Kelebihan permintaan dan penawaran

Konsep kelebihan permintaan dan penawaran harus dipahami agar tidak bingung ketika membahas bagaimana terjadinya perubahan keseimbangan pasar. Pada kondisi ekuilibrium atau keseimbangan pasar, yang terjadi adalah jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran.

Namun pada pembahasan teori penawaran dan permintaan, kita mengetahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan jumlah permintaan dan ada juga faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan jumlah penawaran.

Kita mengetahui kondisi keseimbangan pasar sudah tercapai pada titik ekuilibrium. Pada kondisi ini cenderung harga barang sudah tidak berubah, jumlah permintaan dan penawaran pun tidak berubah. Namun apabila suatu kondisi terjadi yaitu adanya perubahan pada faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran, maka kondisi keseimbangan pasar juga akan berubah.

Untuk dapat memahami bagaimana perubahan keseimbangan pasar, kita harus memahami terlebih dahulu konsep kelebihan permintaan dan kelebihan penawaran. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini akan membahas dua hal yaitu:

  1. Kelebihan Permintaan
  2. Kelebihan Penawaran

 

KELEBIHAN PERMINTAAN

Kelebihan permintaan adalah kondisi dimana jumlah permintaan lebih besar dibandingkan jumlah penawaran pada tingkat harga saat ini. Karena jumlah permintaan lebih besar maka kondisi yang terjadi yaitu kekurangan barang. Barang yang ingin dijual oleh perusahaan pada kondisi ini lebih sedikit dibandingkan jumlah barang yang ingin dibeli oleh konsumen.

Untuk lebih memahami konsep kelebihan permintaan, perhatikanlah kurva yang menggambarkan kelebihan permintaan berikut:

Kurva kelebihan permintaan output - konsep kelebihan permintaan dan penawaran

Pada kurva diatas kita dapat melihat ilustrasi terjadinya kelebihan permintaan pada saat tingkat harga barang sebesar 4.000 rupiah. Misalkan saja kurva diatas mengenai kue. Pada saat harga satu kue sebesar 4.000 rupiah, terjadi kelebihan permintaan. Pada kurva permintaan (warna hijau), kita mendapati jumlah permintaan barangnya sebesar 8 kue pada saat harga per kue sebesar 4.000. Namun, dengan jumlah barang yang ingin ditawarkan atau dijual oleh produsen hanya sebanyak 3 kue. Kondisi inilah yang dikatakan sebagai kelebihan permintaan.

Ada beberapa penjelasan mengenai peristiwa kelebihan permintaan ini. Pertama, tingkat harga akan cenderung meningkat. Karena yang ingin membeli jumlahnya banyak sedangkan jumlah barang yang ingin dijual oleh produsen jumlah sedikit, maka konsumen harus bersaing untuk mendapatkan barang tersebut. Karena adanya persaingan untuk mendapatkan barang, maka yang membayar paling tinggi yang akan mendapatkan, sehingga kenaikan harga akan terjadi.

Kedua, karena tingkat harga meningkat, maka yang terjadi produsen akan meningkatkan jumlah penawaran barang. Dengan asumsi ceteris paribus, kenaikan harga barang berarti semakin besar profit yang didapatkan produsen. Ini dapat menjadi alasan produsen untuk meningkat jumlah penawaran barang.

Ketiga, apa yang terjadi pada penjelasan satu dan dua diatas, akan berlangsung hingga tercapainya kondisi ekuilibrium atau keseimbangan. Harga akan cenderung meningkat sampai mencapai tingkat ekulibrium pada titik E. Jumlah permintaan yang sebelumnya terjadi kelebihan permintaan, maka dengan naiknya harga akan mengalami penurunan jumlah permintaan. Penurunan jumlah permintaan ini terjadi hingga mencapai ekuilibrium sehingga jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. Dari sisi penawaran, jumlah penawaran barang oleh produsen akan meningkat hingga mencapai titik ekuilibrium.

 

KELEBIHAN PENAWARAN

Kelebihan penawaran adalah kondisi dimana jumlah barang yang ditawarkan atau ingin dijual produsen melebihi jumlah barang yang diminta konsumen pada tingkat harga saat ini. Kelebihan penawaran ini dapat dikatakan juga sebagai kondisi surplus, karena ada kelebihan barang yang ditawarkan.

Agar lebih memahami, perhatikan kurva kelebihan penawaran berikut:

Kurva kelebihan penawaran output- konsep kelebihan permintaan dan penawaran

Ilustrasi pada gambar diatas memperlihatkan terjadinya kondisi kelebihan penawaran. Pada saat harga barang sebesar 8.000 rupiah per barang, jumlah penawara sebanyak 8 barang, sedangkan jumlah permintaan barang hanya sebesar 3 barang. Dari sini terlihat bahwa jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen jauh lebih banyak dibanding jumlah barang yang diminta konsumen.

Bila terjadi kelebihan penawaran, maka akan menyebabkan terjadinya penurunan harga barang. Proses bagaimana harga barang bisa turun karena kelebihan penawaran ini bisa bermacam-macam motif dan mekanisme. Namun intinya sama yaitu kelebihan penawaran akan membuat harga barang menurun.

Pada saat harga barang menurun, jumlah penawaran barang oleh produsen akan berkurang. Sedangkan jumlah permintaan barang dari konsumen akan bertambah. Penyesuaian jumlah barang yang ditawarkan produsen dan jumlah barang yang diminta konsumen akan terus terjadi sampai terbentuk keseimbangan. Pada ilustrasi diatas terlihat bahwa kondisi keseimbangan terjadi pada titik E dengan tingkat harga sebanyak 6.000 per barang dan kuantitas sebanyak 6 barang.

 

Dari penyampaian diatas dapat kita simpulkan bahwa,

Kelebihan permintaan terjadi ketika jumlah permintaan barang lebih tinggi dari jumlah penawaran barang. Adanya kelebihan permintaan akan membuat harga barang meningkat sampai membentuk keseimbangan. Sedangkan kelebihan penawaran terjadi pada saat jumlah penawaran barang lebih besar dibandingkan jumlah permintaan barang. Kelebihan penawaran akan membuat harga barang menurun sampai mencapai ekuilibrium.

Sekian pembahasan singkat kelebihan permintaan dan penawaran. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top