Biaya tetap (Fixed Cost): Biaya tetap total & biaya tetap rata-rata

Pembahasan mengenai biaya tetap (fixed cost), biaya tetap total (total fixed cost) dan biaya tetap rata-rata (average fixed cost) muncul tatkala membahas teori biaya produksi dalam jangka pendek. Dalam konsep biaya produksi jangka pendek, kita membedakan biaya produksi dalam kategori biaya tetap dan biaya variabel.

Pada kesempatan ini kita akan khusus membahas mengenai biaya tetap (fixed cost) saja beserta beberapa pembagian didalamnya. Oleh karena itu pada pembahasan ini akan menyangkut 3 bagian:

  • Biaya Tetap
  • Biaya Tetap Total
  • Biaya Tetap Rata-rata

 

Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap (fixed cost) adalah semua biaya yang tidak bergantung pada tingkat output yang dihasilkan perusahaan. Biaya tetap merupakan biaya yang tetap terkena pada perusahaan meskipun perusahaan tidak berproduksi sama sekali. Klasifikasi biaya tetap ini dilakukan untuk produksi dalam jangka pendek. Karena dalam jangka panjang semua biaya produksi diperhitungkan sebagai biaya variabel.

Biaya tetap sendiri dalam pembahasan ini akan diulas lebih dalam dua kategori yaitu biaya tetap total (total fixed cost) dan biaya total rata-rata (average fixed cost).

 

1.      Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost)

Biaya tetap total (total fixed cost) disebut juga sebagai overhead. Pengertian biaya tetap total adalah total dari semua biaya yang muncul tanpa terpengaruh oleh perubahan jumlah output bahkan saat perusahaan tidak menghasilkan output sekalipun.

Bila kita membaca kembali mengenai pembahasan teori produksi jangka pendek, teori biaya produksi jangka pendek, atau perbedaan biaya jangka pendek dan jangka panjang, maka kita menemukan ada konsep input tetap. Input tetap artinya input yang tetap ada meskipun perusahaan tidak beroperasi sekalipun. Keberadaan input tetap ini membawa implikasi pada munculnya biaya tetap.

Baca juga: teori produksi jangka pendek

Baca juga: teori biaya produksi jangka pendek

Baca juga: perbedaan biaya jangka pendek dan jangka panjang

Mari kita ilustrasikan dalam contoh kasus mengenai toko fotokopi dan penjilidan. Untuk ilustrasi perhatikan tabel berikut:

Kuantitas OutputBiaya Tetap Total (Mesin fotokopi)Biaya tetap rata-rata
050.000.000
150.000.00050.000.000
250.000.00025.000.000
350.000.00016.666.666,7
450.000.00012.500.000
550.000.00010.000.000
650.000.0008.333.333,3
750.000.0007.142.857,1
850.000.0006.250.000
950.000.0005.555.555,6
1050.000.0005.000.000

 

Dari ilustrasi tabel diatas ada beberapa hal yang dapat dipahami. Pertama, biaya tetap total (total fixed cost) sudah pasti menjadi biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan entah perusahaannya melakukan proses produksi maupun tidak beroperasi. Kita mencontohkan pada tabel bahwa perusahaan telah memiliki mesin fotokopi seharga 50.000.000. Kemudian, perusahaan memilih menjalankan bisnis atau tidak, biaya membeli mesin fotokopi telah keluar.

Kedua, biaya tetap tidak akan berubah besaran biaya nya seberapapun banyak produksi selama penggunaan input tetap tidak melebihi kapasitas atau kemampuan input tersebut. Pada contoh tabel diatas kalau mesin fotokopi tidak beroperasi biayanya tetap 50.000.000. Bila beroperasi hingga 10 lembar fotokopi pun tetap seharga 50.000.000.

Contoh lain biaya tetap yang harus dikeluarkan misalkan sewa toko atau biaya untuk membangun toko. Anda membuka toko ataupun tidak, biaya sewa toko harus tetap ditanggung. Pada contoh tabel diatas memang hanya mengasumsikan bahwa input tetap yang digunakan hanya mesin fotokopi. Bila anda memperhitungkan juga input tetap seperti sewa toko, atau input tetap lainnya, secara keseluruhan biaya tersebut akan menjadi biaya tetap total (total fixed cost).

Untuk merefleksikan sifat dari biaya tetap total ini dapat dibuat dalam bentuk kurva. Perhatikan Kurva biaya tetap total (total fixed cost) berikut:

Kurva Biaya Tetap Total - Total Fixed Cost

Kurva biaya tetap total (berwarna merah) terlihat seperti garis horizontal. Disini bermakna bahwa total fixed cost (TFC) mempunyai biaya yang bersifat tetap tanpa dipengaruhi oleh kuantitas output yang ingin dihasilkan. Bila perusahaan tidak berproduksi, maka biaya tetap totalnya masih sebesar P. Bila perushaan melakukan produksi, baik itu ingin menghasilkan kuantitas output sebesar X1 atau X2 atau X3 atau X4 atau bahkan X5, besaran biaya tetap total masih sama sebesar P.

 

2.      Biaya Tetap Rata-rata (Average Fixed Cost)

Biaya tetap rata-rata (average fixed cost) adalah biaya tetap total (total fixed cost) dibagi dengan jumlah output yang diproduksi. Biaya tetap rata-rata dirumuskan dengan:

AFC = TFC / q

AFC adalah biaya tetap rata-rata (average fixed cost), sedangkan TFC adalah biaya tetap total (total fixed cost), dan q adalah kuantitas output yang dihasilkan.

Dari persamaan diatas kita memahami bahwa biaya tetap rata-rata didapatkan dari membagi biaya tetap total dengan kuantitas yang dihasilkan. Karena persamaan tersebut, kita memahami bahwa semakin banyak kuantitas barang yang dihasilkan (output), maka biaya rata-rata akan semakin kecil.

Hal tersebut juga dapat kita lihat pada ilustrasi pada tabel diatas. Pada kolom biaya tetap rata-rata kita melihat bahwa saat kuantitas output (q) yang semakin banyak, maka biaya tetap rata-ratanya semakin menurun. Fenomena pada biaya tetap rata-rata ini seringkali disebut juga sebagai spreading overhead.

Untuk ilustrasi lain, mari kita buat dalam bentuk kurva. Berikut ini kurva biaya tetap rata-rata (average fixed cost):

Kurva Biaya Tetap Rata-Rata - Average Fixed Cost

Kurva biaya tetap rata-rata mempunyai slope yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Wajar bagi kurva biaya tetap rata-rata untuk mempunyai slope menurun karena merupakan pembagian dari biaya tetap total dibagi kuantitas output yang dihasilkan. Hal ini memberi kita pemahaman bahwa semakin besar jumlah output yang dihasilkan maka biaya tetap rata-rata akan semakin menurun. Perlu juga untuk dicatat bahwa penurun biaya tetap rata-rata hanya akan semakin mendekati nol. Meskipun demikian, average fixed cost tidak pernah mencapai nol. Sebanyak apapun jumlah output yang dihasilkan nilai average fixed cost tidak pernah nol, hanya semakin mendekati saja.

 

Sekian pembahasan singkat mengenai biaya tetap (fixed cost), biaya tetap total (total fixed cost) dan biaya tetap rata-rata (average fixed cost). Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top