Produksi Marginal, Produksi Total, Produksi Rata-rata dan The Law of Diminishing Return

By | June 22, 2020

Produksi Marginal, Produksi Total, hukum The Law of Diminishing Return dan Produksi Rata-rata adalah istilah-istilah yang sering kita temui dalam pelajaran ekonomi mikro. Terutama saat membahas teori produksi atau perilaku produsen dalam proses produksi. Pembahasan ini masih berhubungan dengan pembahasan kami sebelumnya tentang teori perilaku produsen. Baca juga tulisan kami sebelumnya agar dapat memahami pembahasan ini.

Baca disini: Teori Perilaku Produsen

Produsen (perusahaan) didalam melakukan aktivitas bisnisnya harus menentukan bagaimana cara proses produksi yang dipilih. Keputusan dalam menentukan metode produksi akan mempengaruhi biaya produksi barang dan tingkat output yang produsen hasilkan.

Pada pembahasan teori perilaku produsen sebelumnya telah dibahas salah satunya tentang pilihan proses produksi dalam jangka pendek. Pada jangka pendek diasumsikan bahwa yang dapat menentukan tingkat output dari proses produksi hanya input variabel. Dalam pembahasan tersebut telah dipaparkan bahwa yang menjadi input variabel dalam proses produksi adalah tenaga kerja. Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa hanya input berupa tenaga kerja yang menentukan tingkat output yang dihasilkan oleh produsen. Model sederhana ini hanya menggunakan satu variabel.

Pada pembahasan model dengan satu input produksi berupa tenaga kerja tersebut muncul istilah produksi marginal, produksi total dan produksi rata-rata. Penggunaan istilah produksi marginal, produksi total, the law of diminishing return dan produksi rata-rata ini sangat penting dalam membahas perilaku produsen dengan satu input variabel. Istilah-istilah ini digunakan untuk membahas perilaku produsen dan menentukan pada tahap mana seorang produsen harus berproduksi dan pada tahap mana harus berhenti berproduksi.

Pada kesempatan ini hanya berfokus pada pembahasan istilah produksi marginal, produksi total dan produksi rata-rata. Pembahasan ini bermaksud memberikan pemahaman lebih mendalam terkait istilah tersebut agar memudahkan memahami pembahasan teori perilaku produsen.

 

Produksi Marginal, Produksi Total, Produksi Rata-rata dan The Law of Diminishing Return

Produksi marginal, produksi total, produksi rata-rata, dan the law of diminishing merupakan istilah yang memiliki keterkaitan. Agar memudahkan pemahaman, pertama-tama kami akan memberikan tabel dan kurva ketiganya bersamaan yang mengilustrasikan tentang produksi marginal, produksi total dan produksi rata-rata. Selanjutnya akan dijelaskan lebih mendalam konsepnya pada sub bagian masing-masing.

Adapun tabel ilustrasi untuk produksi marginal, produksi total dan produksi rata-rata dapat ditampilkan sebagai berikut:

 Jumlah Tenaga Kerja Produksi Total Produksi Marginal Produksi Rata-rata
1 2 2           2.00
2 5 3           2.50
3 9 4           3.00
4 14 5           3.50
5 20 6           4.00
6 27 7           4.50
7 35 8           5.00
8 44 9           5.50
9 54 10           6.00
10 62 8           6.20
11 68 6           6.18
12 71 3           5.92
13 73 2           5.62
14 73 0           5.21
15 70 -3           4.67

 

Dari paparan tabel diatas dapat dibuatkan kurva untuk memberikan ilustrasi yang memudahkan pemahaman. Adapun kurva ilustrasi produksi marginal (marginal product), produksi total (total product) dan produksi rata-rata (average product) dapat dilihat dibawah ini:

Kurva Produksi Marginal, Produksi Total, Produksi Rata-rata

 

 

Pada kurva diatas mengilustrasikan apa yang ditampilkan didalam tabel yang telah diberikan. Pada kurva warna biru menggambarkan produksi total. Kurva warna orange menggambarkan produksi marginal. Kurva warna abu-abu akan menggambarkan produksi rata-rata. Adapun konsep the law of diminishing return nanti akan menjadi bagian penjelasan dari kurva tersebut.

