Utilitas

Adanya utilitas menjadi alasan seseorang melakukan konsumsi atau membeli suatu barang atau jasa. Ketika membericarakan teori permintaan barang, kita hanya mengatakan bahwa tingkat harga X seseorang ingin membeli sejumlah Y barang. Namun secara lebih mendalam mengapa alasan seseorang mau membeli barang sejumlah Y tersebut?

Pembahasan mengenai utilitas ini ingin membicara lebih dalam terkait mengapa seseorang ingin membeli atau mengkonsumsi. Mengapa ada kurva permintaan yang menggambarkan seberapa jumlah barang yang ingin dibeli pada tingkat harga tertentu. Hal yang lebih mendasar alasan mengapa seseorang melakukan konsumsi atau permintaan barang pasti akan bergantung pada selera atau preferensi seseorang. Pembahasan mengenai utilitas ini akan membicarakan mengenai preferensi atau selera seseorang sehingga mau membeli atau mengkonsumsi suatu barang atau jasa.

 

Pengertian Utilitas

Pengertian utilitas adalah kepuasan yang dihasilkan oleh sebuah produk. Didunia ini begitu banyak pilihan barang atau jasa yang bisa dibeli. Dalam membuat memilih barang atau jasa yang ingin dibeli, tentu sebagai rumah tangga atau konsumen akan memilih membeli sesuatu yang diinginkan. Artinya bagi seseorang, barang yang ingin dibeli tersebut lebih disukai (mempunyai preferensi) dibandingkan dengan pilihan barang lainnya yang ada.

Secara konsep ekonomi, pembenaran atas atas preferensi seseorang untuk membeli suatu barang dikenal dengan istilah utilitas. Seseorang membeli barang karena ada utilitas yang didapatkan dari barang tersebut. Karena preferensi tiap orang berbeda, konsep utilitas ini sebenarnya menggambarkan secara relatif bagi seseorang bahwa barang yang ingin dibeli itu lebih disukai dibandingkan barang lainnya. Oleh karenanya, utilitas adalah kepuasan yang didapatkan dari membeli suatu barang secara relatif dibanding dengan barang lainnya.

Dalam Bahasa yang lebih sederhana bahwa arti utilitas adalah manfaat atau kepuasan yang diperoleh seseorang karena mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Alasan seseorang membeli atau mengkonsumsi suatu barang karena orang tersebut menganggap bahwa barang yang dibeli memberikan manfaat atau kepuasan atau utilitas bagi dirinya. Oleh sebab itu, dalam ekonomi kita mengenal utilitas sebagai ukuran kepuasan yang didapatkan seseorang dari mengkonsumsi suatu barang.

 

Utilitas Total (Total Utility) dan Utilitas Marginal (Marginal Utility)

Pernah kalian ketika berbelanja membeli beberapa pasang pakaian? Ketika membeli satu pasang pakaian kalian akan merasa puas. Lalu kalian menambah membeli tambahan satu pasang pakaian lagi, lantas kepuasan akan bertambah. Lalu kalian terus menambah lagi membeli pakaian hingga 5 pasang. Ketika membeli satu pasang pakaian ada kepuasan yang didapatkan. Begitu pembelian ditambah juga masih terus menambah kepuasan.

Kepuasaaan saat membeli pertama kali dan kelima kali tentu berbeda tingkat kepuasannya. Sama halnya ketika anda haus, ketika minum gelas pertama anda akan sangat puas, namun kalau minum sampai 20 gelas bagaimana rasanya? Tentu beda tingkat kepuasannya. Terkait pembahasan kepuasan ini, kita harus mengenal istilah utilitas total dan utilitas marginal.

Utilitas total (total utility) adalah jumlah total kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi barang atau jasa. Utilitas total membicarakan tingkat kepuasan total dari seluruh konsumsi barang tersebut. Misalkan kasus membeli 5 pasang pakaian diatas, utilitas total membicarakan keseluruhan utilitas yang didapatkan dari membeli 5 pasang pakaian tersebut.

