Hukum permintaan dan penawaran

Hukum permintaan dan penawaran membicarakan mengenai hukum umum yang menjelaskan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ingin dibelil konsumen dan jumlah barang yang ingin dijual oleh produsen/perusahaan. Pada uraian materi ini kita akan menjelaskan beberapa hal berikut:

  • Hukum permintaan dan Bunyi hukum permintaan
  • Contoh hukum permintaan dan kurva permintaan
  • Hukum penawaran, bunyi hukum penawaran dan kurva penawaran

 

Hukum permintaan dan bunyi hukum permintaan

Hukum permintaan adalah satu bagian penting yang dipelajari dalam ilmu ekonomi. Dalam ilmu ekonomi kita mempelajari perilaku manusia yang terkait pilihan-pilihan atau keputusan yang dibuatnya. Diantara pilihan-pilihan yang harus dibuat manusia yaitu mengenai pilihan berapa banyak barang dan jasa yang harus mereka konsumsi. Perilku manusia dalam menentukan pilihan seberapa banyak barang dan jasa yang ingin mereka beli (kuantitas permintaan) salah satunya dibahas dalam hukum permintaan.

Kuantitas permintaan barang dan jasa adalah jumlah yang konsumen rencanakan untuk dibeli selama periode waktu tertentu pada tingkat harga tertentu (Parkin). Kuantitas permintaan tidak sama dengan kuantitas barang aktual yang dibeli. Dalam pembahasan teori permintaan seringkali kita menggambarkan mengenai kuantitas permintaan yang menunjukkan jumlah barang yang ingin dibeli.

Kuantitas permintaan barang diukur dari jumlah unit barang per satuan waktu. Misalkan saja anda ingin membeli ayam goreng sebanyak 2 potong setiap minggu, ingin membeli ice cream sebanyak 5 buah setiap bulan, dan lainnya. Kuantitas permintaan ini diukur dari ukuran yang jelas ukuran unit dan waktu nya.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan seorang individu untuk membeli seberapa banyak jumlah barang ditentukan oleh pengaruh harga barang. Contohnya saat terjadi diskon harga untuk pembelian barang tertentu, apakah permintaan barang tersebut meningkat? Tentu saja. Hubungan antara harga barang dan kuantitas permintaan barang seperti ini digambarkan dalam hukum permintaan.

Bunyi hukum permintaan adalah

Semakin tinggi harga barang, akan semakin sedikit kuantitas permintaan barang. Dan semakin rendah harga barang, akan semakin tinggi kuantitas permintaan barang. Dengan asumsi bahwa hal-hal lain diluar itu dianggap sama.

Dari hukum permintaan diatas dapat dipahami bahwa hubungan antara harga barang dan kuantitas permintaan barang bersifat berbanding terbalik (negatif). Artinya setiap terjadi kenaikan harga, akan membuat konsumen untuk menurunkan kuantitas permintaan barang. Sebaliknya, dengan harga barang yang semakin murah justru akan membuat jumlah yang ingin dibeli konsumen akan semakin banyak.

Baca juga: Teori Permintaan

Baca juga: Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan

Baca juga: Permintaan pasar dan permintaan individu

Baca juga: Keseimbangan Pasar

Ada dua konsep yang dapat menjelaskan mengapa perilaku manusia pada umum sesuai dengan hukum permintaan. Pertama, dari konsep efek substitusi dan efek pendapatan yang mengaitkan perilaku konsumsi seseorang dengan opportunity cost yang ada. Kedua, konsep utilitas dan kendala anggaran. Kedua konsep tersebut menjelaskan pada tingkat yang lebih mendasar alasan seseorang mengapa melakukan permintaan barang dan bagaimana perilakunya. Pada bagian ini tidak dijelaskan lebih detail, silahkan membaca pada tulisan berikut:

Baca juga: Efek substitusi dan efek pendapatan

Baca juga: Utilitas

Baca juga: Kendala Anggaran (budget constraint)

Baca juga: Teori perilaku konsumen

 

Contoh hukum permintaan dan kurva permintaan

Pada bagian ini kita mengilustrasikan contoh hukum permintaan bekerja. Disini kita memberikan contoh hukum permintaan melalui kurva permintaan.

