Land Market : Permintaan & Penawaran Pada Pasar Tanah

Pada kesempatan ini kita akan membahas permintaan dan penawaran pada land market (pasar tanah). Ketika membahas mengenai jenis jenis pasar, salah satu jenis pasar yang kita bahas yaitu pasar input. Input sendiri bila dikerucutkan lagi diantaranya terdiri atas tenaga kerja, modal, dan tanah. Pada kesempatan ini khusus membahas lebih jauh permintaan dan penawaean untuk input berupa tanah di land market.

Pembahasan ini akan terdiri atas:

1. Pengertian pasar tanah (land marker)

2. Permintaan dan penawaran tanah

 

Pengertian land market (pasar tanah)

Sebelum membahas land market (pasar tanah), mari kita mulai pembahasan ini dengan memahami apa yang dimaksud istilah tanah dalam ilmu ekonomi. Hal ini penting diketahui karena istilah tanah dalam ekonomi tidak hanya merujuk pada tanah dalam bahasa umumnya. Jadi, jangan sampai kebingungan ketika mendengar istilah tanah dalam literatur ekonomi.

Tanah dalam literatur ilmu ekonomi seringkali ditujukan untuk tanah atau bangunan/gedung. Tanah disini maksudnya tanah yang ada di bumi, mulai dari dataran rendah hingga dataraj rendah. Tanah diperkotaan hingga tanah di pedesaan. Tanah hutan, perkebunan, persawahan hingga untuk tempat tinggal. Bahkan cakupan tanah bisa juga termasuk kekayaan alam yang ada didalam tanah srperti mineral, dan lainnya.

Selain tanah secara harfiah, cakupan istilah tanah dalam ekonomi juga mencakup bangunan. Bangunan pada pengelompokkan input produksi akan termasuk ke dalam cakupan tanah. Bila dalam pembahasan teori ekonomi yang mengempokkan input secara umum, kita harus memahami tanah secara lebih luas. Sering kali kita mendapati input atau faktor produksi dikatakan terdiri atas modal, tenaga kerja dan tanah. Istilah tanah disini memiliki cakupan yang luas. Kadang kita harus peka juga, dalam pembahasan ekonomi tersebut yang dimaksud istilah tanah secara luas atau memang tanah secara harfiah.

Saat input berupa tanah ini ingin ditransaksikan oleh penjual dan pembeli, disitu ada pasar tanah. Saat membahas mekanisme yang terjadi di pasar, pasti kita akan membicarakan bagaiamana permintaan dan penawaran yang terjadi. Begitu juga dalam land market, kita akan membicarakan bagaimana permintaan dan penawaran input yang terjadi pada land market.

 

Permintaan dan penawaran tanah

Land market perlu menjadi perhatian karena memiliki sifat keunikan tersendiri dibandingkan faktor produksis lainnya seperti tenaga kerja dan modal. Transaksi pertukaran untuk faktor produksi berupa tanah akan dilakukan pada land market (pasar tanah). Kami selalu menekankan bahwa pasar tidak selalu harus memiliki tempat khusus layaknya pasar output yang berbentuk seperti pasar tradisional atau pasar modern.

Baca juga: Jenis-jenis pasar

Baca juga: Pasar input

Baca juga: Perbedaan pasar input dan pasar output

Penawaran tanah pada land market memiliki keunikan dimana penawarannya secara total bersifat tetap. Keseluruhan tanah yang ada di bumi ini jumlahnya sudah tetap, tidak bisa di tambah. Kita tidak punya kemampuan untuk memperluas tanah di bumi. Hal ini menjadikan penawaran tanah bersifat tetap. Dengan demikian, tanah mempunya isfat inelastis sempurna. Berapapun harga tanah, total keseluruhan tanah tidak berubah. Kita memang bisa menambah atau mengurangi kepemilikan tanah pribadi/perusahaan, tapi tidak mengubah ketersediaan tanah secara keseluruhan.

Dengan sifat demikian, pembahasan seputar land market akan membicarakan seberapa pantas harga tanah tersebut dan akan digunakan untuk apa. Dengan kondisi penawaran yang bersifat tetap, maka harga tanah akan ditentukan oleh permintaan tanah tersebut. Harga tanah ditentukan oleh willingness to pay dari rumah tangga atau perusahaan.

Willingness to pay (keinginan membayar) akan menentukan seseorang ingin membeli tanah atau tidak. Nilai dari satu tanah dengan tanah yang lain berbeda. Ada yang subur dan tidak. Ada yang posisi strategis dan tidak. Willingness to pay akan menentukan permintaan tanah mana yang akan bernilai lebih mahal dibandingkan yang lain. Hal ini bergantung pada karakteristik yang dimiliki tanah tersebut ataupun lokasi tanah.

Berdasarkan karakteristik tersebut, anda akan mendapati kurva penawaran tanah akan vertikal. Karena penawaran tanah bersifat inelastis sempurna. Hanya dalam kasus tertentu penawaran bisa tidak tetap. Sedangkan permintaan akan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Harga tanah secara ekslusif ditentukan oleh permintaannya. Permintaan tanah bergantung pada willingness to pay. Pembeli yang memiliki willingness to pay paling mahal untuk tanah tersebut akan mendapatkannya, karena penjual tanah akan mencari yang permintaan dengan harga paling tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top