Sedangkan utilitas marginal (marginal utility) adalah tambahan kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi atau menggunakan tambahan 1 unit barang atau jasa. Utilitas marginal membicarakan tambahan utilitas yang diperoleh setiap menambah satu konsumsi barang. Misalkan kasus membeli pakaian tadi, saat membeli pakaian pertama katakana anda sangat puas sekali dan anda memberi nilai kepuasan anda sebesar 10. Lalu membeli pakaian ke 2, kepuasan dari membeli pakaian kedua bisa 8. Kepuasan anda memang bertambah, namun tambahan kepuasan yang diperoleh tidak sebesar saat pertama kali membeli pakaian.

Untuk mempelajari utilitas total dan utilitas marginal secara lebih dalam termasuk terkait, perhitungan, tabel, grafik dan penjelasannya dapat dibaca pada link berikut:

Baca selengkapnya: Utilitas Total dan Utilitas Marginal

Sejauh ini kita telah memahami bahwa alasan seseorang membuat keputusan untuk melakukan konsumsi atau adanya permintaan barang karena adanya utilitas yang diperoleh. Lantas apakah karena alasan utilitas, seseorang akan mengkonsumsi barang dalam jumlah tak terhingga? Misalkan contoh meminum air diatas. Karena katakanlah air itu gratis ataupun murah harganya, akan seseorang meminum air dalam jumlah tak terhingga? Kalau anda haus akankah anda meminum 20 gelas air saat itu? Jawabannya tentu hampir dipastikan tidak dilakukan orang-orang pada umumnya. Mengapa hal tersebut terjadi?

Untuk menjawab hal tersebut, kita perlu mengetahui perilaku konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Pada pelajari perilaku konsumen kita akan mempelajari hubungan antara jumlah barang yang dikonsumsi dengan utilitas yang didapatkan. Pelajari pada link berikut ini:

Baca selengkapnya: Perilaku konsumsi dalam rumah tangga

Baca selengkapnya: Teori Perilaku Konsumen

 

Alokasi pendapatan untuk memaksimalkan utilitas (kepuasan)

Ketika berbicara mengenai konsumsi, kita telah mengetahui bahwa alasan keputusan konsumsi yang dilakukan konsumen karena mencari utilitas. Utilitas yang diharapkan tentu adalah utilitas maksimum. Oleh karenanya konsumen akan melakukan upaya memaksimalisasi utilitas (kepuasan) dengan berbagai batasan (constrain) yang dihadapi. Ada beberpa hal yang dapat mempengaruhi keputusan konsumsi dalam memaksimalisasi utilitas diantaranya pendapatan, harga barang atau jasa, dan ketersediaan alternatif.

Bagi seorang konsumen, yang menjadi kendala dalam konsumsi yang mereka lakukan adalah pendapatan atau kekayaan yang terbatas. Keterbatasan pendapatan yang dimiliki menyebabkan seorang konsumen tidak dapat berbelanja melebihi kemampuan keuangannya. Pendapatan akan jadi kendala mereka. Hal ini dalam perilaku konsumsi akan dikenal sebagai kendala anggaran (budget constraint / budget line).

Seseorang hanya dapat melakukan konsumsi dibawah batasan anggaran yang dimiliki. Sehingga untuk dapat memaksimalisasi utilitas, yang dilakukan konsumen yaitu dengan memanfaat seluruh anggarannya agar mampu memaksimumkan utilitasnya.

Pada tulisan mengenai indifference curve dan garis anggaran kami menjelaskan bahwa seseorang ingin mencapai utilitas tertinggi. Namun dengan adanya kendala anggaran membuat seorang konsumen hanya dapat memaksimalkan utilitasnya dalam area budget constraint yang ada. Dalam tulisan keseimbangan konsumen, kami menjelaskan bagaimana konsumen memaksimalisasi utilitas mereka. Cara yang dilakukan untuk memaksimalisasi utilitas yaitu dengan mendorong utilitas maksimum (indifference curve) maksimum namun dengan tetap menjaga biaya minimum.

Baca selengkapnya: Kurva indiferen dan kendala anggaran

Baca selengkapnya: Keseimbangan konsumen

 

Secara singkat kita memahami utilitas sebagai kepuasan atau manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi barang atau jasa. Karena adanya utilitas yang diperole dari membeli barang inilah yang  menjadi alasan seseorang mau melakukan permintaan barang. Demikian pembahasan singkat mengenai utilitas ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top