Kurva permintaan adalah kurva yang memperlihatkan hubungan antara kuantitas permintaan barang dan jasa dengan harga barangnya dengan asumsi variabel lain diluar hal tersebut dianggap konstan (tidak berubah). Pada hukum permintaan kita menjelaskan kaitan antara harga barang dan kuantitas barang yang ingin dibeli, dan hubungan tersebut bila dibuatkan dalam bentuk kurva akan menjadi kurva permintaan.

Perhatikan kurva permintaan berikut :

Kurva Permintaan - Hukum permintaan

Dengan bantuan kurva permintaan diatas kita akan melihat bagaimana contoh hukum permintaan bekerja. Anggap saja kurva permintaan diatas menjelaskan permintaan seseorang untuk roti. Mari kita ilustrasikan bagaimana perilaku permintaan roti dari seseorang bernama Leo.

Pada saat harga sebungkus roti sebesar 9.000 rupiah per bungkus roti, Leo hanya ingin membeli satu bungkus roti saja (Titik A). Pada kondisi bila harga sebungkus roti sebesar 5.500, Leo dalam posisi ini ingin membeli roti lebih banyak yaitu menjadi 2 bungkus. Begitupula seterusnya. Bahkan bila harga roti mendi sangat murah yaitu seharga 1.000 rupiah per bungkus roti, maka kuantitas permintaan roti yang diinginkan Leo yaitu sebanyak 9 bungkus roti. Dari sisi konsep utilitas, seseorang ingin memperbanyak konsumsi atau kuantitas permintaan barang karena akan memberikan tingkat kepuasan atau kebermanfaat yang semakin besar bagi individu tersebut.

Pada kurva permintaan ini kita dapat melihat contoh hukum permintaan bekerja. Dimana harga barang yang semakin murah akan membuat kuantitas permintaan barang tersebut menjadi lebih banyak. Dari kurva permintaan tersebut dapat dilihat bagaimana hukum permintaan bekerja ini. Disini dapat dipahami bagaimana perilaku manusia sehubungan dengan kaitan harga barang dan kuantitas permintaan barangnya. Keputusan seorang individu dalam membeli barang tentu dipengaruhi banyak faktor lain juga, namun dalam kotenks pembahasan hukum permintaan ini, faktor diluar harga barang kita asumsikan bersifat konstan atau tidak berubah.

 

Hukum penawaran, bunyi hukum penawaran dan kurva penawaran

Pada pembahasan hukum permintaan diatas membicarakan perilaku manusia yang berperan sebagai konsumen dalam menentukan pilihan yang berkaitan dengan kuantitas permintaan dan harga barang. Kebalikannya, pada hukum penawaran akan membicarakan perilaku manusia sebagai produsen/perusahaan dalam menentukan pilihan seberapa banyak barang dan jasa yang ingin dijual.

Pada hukum penawaran akan membicara hubungan antara harga barang dan kuantitas penawaran barang dan jasa yang dilakukan produsen. Kuantitas penawaran barang dan jasa adalah jumlah yang produsen rencanakan untuk dijual pada periode tertentu dengan tingkat harga tertentu. Ukuran dari kuantitas penawaran barang juga dilihat dalam ukuran dan waktu yang jelas. Misalkan produsen ingin menjual 100 baju dalam satu hari, seoarang penjual buah ingin menawarkan 50 kg buah mangga per hari, dan lainnya.

Sama dengan pada hukum permintaan diatas, pada hukum penawaran ini hanya melihat keterkaitan antara harga barang dan kuantitas penawaran barang. Adapun pengaruh hal-hal lain diluar itu dianggap konstan/sama.

Adapun bunyi hukum penawaran yaitu

Semakin tinggi harga barang, akan semakin banyak kuantitas penawaran barang. Dan semakin rendah harga barang, akan semakin sedikit kuantitas penawaran barang. Dengan asumsi bahwa hal-hal lain diluar hal tersebut dianggap sama.

