Gambar kurva Keseimbangan konsumen dalam teori perilaku konsumen

Keseimbangan konsumen dalam teori perilaku konsumen

Keseimbangan konsumen akan membicarakan teori perilaku konsumen dalam kondisi keseimbangan. Kondisi keseimbangan konsumsen adalah kondisi konsumen yang mengalokasikan semua pendapatannya untuk melakukan konsumsi.

Pada tulisan sebelumnya membahas indifference curve dan budget line (kurva indiferen dan garis anggaran). Pada pembahasan tersebut kita menganalisis perilaku konsumsen dalam mengkonsumsi 2 jenis barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama pada sub indifference curve. Untuk mencapai kepuasan yang tinggi kita akan mencari tingkat kurva indiferen yang lebih tinggi.

Sebaliknya, pada sub bagian garis anggaran kita menganalisis kendala/hambatan yang dimiliki seseorang untuk melakukan konsumsi. Keterbatasan pendapatan yang dimiliki menjadi batasan kita melakukan konsumsi dan tidak bisa melakukan konsumsi melebihi pendapatan yang dimiliki.

Dari pemahaman tersebut kita ingin mengelaborasi lebih jauh bagaimana kondisi mencapai keseimbangan konsumen. Perilaku konsumesi akan mengarah pada dua hal yaitu memaksimal kepuasan dan meminimalkan biaya. Karena tingkat kepuasan digambarkan dari indifference curve, maka untuk mencapai kepuasan maksimal, perilaku konsumen akan mencari kurva indiferen yang paling tinggi. Sedangkan meminimalkan biaya dilakukan dengan mencari biaya paling rendah pada budget line untuk mencapai kepuasan yang paling tinggi.

Ada dua motif yang harus diingat pada pembahasan teori keseimbangan konsumen ini yaitu maksimalisasi kepuasan dan minimalisasi biaya. Perilaku konsumen akan mendorong mencapai kedua motif tersebut.

Untuk menjelaskan bagaimana kondisi keseimbangan konsumen tercapai dengan meminimalkan biaya dan mencapai kepuasan maksimum, kita perhatikan gambar kurva keseimbangan konsumen berikut:

Gambar kurva Keseimbangan konsumen dalam teori perilaku konsumen

 

Keseimbangan konsumen: Memaksimumkan kepuasan dan Meminimalkan biaya

Gambar kurva keseimbangan konsumen diatas, kami coba buat untuk menggambarkan sekaligus kondisi maksimalisasi kepuasan dan minimalisasi biaya. Dari gambar kurva keseimbangan konsumen diatas tercapai pada kondisi IC2 dan BL2. Berikut ini akan kita jabarkan bagaimana cerita IC 2 dan BL 2 dapat menjadi kondisi keseimbangan konsumen:

  1. Maksimalisasi kepuasan

Kurva indiferen seperti yang kita pelajari sebelumnya menggambarkan tingkat kepuasan yang sama dari mengkonsumsi dua jenis barang. Dalam hal ini kita menggambarkan mengkonsumsi barang Y dan X. Kombinasi mengkonsumsi dua barang tersebut tentu banyak. Konsumen dapat mengkonsumsi Y lebih banyak. Bisa juga mengkonsumsi barang X lebih banyak.

Dari berbagai kombinasi yang ada, kurva indiferen mencoba untuk menggambarkan kombinasi kedua barang tersebut dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama. Hal itulah yang digambarkan kurva indiferen (garis IC). Pada gambar kurva diatas kita memiliki 3 garis kurva indiferen (IC1, IC2, dan IC3). Dari ketiga indifference curve tersebut manakah yang memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi?

Semakin kekanan berarti tingkat kepuasan yang digambarkan oleh indifference curve semakin tinggi. Oleh sebab itu, IC 1 memberikan tingkat kepuasan yang lebih rendah. Dan IC 3 memberikan tingkat kepuasan yang paling tinggi. Maka bila seseorang ingin memaksimumkan kepuasan maka dia akan konsumsi pada tingkat indifference curve (IC) yang paling tinggi.

