Barang Substitusi dan Barang Komplementer

By | January 20, 2020

Barang substitusi dan barang komplementer menjadi istilah yang sering kita dengan ketika membahas teori permintaan barang. Lebih khusus lagi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang. Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan barang yaitu harga barang lain. Keberadaan barang lain akan mempengaruhi keputusan seseorang atas pilihan barang yang dibeli.

Kita ambil contoh bahwa kita terbiasa makan daging sapi setiap hari. Harga daging sapi saat itu katakanlah 50.000/kg. Lantas suatu saat terjadi kenaikan tajam harga daging sapi menjadi 100.000/kg. Kita sebagai konsumen tentu memiliki keterbatasan kemampuan membeli. Batasan tersebut yaitu pada pendapatan atau kekayaan. Belum tentu pendapatan yang kita miliki sanggup untuk membeli daging sapi setiap hari lagi karena harga naik.

Karena kondisi terbatas kita sebagai konsumen harus membuat keputusan atau pilihan. Apakah akan tetap mengkonsumsi daging sapi atau tidak, misalnya setiap 2 hari sekali. Atau justru memilih alternative yang lain? Katakanlah kita tergoda dengan daging ayam karena harganya jauh lebih murah (20.000/kg). Sebagai konsumen bisa saja kita beralih menjadi konsumsi ayam sebagai lauk, dan tidak makan daging sapi lagi. Harga barang lain (ayam) yang lebih murah dapat mempengaruhi permintaan kita terhadap daging sapi. Penurunan permintaan daging sapi akan terjadi.

Ketika membicarakan pengaruh harga barang lain, akan ada 2 jenis barang yang sering dibedakan yaitu barang substitusi dan barang komplementer. Keduanya dibedakan karena pengaruh perubahan harga barang lain yang berjenis barang substitusi dan barang komplementer memiliki dampak berbeda.

 

Barang Substitusi

Barang substitusi adalah barang yang ketika kenaikan harga suatu barang menyebabkan permintaan untuk barang lain meningkat. Penurunan harga barang tertentu menyebabkan meningkatnya permintaan barang tersebut namun akan menurunkan permintaan untuk barang subsitusi nya. Barang substitusi disini dapat bertindak sebagai barang pengganti untuk barang lainnya.

Untuk menjadi pengganti, dua produk tidak harus identik. Produk identik disebut pengganti sempurna (substitusi sempurna). Mobil Jepang tidak identik dengan mobil Amerika. Meskipun demikian, semua memiliki empat roda, mampu membawa orang, dan berjalan dengan bensin. Dengan demikian, perubahan signifikan dalam harga mobil satu negara dapat diperkirakan memengaruhi permintaan mobil negara lain.

Barang substitusi (barang pengganti) yang tidak identik misalkan seperti daging sapi dan daging ayam pada contoh diatas. Daging ayam dan daging sapi sama-sama dijadikan lauk serta menjadi sumber protein. Sehingga daging ayam dapat menjadi pengganti dari daging sapi. Pada kasus diatas karena kenaikan harga daging sapi justru mempengaruhi peningkatan permintaan daging ayam. Harga barang lain akan dapat mempengaruhi permintaan suatu barang.

 

Barang Komplementer

Barang kompelemter adalah barang dianggap sebagai pelengkap. Seringkali dua produk dapat “berjalan bersama”. Kedua barang tersebut dapat saling melengkapi. Seperti contohnya mobil dan bensin.

Ketika dua barang saling melengkapi, penurunan harga satu barang akan menyebabkan peningkatan permintaan untuk barang yang lain. Sebaliknya, kenaikan harga suatu barang juga dapat menyebabkan penurunan permintaan barang tersebut dan penurunan permintaan barang lain.

Untuk menjelaskan barang komplementer ini kita ambil contoh soal mobil dan bensin. Kita anggap saja harga mobil sedang mengalami penurunan. Ketika harga mobil turun tentu akan menyebabkan terjadinya permintaan mobil itu sendiri.

Kenyataan disisi yang lain bahwa mobil tidak dapat berjalan tanpa bensin/solar. Artinya ketika permintaan akan mobil banyak, akibat selanjutnya yaitu pembelian bensin akan juga meningkat. Oleh karena itu ketika terjadi penurunan harga mobil, permintaan yang naik tidaknya jumlah mobil yang dibeli saja, tetapi juga meningkatkan permintaan bensin.

Mobil dan bensin menjadi salah satu contoh dari barang komplementer. Mobil dan bensin saling melengkapi satu sama lain. Jadi ketika harga suatu barang berubah maka akan mempengaruhi juga permintaan pada barang lain.

 

Dari pembahasan ini, kita dapat memahami bahwa perubahan harga barang lain akan menyebabkan juga perubahan permintaan barang lain. Pengaruh harga barang lain ini dapat saja bersifat sebagai barang substitusi (barang pengganti) atau dapat juga sebagai barang komplementer (barang pelengkap).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *