BARANG PUBLIK (Public Goods) dan Barang Swasta

Pengertian barang publik dan barang swasta (barang privat)

Barang publik adalah barang yang dapat memberikan manfaat kepada sebagian besar pengguna meskipun konsumen/pengguna tersebut tidak membayar. Orang-orang tidak dapat membatasi orang lain untuk menikmati barang publik tersebut secara gratis. Dalam pemahaman lain bahwa barang publik merupakan barang yang dapat memberikan manfaat kepada sejumlah pengguna secara bersama-sama sedangkan barang swasta pada waktu tertentu hanya dapat memberikan manfaat untuk satu pengguna saja.

Sedangkan barang swasta atau barang privat adalah barang yang sifatnya bersaing dalam konsumsinya. Barang yang sering kita kenal biasanya seperti makanan, pakaian, mobil, dan lainnya. Barang-barang tersebut dibeli konsumen dan dinikmati sendiri oleh konsumen yang membeli. Barang yang dibeli tersebut tidak bisa dinikmati oleh orang lain yang tidak membelinya. Barang-barang tersebut dikenal sebagai barang swasta atau barang privat.

Baca juga: Teori perilaku konsumen

Baca juga: Perilaku konsumsi rumah tangga

Lantas bagaimana barang seperti jalan raya? Jalan raya kan dibangun dengan menggunakan uang, tapi pemakaiannya gratis bagi semua orang. Tidak ada yang dapat melarang orang lain untuk menggunakan jalan tersebut. Jalan raya ini juga termasuk barang dan menjadi salah satu contoh dari barang publik.

Penyedia barang publik merupakan pemerintah sehingga barang tersebut tersedia secara bebas untuk semua. Karena dalam penggunaan barang publik tidak dipungut biaya, pihak swasta/perusahaan tidak akan ada mau memproduksi barang jenis barang publik. Atau kalaupun disediakan oleh swasta, pihak swasta/perusahaan tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan barang publik pada tingkat yang efisien.

Sehingga pemerintah yang harus memproduksi barang publik. Pemerintah mau menganbil peran karena barang publik dibutuhkan oleh kalangan masyarakat luas. Biaya pembuatan/pengadaannya agar tersedia barang publik biasanya dibiayai dengan pajak. Hal ini berbeda dengan barang privat yang diproduksi dan dijual oleh oleh pihak swasta (perusahaan/produsen). Perusahaan mau memproduksi barang privat karena konsumen bersedia membayar barang tersebut sehingga ada keuntungan yang diperoleh pihak swasta.

Baca juga: Peran pemerintah dalam perekonomian

Baca juga: Teori Biaya produksi

Baca juga: Permintaan dan penawaran barang

Untuk lebih memahami yang dimaksud dengan barang publik, pada kesempatan ini akan diuraikan karakteristik, jenis dan contoh dari barang publik.

Karakteristik barang publik dan barang swasta (barang privat)

Kita perlu mengenal karakteristik barang publik agar dapat membedakannya dengan barang swasta (barang privat). Ada dua karakteristik yang menjadi ciri khas barang publik yaitu:

  1. Barang publik bersifat tidak bersaing (nonrival)

Bersifat nonrival (tidak bersaing) dalam konsumsinya, artinya kuantitas barang publik tertentu bisa dinikmati oleh lebih dari satu konsumen tanpa mengurangi jumlah yang dinikmati oleh konsumen saingannya.

Contoh barang bersifat tidak bersaing (nonrival) yaitu transmisi televisi dan radio bersifat tidak bersaing dalam konsumsinya. Jumlah program tertentu per hari dapat dinikmati oleh sejumlah besar konsumen. Bila penonton bertambah ke perangkat televisi, jumlah program yang dinikmati oleh pemirsa lain tidak berkurang.

Serupa dengan itu, manfaat layanan pertahanan nasional juga bersifat nonrival. Ketika populasi suatu negara meningkat, tidak ada warga negara yang mengalami pengurangan jumlah layanan pertahanan nasional karena alasan lebih banyak orang yang butuh pertahanan setiap saat. Pelayanan pertahanan keamanannya sama untuk semua orang.

