Barang Inferior dan Barang Normal

Barang Inferior dan barang normal

Pembahasan barang inferior dan barang normal penting untuk dipelajari untuk memahami pengaruh perubahan pendapatan terhadap permintaan barang. Karena kedua jenis barang ini memiliki dampak yang berbeda ketika terjadi perubahan pendapatan. Oleh karenanya, barang normal dan barang inferior memiliki pengaruh pada permintaan barang yang berbeda.

Langsung saja disimak penjelasannya.

Barang normal

Barang normal adalah barang yang dimana permintaan mengalami kenaikan ketika terjadi kenaikan pendapatan atau juga dimana permintaan mengalami penurunan ketika pendapatan mengalami penurunan. Barang normal (normal goods) menjadi bagian penting dalam pembahasan teori permintaan barang mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang. Terlebih khusus saat membahas syarat yang diperlukan dalam analisis pengaruh pendapatan terhadap permintaan barang.

Ketika terjadi perubahan pendapatan seseorang, maka permintaan barang akan ikut berubah. Sebelumnya telah dibahas bahwa ketika pendapatan seseorang mengalami kenaikan pendapatan akan menyebabkan permintaan meningkat. Secara konsep, seperti itulah yang diharapkan. Pendapatan yang semakin tinggi berarti seseorang memiliki daya beli atau kemampuan membeli barang yang lebih tinggi.

Selain pendapatan, yang menunjukkan adanya daya beli atau kemampuan membeli barang yang lebih tinggi juga termasuk akumulasi tabungan dan juga kekayaan bersih. Pendapatan dan kekayaan yang tinggi diharapkan mendorong kenaikan permintaan barang. Jenis barang yang dibeli saat terjadi kenaikan pendapatan inilah yang dikatakan sebagai barang normal.

Contoh barang normal diantaranya yaitu tiket bioskop, makanan restaurant, HP, dan pakaian.

 

Barang inferior

Barang inferior adalah barang yang dimana permintaan mengalami kecenderungan menurun ketika pendapatan mengalami kenaikan. Barang inferior ini menjadi barang yang sifatnya kebalikan dari barang normal diatas. Dalam keadaan tertentu, kadang-kadang kita menemukan kenyataan bahwa permintaan barang justru menurun ketika pendapatan mengalami kenaikan.

Kita ambil contoh pada daging. Saat pendapatan seseorang mengalami kenaikan, permintaan akan daging dengan kualitas rendah bisa saja menurun. Seseorang yang pendapatannya meningkat, akan mampu membeli daging dengan kualitas terbaik. Dengan peningkatan pendapatan justru permintaan daging yang berkualitasnya yang meningkat. Namun, disisi lain, permintaan akan daging dengan kuaitas rendah akan menurun. Barang yang permintaannya menurun saat terjadi peningkatan pendapatan inilah yang dikatakan sebagai barang inferior.

Beberapa ekonom memberikan contoh untuk barang inferior ini termasuk motor kecil, kentang dan bahkan nasi. Barang-barang tersebut dapat dibeli oleh masyarakat bahkan dengan yang berpendapatan rendah.

Pada pembahasan pengaruh kenaikan pendapatan atau kekayaan terhadap permintaan barang akan diharapkan terjadinya kenaikan permintaan. Kondisi tidak biasa pada barang inferior, menjadi pengecualian.

Bila pada barang normal, kenaikan pendapatan atau kekayaan akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Namun pada barang inferior, justru kurva permintaan akan bergeser ke kiri saat terjadinya kenaikan pendapatan.

 

Semoga pembahasan barang inferior dan barang normal ini membantu memperdalam pemahaman kita mengenai teori permintaan barang. Lebih khusus lagi mengenai pengaruh pendapatan pada permintaan barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top