Pengertian barang Giffen dan Contoh Barang Giffen

Pengertian barang giffen

Barang giffen menjadi pembahas yang tidak akan terlepas dari topik permintaan dan penawaran barang. Teori permintaan barang yang sekarang banyak dijadikan acuan tidak akan terlepas dari konsep yang dibawa oleh Marshall. Pada kurva permintaan yang dibuat Marshall menggambarkan hubungan harga atau variabel lainnya terhadap kuantitas barang yang diminta.

Namun dalam konsep permintaan barang ini terdapat beberapa pengecualian. Salah satu pengecualian tersebut yaitu pada barang giffen. Pada teori permintaan kita mengenal hukum permintaan yang menyatakan bahwa semakin tinggi harga barang maka permintaan akan menurun. Barang giffin menjadi salah satu pengecualian atas hukum permintaan tersebut.

Marshall dalam bukunya Principles of economics, telah menyinggung adanya kemungkinan penyimpangan dari hukum permintaan tersebut. Kondisi lain mungkin saja terjadi seperti dimana saat terjadi kenaikan harga justru menyebabkan permintaan barang meningkat. Hal ini didasarkan pada Giffen Paradox yang diungkapkan oleh Sir Robert Giffen. Kondisi pengecualian seperti ini bisa terjadi pada barang yang kita katakan sebagai barang giffen.

Barang giffen adalah barang inferior yang melekat dalam pikiran manusia pada masa-masa sulit. Kondisi seperti ini jarang terjadi dan kondisinya berlawanan dengan hukum permintaan yang berlaku umumnya. Arti barang giffen disini adalah barang yang dimana terjadi kenaikan harga justru menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan.

Tidak serta merta suatu barang, meskipun barang inferior, dapat dikatakan sebagai barang giffen. Menurut Hicks setidaknya ada 3 syarat utama agar suatu barang dapat dikatakan sebagai barang giffen:

  1. Barang tersebut harus tergolong barang inferior yang memiliki efek pendapatan negatif yang kuat
  2. Efek substitusi yang dimiliki harus kecil sehingga tidak beralih membeli barang lain
  3. Porsi pendapatan yang digunakan untuk membeli barang inferior harus besar.

 

Contoh barang giffen

Sir Robert Giffen mendapati kondisi paradox yang dimana berbeda dari hukum permintaan biasanya. Kondisi yang ditemukan dimana terjadi kenaikan harga roti membuat pengeluaran besar pada sumber daya (pendapatan) keluarga pekerja miskin dan meningkatkan begitu banyak utilitas marjinal kepada mereka, sehingga mereka dipaksa untuk mengurangi konsumsi daging dan makanan mahal, dan roti masih menjadi makanan termurah yang bisa mereka dapatkan dan dibeli, mereka makan lebih banyak roti dan tidak menguranginya.

Kasus Roti diatas terjadi di Irlandia, dimana masyarakat miskin mengurangi makan daging dan beralih pada menambah makanan berupa roti. Pada kasus tersebut mengkonsumsi daging sulit dijangkau oleh masyarakat miskin, dan roti menjadi satu-satunya alternative yang dapat mereka beli. Hal ini menjadi contoh barang giffen yang paling bisa dipercaya.

Kasus barang giffen ini tidak selalu terjadi sehingga cukup sulit dan jarang ditemukan contoh kasus dalam dunia nyata. Tidak heran beberapa ekonom cukup skeptic mengenai keberadaan barang giffen. Keraguan akan adanya barang giffen ini tentu wajar mengingat sulitnya menemukan bukti nyata keberadaan barang giffen.

Contoh barang giffen yang lain yaitu pada kasus harga beras. Ekonom dari Harvard, Robert Jensen dan Nolan Miller mencoba melakukan penelitian untuk membuktikan giffen paradox pada tahun 2007.  Jensen dan Miller melakukan penelitian eksperimen di Provinsi Hunan di China. Nasi menjadi makanan pokok di Hunan, dan penelitian Jensen dan Miller mencoba memberikan voucher untuk subsidi pembelian makanan pokok.

Hasil penelitian mereka memberikan bukti kuat adanya perilaku sesuai dengan barang giffen pada kasus beras di Hunan China. Adanya voucher subsidi harga makanan pokok menjadikan harga beras turun, namum permintaan akan beras justru ikut menurun. Sebaliknya, ketika subsidi di cabut yang menyebabkan harga makanan pokok meningkat, justru permintaan akan makanan pokok meningkat. Hal ini menjadi contoh barang giffen dalam dunia nyata berdasarkan hasil riset.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top