Barang-barang yang murni barang publik dicirikan oleh sifat pertama non rival. Orang lain bukan saingan dalam anda dalam konsumsi. Dengan mengkonsumsi atau memanfaatkan barang publik tidak akan mempengaruhi peluang orang lain untuk mengonsumsi juga barang publik tersebut.

 

  1. Barang publik bersifat tidak ekslusif (Nonexlusion)

Karakteristik barang publik yang kedua yaitu tidak ekslusif. Tidak ekslusif berarti orang lain tidak dapat dikecualikan untuk menikmati barang publik tersebut. Bahkan jika seseorang ingin menolak orang lain untuk mengkonsumsi atau mengakses barang publik, tidak ada cara seseorang tersebut bisa melakukannya.

Dalam kebanyakan kasus, juga tidak mungkin untuk menetapkan harga satuan untuk barang publik. Karakteristik barang publik ini, yang disebut nonexclusion (non ekslusif/tidak ekslusif). Bersifat non ekslusif yaitu terlalu mahal untuk mengembangkan cara untuk mengecualikan orang-orang yang menolak membayar manfaat dari kuantitas tertentu yang dinikmati dari barang publik.

Misalnya, tidak mungkin untuk mengecualikan orang-orang yang menolak membayar udara bersih dari menikmati manfaat peningkatan kualitas udara tersebut. Setelah barang publik disediakan untuk kepentingan orang banyak, tidak ada peluang mengecualikan orang tertentu. Contoh non ekslusif yaitu peningkatan kualitas udara tersebut dapat dinikmati semua orang.

Pada barang swasta, kita dapat mengecualikan orang tertentu untuk menikmati barang swasta dengan meminta bayaran. Pada barang publik tidak ada penerapan pembayaran untuk menikmati barang publik murni. Sehingga barang publik karakteristiknya tidak ekslusif untuk orang tertentu saja.

 

Karakteristik barang swasta kebalikan dari barang publik. Karakteristik barang swasta memiliki 2 ciri penting yaitu:

  1. Barang swasta yang dalam konsumsinya bersifat bersaing.

Bersifat bersaing adalah jumlah yang dikonsumsi oleh seseorang tidak akan dapat dikonsumsi lagi oleh orang lain. Contohnya yaitu pizza. Meskipun makan pizza dapat makan bersama, tetapi setiap potongan pizza yang dibagi bersifat bersaing karena potongan pizza yang dimakan si A tidak akan bisa dimakan oleh si B, begitu pula sebaliknya.

  1. Barang swasta bersifat ekslusif

Ekslusif artinya barang swasta dapat konsumsi bila bersedia membayar dan orang yang tidak membayar dapat dikecualikan. Bersifat Ekslusif adalah produsen dapat dengan mudah menyisihkan/mengecualikan orang lain yang tidak membayar sehingga tidak dapat mengkonsumsi barang. Dengan demikian, pelanggan yang membayarlah yang dapat mengkonsumsi barang. Sedangkan barang publik bersifat non- bersaing dan non-ekslusif.

 

Perbedaan barang publik murni dan barang swasta murni

Perbedaan barang publik murni dan barang swasta murni yaitu barang publik murni tidak bersaing dalam konsumsinya untuk seluruh populasi konsumen, dan manfaatnya memiliki karakteristik nonexclusion (tidak bersaing). Sejumlah barang dikonsumsi oleh semua anggota masyarakat.

Sebaliknya, barang swasta murni adalah setelah produsen menerima kompensasi atas biaya produksi penuh, manfaat penggunaan barang hanya dirasakan orang yang membeli barang saja. Setelah dikonsumsi oleh satu orang sudah tidak dapat dinikmati lagi oleh orang lain. Barang swasta murni bersifat bersaing dalam konsumsinya, dan manfaatnya mudah dikecualikan dari mereka yang memilih untuk tidak membayar harga pasarnya.

