Investasi : Pengertian, jenis, contoh, faktor yang mempengaruhi investasi

Apa itu investasi dalam pembahasan pendapatan nasional? Pada pembahasan ini membahas konsep investasi sesuai dengan konsep dalam pembahasan produk domestik bruto. Pada saat belajar ekonomi makro terkait PDB dengan pendekatan pengeluaran, salah satu komponennya yaitu investasi. Itulah yang akan kita pelajari disini. Ada beberapa sub bagian pada pembahasan yang akan diuraikan:

  • Pengertian investasi
  • Jenis investasi
  • Contoh investasi
  • Faktor yang mempengaruhi investasi

 

Pengertian investasi

Investasi adalah pembelian barang yang akan digunakan pada masa depan untuk memproduksi lebih banyak barang atau jasa. Termasuk dalam pengertian investasi ini adalah pengeluaran untuk modal perlengkapan, inventori, dan bangunan, termasuk pembelian rumah baru. Investasi ini merupakan total investasi dalam modal yang dilakukan oleh sektor swasta bukan dilakukan oleh sektor pemerintah.

Penggunaan istilah investasi dalam komponen PDB mungkin akan sedikit berbeda dibandingkan penggunaan istilah investasi dalam percakapan sehari-hari. Biasanya kita akan mendengar istilah investasi seperti untuk saham, surat berharga dan reksa dana. Namun investasi yang dimaksud dalam pembahasan PDB yaitu pembelian barang yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa dimasa depan.

 

Jenis investasi dan contoh investasi

Menurut Case Fair Oster bahwa ada 3 jenis investasi yang membentuk total investasi dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB). Ketiga jenis investasi tersebut yaitu

  1. Investasi nonresidensial

Jenis investasi nonresidensial yaitu investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli mesin, alat, pabrik dan lain sebagainya. Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa contoh investasi nonresidensial yaitu mesin, alat dan pabrik yang dibeli perusahaan. Bila perusahaan percetakan, maka mesin print atau cetak yang akan dibeli sebagai investasi nonresidensial.

  1. Investasi residensial

Jenis investasi residensial yaitu investasi yang dikeluarkan oleh rumah tangga dan perusahaan untuk membeli rumah baru atau apartemen. Contoh investasi resindesial ini juga sudah jelas yaitu berupa bangunan rumah atau apartemen baru yang dibeli.

  1. Investasi berupa inventori

Inventori adalah barang yang diproduksi saat ini dan ingin dijual dikemudian hari. Pada perhitungan produk domestik bruto (PDB), barang yang diproduksi saat ini maksudnya yaitu barang yang diproduksi pada tahun perhitungan PDB. Sedangkan dijual kemudian hari maksudnya yaitu dijual pada tahun setelah perhitungan PDB untuk barang yang diproduksi. Oleh karenanya, perhitungan inventori ini pada perubahan inventori dalam bisnis.

Perubahan inventori adalah jumlah perubahan invetori perusahaan selama periode PDB. Perubahan inventori dinilai dari jumlah nilai barang atau jasa yang diproduksi saat ini namun dijual kemudian hari. Contoh inventori misalkan perusahaan HP merek ABC memproduksi 100 unit handphone. Sebanyak 75 unit handphone dijual pada tahun tersebut (periode PDB). Sedangkan sisanya akan dijual pada tahun berikutnya. Sisa sebanyak 25 unit handphone tersebut akan diperhitungkan sebagai inventori.

 

Faktor yang mempengaruhi investasi

Investasi dapat dilakukan oleh perusahaan dan juga rumah tangga. Sebagaimana dipaparkan diatas, sektor rumah tangga dapat juga melakukan investasi seperti dalam bentuk rumah/apartemen. Sedangkan investasi yang dilakukan perusahaan dapat berupa penambahan modal atau bisa juga mengganti modal (mesin, dll) yang sudah aus (telah lama digunakan).

Keputusan mengenai jumlah yang akan diinvestasikan sangat bergantung pada tingkat suku bunga. Keberadaan tingkat suku bunga dapat dianggap sebagai biaya atas investasi yang dilakukan. Misalkan saja perusahaan anda mempunyai project tertentu, dalam ingin melakukan investasi untuk dapat menjalankan project tersebut. Untuk melakukan investasi, perusahaan anda perlu meminjam uang untuk investasi tersebut. Tentu aka nada tingkat bunga yang dikenakan sebagai biaya atas meminjam uang tersebut. Tingkat bunga akan menjadi biaya yang harus ditanggung dalam melakukan investasi.

Dalam pelajaran ekonomi, para ekonom membedakan tingkat bunga dalam dua kategori. Pertama, tingkat suku bunga nominal yaitu tingkat bunga yang biasanya dilaporan. Tingkat bunga yang dibebankan kepada investor dan harus dibayar atas peminjaman tersebut itulah yang dinamakan suku bunga nominal. Kedua, tingkat suku bunga rill. Tingkat suku bunga riil yaitu tingkat suku bunga nominal yang sudah dikoreksi dari pengaruh inflasi.

Pada kasus investasi, kita dapat membuat hubungan antara investasi dan tingkat suku bunga melalui persamaan berikut:

I = I (r)

Dari persamaan diatas dapat kita pahami bahwa investasi juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga riil. Pada persamaan diatas menggunakan tingkat suku bunga riil sebagai ukuran yang menunjukkan biaya yang sesungguhanya dari meminjam uang.

Pengaruh tingkat suku bunga terhadap investasi. Hubungan tingkat suku bunga dan investasi

Semakin tinggi tingkat suku bunga maka investasi yang dilakukan semakin sedikit. Pengaruh tingkat suku bunga terhadap investasi ini berbanding terbalik. Artinya kenaikan tingkat suku bunga justru akan menurunkan investasi. Karena kenaikan tingkat suku bunga berarti kenaikan biaya yang akan ditanggung oleh investor. Akibatnya, tingkat keuntungan yang akan diperoleh semakin sedikit. Hal ini akan membuat minat untuk berinvestasi semakin menurun.

 

Demikian pembahasan singkat mengenai investasi dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB). Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top