasilkan penggandaan output yang lebih besar. Misalkan perusahaan menggandakan input (tenaga kerja dan modal) menjadi dua kali lipat, penambahan outputnya bukan menjadi dua kali lipat tapi justru outputnya akan bertambah menjadi lebih dari dua kali lipat. Itulah sebabnya bernama skala hasil meningkat karena penambahan output yang dihasilkan lebih besar dari penambahan input.

Agar dapat lebih memahami konsep ini, perhatikanlah kurva increase return to scale (skala hasil meningkat) berikut ini:

Kurva Increase Return to Scale - Skala hasil yang meningkat
Kurva Increase Return to Scale

Mari kita sedikit menjabarkan lebih jauh cerita dari kurva increase return to scale (skala hasil meningkat) diatas. Anggap saja perusahaan anda saat memproduksi barang sebanyak Q1 yaitu 75 barang. Input yang digunakan ada dua jenis yaitu tenaga kerja dan modal. Untuk produksi di Q1 = 75 barang, maka perusahaan anda menggunakan modal sebanyak K1 dan tenaga kerja sebanyak L1.

Bagaimana jika perusahaan anda menambah 1/3 kali input dari yang sudah ada. Artinya perusahaan anda menambah 1/3 modal menjadi K2 dan 1/3 kali tambahan tenaga kerja menjadi L2. Bila pada constan return to scale, penambahan input sebanyak 1/3 kali tersebut akan menambah output 1/3 kali juga. Pada constant return to scale seharusnya outputnya menjadi 100.

Hasil penambahan output ternyata menjadi sebanyak Q2 yaitu 110 barang. Hal ini berarti penambahan output lebih dari 1/3 kali. Hal inilah yang dimaksud dengan penambahan hasil yang meningkat (increase return to scale). Karena dengan penggandaan input menghasilkan penggandaan output yang lebih besar.

Perhatikan contoh pada Q4. Anggap awalnya posisi anda pada Q1, lantas perusahaan anda melipatgandakan inputnya menjadi dua kali lipat. Dengan demikian inputnya berubah menjadi K4 dan L4. Karena skala produksi perusahaan anda merupakan increase return to scale maka penambahan output yang dihasilkan akan lebih besar dari penambahan input. Dengan menggandakan input dua kali lipat, justru meningkatkan output lebih dari dua kali lipat menjadi Q4 sebanyak 225 barang.

Sederhananya, konsep skala produksi dengan increase return to scala ini memberikan penggandaan output yang lebih besar dari penggandaan input yang dilakukan.

Semoga pembahasan singkat ini mengenai increase return to scale (skala hasil meningkat) dapat bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top