 

Jenis barang publik dan barang swasta

Pada karakteristik barang publik dan barang swasta diatas kita telah menggambarkan ciri khas kedua jenis barang tersebut. Namun, jenis barang ternyata tidak semuanya dapat dikategorikan kedalam 2 jenis barang tersebut saja. Terdapat jenis barang yang hanya memiliki sebagian saja dari karakteristik barang publik dan barang swasta diatas.

Jenis barang menurut McEachern & Triandaru dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, sebagai berikut:

BersaingNon-bersaing
EkslusifBarang swasta:
–          Pizza
–          Kolam renang yang ramai
barang publik kuasi
–          TV Kabel
–          Kolam renang yang sepi
–          Pendidikan
Non-ekslusifBarang akses terbuka:
–          Ikan laut
–          Burung di udara
Barang publik:
–          Pertahanan nasional
–          Pemberantasan nyamuk

Berdasarkan pada karakteristik barang publik dan barang swasta, McEachern mengklasifikasikan barang kedalam 4 jenis. Pembagian barang tersebut yaitu barang publik, barang swasta, barang akses terbuka dan barang publik kuasi.

Jenis barang swasta dalam kategori ini karena memiliki karakteristik bersaingan dan ekslusif. Sebaliknya, jenis barang publik karena memiliki karakteristik tidak bersaing dan tidak ekslusif. Sedangkan jenis barang lainnya karena memiliki karakteristik hanya sebagian dari barang publik ataupun barang swasta.

Barang yang non bersaing tetapi ekslusif disebut barang setengah publik. Jika terjadi kemacepatan atau keramaian, barang-barang tersebut dapat bersifat ekslusif dalam konsumsinya. Semisal ruang yang menjadi langka pada lapangan golf yang ramai, TV kabel dalam hal ini harus membayar untuk menikmati layanan meskipun tidak akan akan mengurangi konsumsi orang lain pada barang tersebut.

Barang yang memiliki sifat bersaing tetapi non ekslusif disebut sebagai barang akses terbuka. Contoh barang jenis akses terbuka adalah ikan di laut. Untuk memancing ikan dilaut anda tidak perlu membayar tetapi ikan yang sudah ditangkap oleh orang lain tidak akan bisa ditangkap lagi sehingga bersifat bersaing.

Selain dari jenis barang yang diklasifikasikan McEachern diatas, terdapat juga klasifikasi barang yang lain. Seperti pembagian jenis barang yang dilakukan oleh David Hyman. Pembagian jenis barang dan jasa dapat kelompokkan menjadi empat kategori menurut Hyman, yaitu:

  1. Barang swasta murni (barang private murni)
  2. Barang publik yang dikenakan harga
  3. Barang publik congestible (Congestible public goods)
  4. Barang publik murni

Pada pembagian yang dilakukan David Hyman memang terlihat sedikit berbeda dari klasifikasi sebelumnya. Pada pembagian Hyman juga memperhatikan nilai eksternalitas yang terkandung didalam jenis barang tersebut.

 

Contoh Barang Publik dan Barang Swasta

Dari pembahasan diatas semoga didapatkan pemahaman mengenai barang publik dan barang swasta. Berikut ini akan diberikan beberapa contoh barang publik dan contoh barang swasta (barang privat).

Berikut ini 10 contoh barang publik dan contoh barang swasta.

NoContoh barang publik murniContoh barang swasta murni
1Jalan RayaKendaraan (Mobil dan motor)
2TamanPakaian
3Lampu lalu lintasMakanan (nasi)
4Lampu jalanMinuman (ice cream)
5Saluran air (got)Laptop
6JembatanHP
7Pemandangan indah (pantai, gunung)Tiket (Pesawat, kereta, konser)
8Polisi (Pelayanan keamanan masyarakat)Buku dan komik
9Penegakan hukumPermen
10Pertahanan NasionalFurnitur

Semoga dengan pemberian 10 contoh barang publik dan barang swasta diatas dapat memberikan pemahaman mendalam dalam topik ini.

