Modal Manusia (Human Capital)

Pada kesempatan ini akan membahas tentang Modal Manusia (human capital).

Akumulasi modal manusia secara luas mirip seperti modal fisik: memberikan lebih banyak sumber daya ke akumulasi dari salah satu jenis modal meningkatkan jumlah output yang dapat di produksi di masa yang akan datang. (Romer, 1996). Mankiw, Romer dan Weil, (1992) dalam (Apostolides & Moncada, 2013) mengemukakan bahwa pengeluaran untuk pendidikan, pelatihan dan penelitian, serta peningkatan kesehatan, meningkatkan kapasitas produktif dari seorang individu. Akibatnya, representasi yang benar dari fungsi produksi ekonomi harus mencakup teknologi (A), tenaga kerja (L), modal fisik (K) dan modal manusia (H) dengan tiga terakhir sama-sama efektif dalam meningkatkan output. Ini dapat digambarkan secara matematis sebagai

Y = A L^1/3 K^1/3 H^1/3

Manusia menjadi lebih berharga di dalam hal peningkatan produksi, karena modal manusia mereka meningkat. Hanya berinvestasi dalam modal fisik, tampaknya tidak mencukupi penggunaan sumber daya, lebih jauh yang mendasari bahwa pendidikan, pelatihan seumur hidup dan perawatan kesehatan harus berada di garis depan upaya untuk meningkatkan pendapatan. Output berubah sepanjang waktu hanya jika input untuk produksi berubah. Secara khusus, jumlah output diperoleh dari jumlah tertentu modal dan tenaga kerja yang meningkat sepanjang waktu – terdapat juga pengaruh kemajuan teknologi – hanya jika jumlah pengetahuan meningkat (Romer, 1996). Sehingga Dalam pandangan mereka (Mankiw, Romer and Weil) bahwa modal manusia adalah faktor kunci yang tersembunyi dalam model Solow yang sederhana. Akumulasi modal manusia secara luas mirip seperti modal fisik: memberikan lebih banyak sumber daya ke akumulasi dari salah satu jenis modal meningkatkan jumlah output yang dapat di produksi di masa yang akan datang. (Romer, 1996)

Investasi pada modal manusia merupakan modal dasar yang dapat menggerakkan pertumbuhan perekonomian. Melalui investasi dalam bidang kesehatan dan pendidikan, kualitas manusia dan produktivitasnya akan meningkat. (Badan Pusat Statistik, 2016a). Program pembangunan yang berkaitan dengan gizi, keluarga berencana, kesehatan dan pendidikan dilihat sebagai komponen vital perangsang pertumbuhan ekonomi. Individu akan mendapatkan keuntungan dari pendidikan karena pekerja-pekerja mengharapkan kinerja yang lebih baik dalam pekerjaan, bahkan jika keterampilan didapatkan bernilai kecil dan akan berkontribusi kecil terhadap output ekonomi (Juffras & Sawhill, 1989).

Modal manusia terkait pada dua aspek yaitu pendidikan dan kesehatan. Pendidikan yang merupakan modal manusia menjadi komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu memiliki peran dalam mendorong perbaikan pendidikan dan kesehatan. Lebih jelas mengenai kedua hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

  1. Pendidikan

Menurut (Jonathan Gruber, 2011) bahwa ada sejumlah manfaat publik (eksternalitas positif) untuk pendidikan yang mungkin membenarkan peran pemerintah dalam penyediaan pendidikan, yaitu:

  • Potensi eksternalitas berupa Jika tingkat pendidikan yang lebih tinggi membuat seseorang menjadi pekerja yang lebih produktif, maka masyarakat dapat memperoleh manfaat dari pendidikan dalam hal standar kehidupan yang lebih tinggi dimasa yang akan datang dengan peningkatan produktivitas.
  • Dari sisi kewarganegaraan, pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup secara tidak Pendidikan membuat warga negara menjadi lebih aktif dan pemilih aktif, yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas demokrasi. Pendidikan juga dapat mengurangi kemungkinan orang beralih ke kehidupan kejahatan, hasil positifnya bagi warga negara lainnya dengan meningkatkan keselamatan dan mengurangi biaya kepolisian di tempat umum.
  • Ketiga yaitu karena alasan kegagalan pasar kredit. Kegagalan pasar lain yang dapat membenarkan intervensi pemerintah adalah ketidakmampuan keluarga untuk meminjam untuk membiayai
  • Jika total utilitas keluarga akan meningkat dengan anak yang lebih berpendidikan, beberapa orang tua mungkin tidak mau mengurangi konsumsi mereka untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka karena mereka lebih peduli tentang konsumsi mereka sendiri daripada pendapatan masa depan anak-anak Dalam hal ini, penyediaan pendidikan bagi masyarakat merupakan alternatif yang lebih baik. Kalau tidak, anak-anak yang cerdas akan dihukum karena memiliki orang tua yang egois

Dalam model pendidikan yang dibiayai secara pribadi, keluarga dengan tingkat pendapatan keluarga yang lebih tinggi akan memberikan lebih banyak pendidikan untuk anak-anak. Karena lebih banyak pendidikan diterjemahkan ke dalam pendapatan yang lebih tinggi di kemudian hari. Situasi ini akan membatasi mobilitas pendapatan karena anak-anak dari orang tua dengan pendapatan lebih tinggi akan memiliki peluang terbaik, sedangkan dari keluarga berpendapatan rendah memiliki resiko untuk memperoleh masa depan lebih baik. Pendidikan publik menyediakan lapangan permainan yang setara yang mendorong mobilitas pendapatan.

 

  1. Kesehatan

Ketidaksempurnaan di pasar untuk layanan kesehatan menghasilkan tuntutan untuk kegiatan pemerintah di bidang-bidang seperti penelitian, penyediaan informasi, dan distribusi layanan. Pemerintah dapat berperan dalam bidang kesehatan karena:

  • Adanya asimetris informasi

Pasar untuk perawatan medis memiliki informasi asimetris di mana penjual perawatan medis mendapat informasi lebih baik tentang biaya dan kualitas daripada pembeli perawatan medis. Biasanya, konsumen perawatan medis adalah pasien yang satu-satunya sumber informasi tentang manfaat prosedur dan produk medis adalah penyedia perawatan medis, terutama dokter. Seringkali, informasi mengenai biaya perawatan, terutama perawatan darurat, sulit atau tidak praktis untuk diperoleh di muka (Hyman, 2010).

Menurut (Hindriks & Myles, 2004) bahwa informasi asimetris mengarah pada inefisiensi. Inefisiensi dapat mempunyai berbagai macam bentuk. Dalam keadaan tertentu, intervensi pemerintah yang tepat dapat membuat semua orang lebih baik meskipun pemerintah tidak memiliki informasi yang lebih baik daripada sektor swasta. Selain itu individu cenderung kurang mengkonsumsi layanan medis karena mereka memiliki informasi yang tidak memadai. Pemerintah juga memainkan peran aktif dalam membantu melindungi pasien terhadap dokter yang tidak kompeten dengan cara dilisensi (Hyman, 2010).

  • Inefisiensi dan biaya medis yang

Faktor lainnya yang memengaruhi biaya layanan medis adalah melonjaknya biaya asuransi malpraktek. Sebagian dari biaya ini telah diteruskan kepada pasien sebagai biaya yang lebih tinggi. Untuk mengurangi risiko gugatan malpraktek dan menjaga agar premi asuransi malpraktek mereka tetap terkendali. (Hyman, 2010)

  • Adanya eksternalitas positif

Beberapa eksternalitas positif dikaitkan dengan pengurangan penyakit menular. Layanan kesehatan masyarakat juga telah aktif dalam memberikan informasi dan mendorong praktik kesehatan masyarakat yang lebih baik serta membatasi penyebaran penyakit. Juga, beberapa eksternalitas positif dikaitkan dengan pengurangan penyakit menular. Untuk menginternalisasi eksternalitas ini, masuk akal untuk mensubsidi penyediaan pelayanan kesehatan. Hal tersebut untuk mencegah tersebarnya penyakit menular dan berbahaya lainnya seperti AIDS (Hyman, 2010).

 

Demikian pembahasan singkat tentang Modal Manusia (human capital), semoga bermanfaat.

Sumber:

Fadlli, Muhammad Dzul. (2019). ANALISIS INDIKATOR KINERJA UNTUK EVALUASI PEMBANGUNAN DENGAN KERANGKA LOGIC MODEL PADA SEKTOR KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN EKONOMI DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PADA TAHUN 2010-2016. Universitas Brawijaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top