  1. Minimalisasi biaya

Pada pembahasan mengenai budget line (garis anggaran) kita mendapati kendala anggaran dalam konsumsi. Konsumen karena ingin mencapai kepuasaan yang tinggi, dia tentu ingin membeli semua barang yang dia mau. Sayangnya, untuk membeli barang kita memerlukan uang. Uang berasal dari pendapatan yang kita miliki. Sehingga keterbatasan pendapatan yang kita miliki menjadi hambatan atau kendala anggaran untuk konsumsi.

Karena ada kendala biaya, tidak semua barang dapat dibeli. Oleh sebab itu, konsumen akan memilih biaya paling minimum untuk mencapai tingkat kepuasan yang diinginkan. Ambil contoh konsumen ingin mencapai tingkat kepuasan pada kurva IC 2. Kurva IC 2 memiliki bentuk yang melengkung (cekung terhadap titik origin).

Titik E menjadi titik dengan biaya paling minimum. Karena pada kurva IC2 dengan biaya paling minimum dicapai pada titik itu. Bila konsumen memilih kombinasi yang lain dari IC 2 memang memberikan tingkat kepuasan yang sama. Namun biaya untuk mengkonsumsinya menjadi lebih besar. Karena konsumen mencari minimum biaya akan budget line yang dipilih adalah BL 2.

  1. Keseimbangan konsumen

Keseimbangan konsumen menggambarkan konsumen menggunakan seluruh pendapatannya untuk melakukan konsumsi. Konsumen mempunyai motif untuk memaksimumkan kepuasan dan meminimkan biaya. Keseimbangan konsumen tercapai ketika ada pertemuan antara tingkat kepuasan maksimum (indifference curve maksimum yang dapat dicapai) dengan biaya yang mimimum (garis anggaran yang minimum).

Pada gambar kurva keseimbangan konsumen diatas, kita menggambarkan keseimbangan konsumen terjadi pada titik E dimana IC 2 bertemu dengan BL 2. Ada beberapa anggapan yang kita gunakan dan harus dipahami kenapa, kami mengatakan keseimbangan konsumen terjadi pada titik E.

Pada kurva keseimbangan konsumen diatas, kami ingin menggambarkan bahwa pendapatan yang dimiliki (kendala anggaran) yang dimiliki oleh konsumen yaitu pada BL 2. Sedangkan BL 1 dan BL3 (berwarna merah) hanya untuk ilustrasi sebagai garis anggaran yang tidak dipilih. Karena kita menganggap pendapatan konsumen pada BL2, maka BL 3 tidak dapat dicapai. Sedangkan pada BL1 tidak dipilih karena tingkat kepuasan yang dicapai akan lebih rendah. Dia dapat membelanjakan lagi pendapatannnya untuk mendapatkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

Sedangkan indifference curve IC 1 dan IC3 (warna hitam) juga tidak dipilih oleh konsumen. Kita mengasumsikan bahwa batasan pendapatan yang dimiliki oleh konsumen adalah BL 2. Karena batasan anggaran pada BL 2, maka tingkat kepuasan paling tinggi yang dapat dicapai yaitu pada IC 2. Pada IC 2 bersinggungan dengan BL2 sehingga titik E menjadi titik keseimbangan konsumen.

Kenapa konsumen tidak memilih tingkat kepuasan maksimum pada IC 3 padahal memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi? Alasannya karena adanya batasan anggaran. Tadi kita sudah menganggap bahwa anggaran yang dimiliki terbatas pada BL 2 sehingga dana yang dimiliki tidak cukup untuk membeli barang untuk mencapai IC 3.

Dengan biaya pada BL 2, konsumen juga tidak akan memilih IC 1. Karena tingkat kepuasan yang dicapai lebih rendah dari IC 2. Dengan garis anggaran pada BL2 konsumen dapat mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi pada IC 2.

 

Semoga pembahasan keseimbangan konsumen ini dapat dipahami dan memberikan manfaat untuk kita. Thank you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top