Depresi Ekonomi : Pengertian, penyebab, dampak dan cara mengatasi depresi ekonomi

Depresi ekonomi adalah salah satu kondisi resesi yang luar biasa. Depresi ekonomi (great depression) yang dialami umat manusia contohnya terjadi pada peristiwa depresi besar 1929/1930 di Amerika Serikat. Kejadian depresi ekonomi ini memang jarang terjadi dan kita berharap tidak terjadi kembali.

Kondisi depresi ekonomi bisa saja datang secara tiba-tiba. Siapa yang akan menyangka terjadinya depresi besar pada tahun 1929 di Amerika? Banyak orang tidak pernah membanyangkan hal tersebut akan terjad. Kondisi ekonomi Amerika pada tahun 1920an sebenarnya mengalami pertumbuhan tinggi pada awalnya. Dari kondisi ekonomi yang sedang boom tersebut justru berubah menjadi krisis yang mengerikan diakhir tahun 1920an. Banyak kerugian yang diderita akibat depresi hebat tersebut.

Penting bagi kita untuk mempelajari depresi ekonomi karena memberikan begitu banyak wawasan. Kita dapat mempelajari sejarah, penyebab, bahkan dampak yang akan ditimbulkan. Kita juga dapat mempelajari bagaimana kondisi variabel makro ekonomi seperti pdb, inflasi, penangguran, dll ketika depresi ekonomi terjadi. Banyak perubahan yang terjadi pasca depresi ekonomi yang terjadi. Bahkan hikmah dibalik kisah depresi ekonomi Amerika, kini kita mengenal cabang ilmu ekonomi yaitu ekonomi makro. Ekonomi makro lahir ditengah kondisi krisis tersebut sekaligus menjadi alternative solusi mengatasi kondisi great depression.

Baca juga: Sejarah munculnya ekonomi makro

Baca juga: Great Depression di Amerika 1929

Pada kesempatan ini kita ingin mencoba mempelajari lebih dalam secara teoritis mengenai depresi ekonomi. Terdapat beberapa sub pembahasan yang diulas pada kesempatan ini yaitu:

  • Pengertian depresi ekonomi
  • Perbedaan resesi dan depresi
  • Penyebab depresi ekonomi
  • Dampak depresi besar
  • Cara mengatasi depresi ekonomi

 

Pengertian Depresi Ekonomi

Pengertian depresi ekonomi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang parah dan berkepanjangan. Dalam ilmu ekonomi, depresi ekonomi umumnya didefinisikan sebagai resesi ekstrim yang berlangsung selama tiga tahun atau lebih atau yang menyebabkan penurunan produk domestik bruto (PDB) riil setidaknya 10% pada satu tahun tertentu. Depresi relatif lebih jarang terjadi dibandingkan resesi yang lebih ringan, dan cenderung disertai dengan pengangguran yang tinggi dan inflasi yang rendah.

Case, Fair, Oster menyatakan bahwa pengertian depresi ekonomi adalah resesi yang terjadi dalam waktu panjang dan dalam. Meskipun beberapa ahli ekonomi tidak saling sepakat kapan kondisi resesi ekonomi dapat dikatakan berubah menjadi depresi ekonomi. Bisa jadi kita akan menemukan beberapa pendapat yang berbeda mengenai kriteria depresi ekonomi tersebut. Namun salah satu peristiwa yang disepakati sebagai depresi ekonomi adalah great depression yang terjadi di Amerika sejak 1929.

Kondisi sebelum terjadinya depresi ekonomi tentu yang terjadi adalah kondisi resesi. Namun resesi yang terus berlanjut dan semakin parah akan dapat mengarah pada depresi. Periode terjadinya depresi ekonomi seringkali merupakan dampak aktivitas ekonomi yang menurun tercermin dari penurunan PDB. Dan penurunan pada depresi ini tentu lebih dalam dari yang terjadi pada resesi. Selain, itu dampak selanjutnya akan banyak mempengaruh variable makro ekonomi lainnya.

Salah satu contoh paling nyata dari depresi ekonomi adalah yang terjadi di Amerika pada tahun 1929. Depresi ekonomi berlangsung kira-kira satu dekade dan secara luas dianggap sebagai penurunan ekonomi terburuk dalam sejarah dunia industri. Itu dimulai tak lama setelah 24 Oktober 1929, kejatuhan pasar saham AS yang dikenal sebagai Kamis Hitam. Setelah bertahun-tahun berinvestasi dan spekulasi yang sembrono, gelembung pasar saham meledak dan aksi jual besar-besaran dimulai, dengan rekor perdagangan 12,9 juta saham.

Amerika Serikat sudah berada dalam resesi, dan pada hari Selasa berikutnya, pada 29 Oktober 1929, Dow Jones Industrial Average turun 12% dalam aksi jual massal lainnya, memicu dimulainya depresi ekonomi. Meskipun Depresi ekonomi dimulai di Amerika Serikat, dampak ekonomi dirasakan di seluruh dunia selama lebih dari satu dekade. Depresi Hebat ditandai dengan penurunan belanja konsumen dan investasi, dan oleh bencana pengangguran, kemiskinan, kelaparan, dan kerusuhan politik. Di AS, pengangguran naik menjadi hampir 25% pada tahun 1933, tetap menjadi dua digit hingga 1941, ketika akhirnya surut menjadi 9,66%.

 

Perbedaan resesi dan depresi

Perbedaan resesi dan depresi ekonomi dari sisi keparahan dampaknya tentu lebih fatal pada depresi ekonomi. Resesi adalah bagian normal dari siklus bisnis yang umumnya terjadi ketika PDB berkontraksi setidaknya selama dua kuartal. Sedangkan depresi  adalah penurunan ekstrim dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung selama bertahun-tahun, bukan hanya beberapa kuartal. Hal ini membuat resesi jauh lebih umum terjadi dibandingkan depresi.

Perbedaan resesi dan depresi juga terlihat dari dampak yang ditimbulkan. Pada kondisi resesi ekonomi ditandai oleh para ekonom sebagai dua kuartal berturut-turut dari pertumbuhan PDB negatif, bahkan jika periode kontraksi tersebut relatif ringan. Sebaliknya, depresi ditandai dengan penurunan PDB setahun lebih dari 10% atau lebih. Dampak yang ditimbulkan sangat besar termasuk pada masalah pengangguran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top