 

1. Produksi Total (Total Product)

Produksi total adalah jumlah output yang dihasilkan atas penggunaan input produksi. Pada kaitannya dengan pembahasan teori produksi dengan satu input variabel, maka input yang digunakan adalah tenaga kerja. Sehingga produksi total (total product) dalam pembahasan adalah jumlah output (barang atau jasa) yang dihasilkan dari penggunaan tenaga kerja.

Untuk memahami produksi total (total product) perhatikan tabel diatas pada kolom jumlah tenaga kerja dan kolom produksi total. Ilustrasi dari produksi total (total product) ditampilkan juga pada kurva produksi total (total product) yang berwarna biru. Dari tabel dan kurva produksi total (total product) akan tergambar hubungan jumlah tenaga kerja sebagai input dengan output yang dihasilkan.

Pada ilustrasi diatas misalkan terlihat bahwa ketika jumlah tenaga kerja sebanyak 1 orang, produksi total yang dapat dihasilkan sebesar 2 unit. Bila kita permisalkan produsen dalam hal ini adalah produsen roti, maka dengan tenaga kerja 1 orang akan dapat menghasilkan 2 buah roti. Pada saat jumlah tenaga kerja 2 orang akan mampu menghasilkan produksi total sebanyak 5 roti. Dengan 3 tenaga kerja akan memberikan produksi total sebanyak 9 roti. Begitu seterusnya. Begitu pula kondisi tatkala penggunaan tenaga kerja sebanyak 0 akan memberikan produksi total (total product) sebanyak 0. Tidak ada tenaga kerja yang memproduksi barang tentunya tidak ada produksi total yang dihasilkan.

Pada penggunaan tenaga kerja sebanyak 1-9 orang terdapat dua kenaikan yang harus diperhatikan. Pertama, penggunaan tenaga kerja sebanyak 1-9 akan menambah jumlah produksi total (total product). Dari tabel dan grafik produksi total (total product) menunjukkan angka kenaikan. Kedua, penggunaan tenaga kerja pada tahap ini juga menaikkan juga produksi marginal atau tambahan output atas penambahan satu unit faktor produksi. Pada kondisi seperti ini, tambahan upah bayar tenaga kerja masih jauh lebih rendah dari tambahan output yang dihasilkan (atau tambahan pendapatan bagi produsen).

Pada penggunaan tenaga kerja sebanyak 10-14 menunjukkan adanya penambahan produksi total namun juga terjadi penurunan produksi marginal (marginal product). Hal ini menunjukkan adanya hukum The Law of Diminishing Return (LDR). Dengan hukum LDR ini juga dapat menjelaskan kondisi mengapa penambahan tenaga kerja menjadi 15 justru menyebabkan turunnya jumlah produksi total (total product). Penjelasan lebih jauh mengenai hal ini akan dibahas pada sub bagian the law of diminishing return.

 

2. Produksi Marginal (Marginal Product)

Produksi marginal adalah tambahan output yang dihasilkan karena menambahkan satu unit faktor produksi. Jadi yang perlu diingat bahwa produksi marginal adalah melihat besarnya tambahan output (perubahan output) setelah menambah satu tenaga kerja. Dalam kasus ini faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja. Asumsi yang digunakan yaitu ceteris paribus. Dengan demikian, kita mengasumsikan bahwa dengan hanya tenaga kerja saja yang mempengaruhi output yang diproduksi.

Perhatikan kolom produksi marginal, produksi total dan jumlah tenaga kerja pada tabel. Yang tersirat dari tabel dan grafik diatas bahwa pada saat tenaga kerja sebanyak 0, produksi totalnya juga 0 karena tidak tenaga kerja yang menghasilkan output. Pada saat tenaga kerja ditambahkan sebanyak 1, didapatkan produksi total sebesar 2 dan produksi marginal sebesar 2. Produksi marginal didapatkan sebesar 2 karena produksi marginal adalah tambahan output setelah menambah satu tenaga kerja. Tambahan output ini dilihat dari perubahan produksi total. Sebelumnya produksi totalnya sebesar 0, naman bertambah menjadi 2 setelah menambah 1 tenaga kerja. Tambahan 2 pada produksi total ini lah yang diketahui sebagai produksi marginal.

Pada saat tenaga kerja ditambahkan lagi dari 1 menjadi 2 orang. Tambahan tenaga kerja ini menyebabkan produksi total berubah dari 2 unit menjadi 5 unit. Terdapat kenaikan produksi total sebesar 3 unit. Tambahan output produksi sebesar 3 unit setelah menambah 1 tenaga kerja inilah yang menjadi nilai produksi marginal. Begitu pula ketika tenaga kerja ditambahkan lagi 1 orang dari sebelumnya 2 menjadi 3 orang, didapatkan produksi marginal sebesar 4. Begitulah produksi marginal dihitung.

Bila diperhatikan lebih teliti, terdapat pola yang muncul dalam data dan grafik produksi marginal. Pada saat tenaga kerja terus bertambah hingga 9 orang, terjadi kenaikan produksi marginal. Sampai pada tingkat ini, kurva produksi marginal secara konsisten mengalami peningkatan. Sedangkan kurva produksi total disaat yang sama mengalami peningkatan signifikan. Namun setelah menambah tenaga kerja lebih dari 9 orang (tenaga kerja ke 10-15 orang), kurva produksi marginal mengalami penurunan dan produksi total juga mulai landai (kenaikan mengalami perlambatan). Peristiwa kurva produksi marginal yang mengalami penurunan ini dapat dijelaskan oleh hukum The Law of Diminishing Return (LDR).

 

3. The Law of Diminishing Return

Hukum The law of diminishing return (LDR) pertama kali diformulasikan oleh David Ricardo pada abad ke 19. The law of diminishing return adalah konsep yang menyatakan bahwa setelah mencapai titik tertentu, dengan penambahan input variabel (dalam kasus ini yaitu tenaga kerja) terhadap input tetap akan terjadi penurunan produksi marginal. The law of diminishing return menyoroti peristiwa semakin mengecilnya nilai produksi marginal. Sehingga dikenal juga dengan istilah diminishing marginal product.

 

Peristiwa yang bisa terjadi dalam melakukan produksi barang akan terjadi law of diminishing marginal return pada saat setelah penambahan tenaga kerja ke 10 hingga 15. Peristiwa penambahan tenaga kerja ke 10 hingga 15 pada kurva menggambarkan the law of diminishing return. Berdasarkan hukum the law of diminishing return (LDR) ini menjelaskan bahwa penambahan tenaga kerja ke 10 hingga 15 akan terjadi penurunan produksi marginal. Penurunan produksi marginal berarti bahwa tambahan output yang dihasilkan dari penambahan tenaga kerja semakin kecil.

Penurunan tambahan output ini bukan karena disebabkan oleh kualitas tenaga kerja yang ditambahkan lebih buruk dari tenaga kerja sebelumnya. Tenaga kerja dalam kasus ini dianggap memiliki kapabilitas yang sama. Ingat kembali asumsi ceteris paribus yang kita gunakan. Berarti bahwa faktor diluar tenaga kerja tidak berubah. Dalam jangka pendek, input tetap (fixed input) tidak berubah. Penggunaan input tetap sampai pada titik tertentu akan memiliki keterbatasan. Input tetapnya dianggap tidak berubah (tidak bertambah) sedangkan kapasitas tenaga kerja terus bertambah sehingga tidak sebanding. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi marginal karena adanya keterbatasan dalam input tetap.

 

4. Produksi Rata-rata (Average Product)

Produksi rata-rata adalah rata-rata jumlah yang diproduksi oleh setiap unit faktor produksi. Inti pada produksi rata-rata ini adalah nilai rata-rata hasil produksi untuk setiap tenaga kerja dalam kasus ini. Produksi rata-rata dapat dirumuskan dengan:

Produksi rata-rata = produksi total / jumlah tenaga kerja

Perhatikan tabel dan kurva produksi rata-rata diatas. Pada saat jumlah tenaga kerja 1 dapat dihasilkan jumlah output sebanyak 2, sehingga rata-rata output yang dihasil tenaga kerja sebesar 2. Pada saat jumlah tenaga kerja sebanyak 5 orang, jumlah produksi total yang dihasilkan yaitu sebanyak 20. Sehingga produksi rata-rata untuk tiap tenaga kerja yaitu menghasilkan 4 unit output. Pergerakan kurva produksi rata-rata ini mirip polanya dengan kurva produksi marginal, hanya saja pergerakan kurva produksi rata-rata lebih lambat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *