Faktor Penyebab Kemiskinan Meningkat Tahun 2020 Menurut BPS

Terdapat beberapa faktor penyebab kemiskinan mengalami peningkatan tahun 2020 yang diutarakan BPS. Sebelum pada faktor penyebab kemiskinan tahun 2020 kita bahas, kita akan sedikit mengulas kembali kondisi jumlah kemiskinan tahun 2020.

Tingkat kemiskinan telah mengalami peningkatan sepanjang tahun 2020. Pada September 2019, persentase penduduk miskin Indonesia sebesar 9,22%. BPS telah merilis data hasil survey untuk kemiskinan tahun 2020 yang terus mengalami peningkatan. Bulan Maret 2020 diketahui terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin menjadi 9,78%. Jumlah persentase kemiskinan Indonesia tersebut kembali meningkat pada September 2020 menjadi sebesar 10,19%. Secara umum dapat diketahui bahwa terjadi kenaikan tingkat kemiskinan pada tahun 2020.

Baca juga: Kemiskinan meningkat selama pandemik

Lantas, apakah faktor penyebab kemiskinan meningkat sepanjang tahun 2020? Setidaknya ada 9 faktor penyebab kemiskinan meningkat tahun 2020 menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Berikut ini beberapa faktor penyebab kemiskinan meningkat selama periode Maret 2020–September 2020 yang dilansir dari publikasi BPS No. 16/02/Th. XXIV antara lain adalah:

1. Pandemi Covid-19 yang berkelanjutan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk sehingga mendorong terjadinya peningkatan angka kemiskinan.
2. Ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,49 persen (y-on-y). Angka ini jauh menurun dibanding capaian triwulan III-2019 yang tumbuh sebesar 5,02 persen (y-on-y).
3. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal III 2020 melambat. Pengeluaran konsumsi rumah tangga terkontraksi sebesar 4,04 persen, menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,01 persen.
4. Selama periode Maret 2020–September 2020, angka inflasi umum tercatat sebesar 0,12 persen. Sementara itu, angka inflasi inti pada periode yang sama tercatat sebesar 0,84 persen.
5. Pada periode Maret 2020–September 2020, secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok mengalami kenaikan, antara lain daging sapi (1,51%), Susu kental manis (1,07%), minyak goreng (2,67%), tepung terigu (2,76%), dan ikan kembung (1,07%). Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain beras (0,49%), daging ayam ras (3,52%), gula pasir (6,54%), cabai rawit (32,37%), telur ayam ras (6,12%).
6. Pada Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,07 persen. Terjadi
kenaikan sebesar 1,84 persen poin dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 5,23 persen.
7. Sebanyak 29,12 juta penduduk usia kerja (14,28 persen) terdampak Covid-19 pada Agustus 2020, dengan rincian: 1) 2,56 juta penduduk menjadi Pengangguran; 2) 0,76 juta penduduk menjadi Bukan Angkatan Kerja; 3) 1,77 juta penduduk sementara tidak bekerja; 4) 24,03 juta penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja (shorter hours).
8. Pada Agustus 2020, persentase Pekerja Setengah Penganggur sebesar 10,19 persen. Terjadi kenaikan sebesar 3,77 persen poin dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 6,42 persen.
9. Bantuan Sosial Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sangat membantu penduduk terutama penduduk lapisan bawah.

Demikian pembahasan faktor penyebab kemiskinan periode Maret -September 2020 mengalami peningkatan. Semoga ulasan tersebut bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top