Marginal utility dan total utility

By | June 23, 2020

Marginal utility dan total utility menjadi salah satu bagian penting ketika membicarakan tentang teori perilaku konsumen. Kedua istilah ini menyangkut pembicaraan mengenai utilitas. Utilitas menjadi alasan dibalik keputusan seseorang melakukan konsumsi.

Utilitas (utility) menjadi manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi barang. Utilitas (utility) adalah kekuatan dari sebuah komoditas (barang atau jasa) untuk memuaskan keinginan manusia. Utilitas dipandang sebagai indikator ukuran kepuasan seseorang. Sederhananya utilitas dipandang sebagai manfaat atau kepuasan yang diharapkan. Seseorang memilih untuk mengkonsumsi barang karena adanya utilitas yang ingin diperoleh.

Ukuran utilitas yang diperoleh akan dikatakan dalam satuan util. Util ini sebagai satuan untuk mengukur kepuasan. Sama halnya dengan ukuran panjang yang menggunakan meter atau centimeter. Sama hal nya juga dengan ukuran berat dengan ons atau gram.

Utilitas dalam pembahasan teori perilaku konsumen, kita mengenal ada dua istilah terkait yaitu marginal utility dan total utility.

Total utility (utilitas total) adalah jumlah utilitas (kepuasan/manfaat) yang diperoleh seoarang konsumen dengan mengkonsumsi keseluruh unit barang atau jasa. Jika konsumen mengkonsumsi sejumlah n unit barang maka total utility adalah jumlah utilitas dari sejumlah n barang yang dikonsumsi.

Untuk menghitung total utility (T) dapat dirumuskan dengan:

TU = U1 + U2 + …….. + Un

Dari rumusan tersebut dapat dipahami bahwa total utility diperoleh dari menjumlahkan utilitas yang diperoleh dari mengkonsumsi barang 1 (U1), barang 2 (U2), hingga barang ke n (Un).

Sedangkan marginal utility (utilitas marginal) adalah besarnya perubahan utilitas karena penambahan satu unit barang yang dikonsumsi. Atau dengan kata lain, marginal utility dapat dipandang sebagai tambahan total utility yang dibuat dari tambahan konsumsi satu barang.

Marginal utility dapat dirumuskan dengan:

MU = TUn – TU n-1

MU merupakan marginal utility, TU merupakan total utility.

 

Untuk dapat lebih memahami konsep marginal utility dan total utility, perhatikan tabel berikut:

Harga Baju (Rp) Jumlah Baju yang dikonsumsi Uang yang harus dikeluarkan (Rp) Total Utilitas (Util) Utilitas Marginal (Util)
25000 1 25000 50000 50000
25000 2 50000 125000 75000
25000 3 75000 185000 60000
25000 4 100000 225000 40000
25000 5 125000 250000 25000
25000 6 150000 250000 0
25000 7 175000 225000 -25000
25000 8 200000 100000 -125000

Dari tabel marginal utility dan total utility diatas telah dibuat contoh konsumsi baju oleh Mr. X. Terdapat 8 baju yang dibeli. Harga setiap baju sebesar 25.000 rupiah. Uang yang harus dibayarkan untuk membeli baju sebesar jumlah baju yang dibeli dikalikan dengan harga baju.

Nilai total utility pada tabel diatas diperoleh dari rumus total utility diatas (TU = U1 + U2 + …….. + Un). Misalkan pada saat membeli 1 baju, diperoleh total utility sebesar 50.000 util. Kemudian baju ditambah pembeliannya, sehingga jumlah baju yang dikonsumsi menjadi 2 baju. Nilai utilitas marginal atau tambahan utilitas dari membeli baju kedua yaitu sebesar 75.000 util.

Sehingga nilai marginal utility dari menambah konsumsi/dibeli baju kedua yaitu sebesar 75.000. Namun nilai total utility dari membeli kedua baju tersebut menjadi 125.000 util. Diperoleh dari utilitas baju ke 1 yaitu 50.000 util ditambah utilitas barang kedua sebesar 75.000 util.

Perhitungan marginal utility bila mengikuti rumus yaitu MU = TUn – TU n-1 ; dari contoh diatas maka nilai total utilitas dari barang kedua yaitu 125.0000 util dikurangi dengan nilai total utility barang ke 1 yaitu sebesar 50.000, sehingga nilai marginal utility yang diperoleh sebesar 75.000 util.

Dari transaksi pembelian baju diatas ternyata setiap kali transaksi pembelian baju memberikan marginal utility dan total utility yang berbeda. Bila marginal utility dan total utility dibuatkan grafik akan nampak perbedaan sebagaimana grafik berikut:

Marginal utility dan total utility

Dari kurva terlihat bahwa nilai total utility semakin lama semakin tinggi (hingga baju ke 6). Karena memang total utility menghitung keseluruhan utilitas makanya nilainya terus meningkat. Sedangkan pada konsumsi baju ke 7 dan 8 telah terjadi penurunan karena penambahan konsumsi baju justru menurunkan kepuasan.

Sedangkan nilai marginal utility terlihat semakin lama semakin menurun bahkan hingga minus. Sampai konsumsi baju ke 1 hingga 5 nilai marginal utility masih positif walaupun nilainya semakin mengecil. Hal ini karena memang karakter dari marginal utility yang melihat tambahan utilitas bukan total utilitas. Nilai kecil itu memang gambaran tamabahan utilitas menambah satu tambahan membeli baju. Nilai tambahan utilitas (marginal utility) yang semakin kecil menggambarkan karakteristik yang sesuai dengan hukum gossen.

Pembelian baju ke 1 hingga 5 memberikan tambahan manfaat bagi Mr. X. Namun penambahan membeli baju ke 6 sudah tidak memberikan tambahan manfaat. Bahkan bila ditambah pembelian ke 7 dan ke 8 justru mengurangi tingkat kepuasan yang diperoleh.

 

Semoga pembahasan marginal utility dan total utility ini memberikan kita pemahaman yang lebih mendalam lagi. Semoga pembahasan ini dapat membantu memahami pembahasan teori perilaku konsumen sebelumnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *