Deadweight Loss

Deadweight loss adalah jumlah kehilangan surplus produsen dan surplus konsumen baik karena kurang produksi (underproduction) ataupun kelebihan produksi (overproduction). Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa deadweight loss membicarakan mengenai surplus konsumen dan produsen. Untuk melanjutkan membaca pembahasan ini, anda harus terlebih dahulu memahami konsep surplus konsumen dan surplus produsen. Anda yang membaca ini dianggap telah paham konsep tersebut.

Baca juga: Surplus konsumen dan surplus produsen

Sebelumnya, kita telah mempelajari cara memaksimalkan surplus konsumen dan surplus produsen. Pada pasar persaingan (sistem pasar), akan memaksimalkan surplus yang didapat konsumen dan surplus yang didapatkan produsen.

Surplus konsumen berarti ada manfaat yang diperoleh konsumen dari kelebihan dalam harga yang harus dibayarkan. Konsumen bersedia membayar lebih mahal namun mendapatkan harga yang harus dibayar lebih murah. Dengan memaksimalkan surplus konsumen, berarti konsumen mendapatkan manfaat yang besar dengan menerima harga yang lebih murah dari yang bersedia konsumen bayarkan.

Begitu juga pada surplus produsen memberikan kompensasi lebih kepada produsen. Pada pasar persaingan, diupayakan agar memaksimumkan surplus produsen. Surplus produsen berarti ada kompensasi lebih yang diterima oleh produsen dari kelebihan harga yang diterima dengan biaya produksi.

Memaksimumkan surplus konsumen dan surplus produsen akan memberikan manfaat baik konsumen maupun produsen. Lantas apa yang terjadi bila surplus konsumen dan surplus produsen ini tidak dimaksimumkan? Bila kondisi itu terjadi, itu lah yang dikatakan sebagai deadweight loss.

Sebagaimana telah disebutkan pada pengertian deadweight loss diatas, ada kehilangan surplus produsen dan surplus konsumen yang terjadi. Deadweight loss menggambarkan sebesarapa besar kehilangan tersebut. Terjadinya deadweight loss dapat terjadi karena ada kelebihan produksi (overproduction) maupun karena kekurangan produksi (underproduction).

Deadweight Loss dari Underproduction

Deadweight loss karena underproduction dapat ditunjukkan pada kurva berikut:

Kurva Deadweight loss from underproduction

Perhatikan lebih dulu kurva maksimalisasi surplus konsumen dan produsen diatas. Kita melihat surplus konsumen warna hijau, dan surplus produsen warna kuning, dengan memaksimalkan keduanya tercapai pada harga 15 rupiah dan kuantitas sebesar 30 (permintaan maupun penawaran).

Sekarang perhatikan kembali kurva deadweight loss karena underproduction. Bila pada saat memaksimalkan surplus konsumen dan produsen, jumlah barang yang diminta atau ditawarkan sebesar 30. Saat terjadinya underproduction, produsen menawarkan jumlah barang kurang dari 30, misalkan penawaran dari produsen hanya sebesar 20 barang. Dengan produksi hanya sebesar 20, sejatinya produsen kehilangan surplus yang masih bisa di tingkatkan bila berproduksi sebesar 30 barang. Dari sisi konsumen juga kehilangan surplus konsumen karena tidak dapat menikmati membeli barang sebanyak 30 karena produksi kurang.

Dalam contoh kasus ini terjadi kekurangan produksi. Hal tersebut akan membuat surplus konsumen dan surplus produsen tidak maksimum. Tidak maksimumnya disini berasal dari produksi yang kurang. Tidak maksimumnya surplus konsumen dan produsen disini berarti telah terjadi kehilangan surplus konsumen dan surplus produsen yang seharusnya dapat dimaksimumkan. Kehilangan surplus konsumen dan surplus produsen karena kekurangan produksi ini yang dikatakan sebagai deadweight loss yang berasal dari kekurangan produksi (underproduction). Deadweight loss dari underproduction terlihat dari daerah yang berwarna merah pada kurva.

 

 

 

Deadweight Loss karena Overproduction

Deadweight loss karena overproduction dapat ditunjukkan kurva dibawah ini:

Kurva Deadweight loss from overproduction

Konsep deadweight loss karena kelebihan produksi (overproduction) yaitu adanya kehilangan surplus konsumen dan produsen karena produsen menawarkan barang terlalu banyak. Penawaran barang yang terlalu banyak akan membuat harga barang turun. Konsumen akan menghargai dengan harga yang lebih rendah untuk kelebihan penawaran yang dilakukan produsen. Harga yang lebih rendah ini tidak cukup untuk mencover biaya sehingga produsen akan kehilangan surplusnya.

Setiap produksi diatas jumlah yang seharusnya akan membuat biaya yang ditanggung untuk setiap produksi kelebihan tersebut akan lebih besar daripada yang dihargai konsumen. Kelebihan penawaran oleh produsen tentu mengharapkan harga yang lebih tinggi, dengan harga lebih tinggi akan membuat surplus konsumen berkurang.

Bila terjadi kelebihan produsen, yang akan mengalami kerugian kedua belah pihak baik konsumen maupun produsen. Hal ini membuat terjadinya deadweight loss karena overproduction. Kondisi deadweight loss karena overproduction ditunjukkan pada daerah merah. Daerah deadweight loss tersebut akan menggambarkan kehilangan surplus konsumen dan surplus produsen akibat overproduction.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top