 

Permintaan barang publik

Permintaan barang publik harus diinterpretasikan berbeda dari permintaan barang swasta. Untuk barang publik murni, semua konsumen harus mengkonsumsi jumlah barang yang sama. Pembeli tidak akan dapat menyesuaikan konsumsi mereka sehingga satu orang memiliki satu unit per minggu, sementara orang lain menikmati dua unit per minggu, dan yang lainnya memiliki tiga unit per minggu. Jika konsumen A memiliki tiga unit per minggu, semua konsumen lainnya akan mengkonsumsi tiga unit per minggu.

Hal tersebut berbeda dengan barang swasta murni. Sedangkan untuk permintaan barang swasta murni diperoleh dengan menambahkan jumlah yang diminta oleh setiap konsumen pada setiap harga yang mungkin mereka beli.

Baca juga: Permintaan barang pada barang swasta

Untuk barang publik yang murni, konsumen tidak bisa menyesuaikan jumlah yang dibeli sampai harga barang sama dengan keuntungan marjinal mereka. Bahkan tidak bisa dihargai karena barangnya bersifat nonekslusif. Variabel pada sumbu vertikal bukan harga pasar. Sebaliknya, mereka adalah jumlah maksimum yang akan dibayar orang per unit barang sebagai fungsi dari jumlah barang yang sebenarnya tersedia.

Misalnya, anggap ketiga konsumen hidup bersama dalam sebuah komunitas kecil dan berkeinginan untuk menyediakan perlindungan keamanan bagi diri mereka sendiri. Jumlah perlindungan keamanan dapat diukur dengan jumlah penjaga keamanan yang disewa per minggu untuk berpatroli di kampung mereka. Satpam mewakili barang publik murni untuk ketiga konsumen ini. Tidak ada jalan bagi satu orang di komunitas yang terdiri dari tiga orang ini untuk menyewa seorang penjaga keamanan untuk keuntungannya sendiri tanpa menguntungkan tetangganya.

Manfaat sosial marjinal dari jumlah tertentu barang publik murni adalah jumlah manfaat marjinal individu yang diterima oleh semua konsumen. Produksi barang publik murni menghasilkan keuntungan eksternal yang dihargai secara positif oleh semua anggota masyarakat. Manfaatnya tidak bersaing dan tidak eksklusif bagi konsumen. Penawaran pasar yang baik akan menghasilkan eksternalitas positif bagi semua anggota masyarakat. Oleh karena itu, manfaatnya dikonsumsi secara kolektif, dan pengecualian salah satu anggota dari manfaat tersebut mahal. Sebuah barang swasta murni adalah sesuatu yang tidak menghasilkan eksternalitas, baik saat diproduksi maupun saat dikonsumsi.

Efisiensi mensyaratkan bahwa produksi barang publik murni dilakukan sampai pada titik di mana jumlah keuntungan pribadi marjinal sama persis dengan biaya produksi sosial marjinal (MSB=MSC). Penyediaan barang pada jenis public goods untuk pembelian individual cenderung tidak efisien. Hal ini diakibatkan oleh eksternalitas positif yang terkait dengan penyediaan pasar barang tersebut.

Baca juga: Eksternalitas

Orang sering mencoba untuk mengkonsumsi keuntungan dari pembelian barang publik murni orang lain sementara tanpa biaya sendiri. Orang-orang ini mencoba menjadi penumpang gelap (free rider). Idealnya, output yang efisien dari barang publik murni dapat dicapai jika setiap orang menyumbang jumlah yang sama dengan keuntungan marjinal yang diterima per unit barang. Ini dikenal sebagai ekuilibrium Lindahl.

Mengingat masalah free-rider (penumpang gelap), masyarakat umumnya memerlukan pembayaran wajib untuk membantu membiayai public goods yang tersedia bagi kelompok besar masyarakat. Hal ini menyebabkan penyediaannya dan pembiayaan dilakukan pemerintah dengan megenakan biaya pajak pada masyarakat. Hal ini umum bagi layanan pemerintah yang melibatkan beberapa tingkat konsumsi kolektif untuk dibiayai melalui skema pajak wajib untuk menghindari kemungkinan adanya penumpang gelap (free-rider).

Baca juga: Free rider dalam ekonomi publik

Baca juga: Belanja pemerintah dalam APBN

Sekian mengenai pembahasan tentang barang publik (public goods). Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top