Dari bunyi hukum penawaran diatas dapat dipahami keterkaitan harga barang dan kuantitas penawaran barang bersifat positif atau berbanding lurus. Artinya dengan harga barang yang semakin tinggi, akan membuat produsen ingin menjual barang yang semakin banyak. Sebaliknya, dengan tingkat harga barang yang semakin rendah, maka kuantitas penawaran barang oleh produsen akan semakin rendah pula.

Baca juga: Teori penawaran

Baca juga: Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran

Baca juga: Penawaran pasar dan penawaran individu

Produsen mempunyai motif untuk mencari keuntungan atau profit. Dengan tingkat harga yang lebih tinggi akan memberikan indikasi ada potensi keuntungan yang akan diperoleh lebih tinggi. Disini jangan dipahami secara parsial. Kurva penawaran dan konsep penawaran pada pembahasan ini mencerminkan keinginan atau rencana dari produsen bukan penjualan actual. Pada tingkat harga lebih tinggi, produsen ingin dan berencana untuk menawarkan lebih banyak barang dan jasa.

Agar konsep hukum penawaran dapat lebih dipahami, mari kita buat sebuah contoh bagaimana hukum penawaran bekerja. Sebagai contoh hukum penawaran yang telah dijelaskan diatas, kita akan membuat ilustrasi dalam bentuk kurva penawaran. Perhatikanlah kurva penawaran berikut:

Kurva Penawaran - Hukum penawaran

Pada kurva penawaran diatas kita melihat contoh hukum penawaran bekerja. Misalkan kita ilustrasikan penawaran roti oleh produsen. Pada titik G, diketahui pada tingkat harga 1000 rupiah, produsen hanya ingin menjual roti sebanyak satu bungkus perhari. Pada tingkat harga yang lebih tinggi semisal titik F dengan harga roti sebesar 1500 rupiah, ternyata produsen hanya ingin kuantitas penawaran roti sebesar 3 bungkus perhari. Pada tingkat harga lebih tinggi seperti titik E, D, C, B, dan A terlihat kuantitas penawaran barang semakin banyak pula.

Pada kurva penawaran diatas kita melihat bahwa hukum penawaran bekerja. Semakin tinggi harga barang, maka akan semakin besar kuantitas penawaran roti yang dilakukan produsen. Dan pada tingkat harga yang lebih rendah, produsen cenderung ingin kuantitas penawaran barangnya semakin sedikit.

 

Pembahasan mengenai hukum permintaan dan penawaran ini hanya menjadi salah satu bagian kecil dalam pembahasan teori permintaan dan penawaran. Untuk rangkaian lengkap pembahasan teori permintaan dan penawaran mencakup beberapa pembahasan berikut:

  1. Teori permintaan dan penawaran
  2. Hukum permintaan dan penawaran
  3. Faktor yang mempengaruhi permintaan
  4. Barang inferior dan barang normal
  5. Barang Giffen
  6. Barang Substitusi dan komplementer
  7. Faktor yang mempengaruhi penawaran
  8. Permintaan pasar dan permintaan individu
  9. Penawaran pasar dan penawaran individu
  10. Keseimbangan pasar
  11. Kelebihan permintaan dan penawaran
  12. Perubahan keseimbangan pasar

 

Intisari dari pembahasan ini bahwa hukum permintaan berkaitan dengan hukum yang menjelaskan kaitan harga barang dan kuantitas permintaan. Hubungan yang tercipta bersifat negatif, dimana harga yang tinggi membuat kuantitas permintaan menurun, dan begitu pula sebaliknya. Sedangkan hukum penawaran menjelaskan kaitan harga barang dan kuantitas penawaran, yang mana hubungannya bersifat positif. Semakin tinggi harga barang maka kuantitas penawaran oleh produsen akan semakin tinggi.

Semoga pembahasan hukum permintaan dan penawaran ini bermanfaat. Terimkasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top