Pasar input dan pasar output

Pasar Input dan Pasar Output

Apa yang dimaksud dengan pasar input dan pasar output? Terkadang ada orang-orang yang menganggap bahwa pasar hanya pasar fisik yang kita lihat sehari-hari. Misalnya pasar tradisional, pasar modern, pasar senin, pasar minggu, pasar sapi, dsb. Ketika kita membatasi pemahaman kita tentang pasar hanya yang berbentuk fisik saja, kita akan bingung ketika dihadapkan dengan istilah pasar yang lain semisal pasar input dan pasar output.

Pengertian pasar input dan pasar output

Sebelum mengulas mengenai pasar input dan output secara mendalam, mari kita sedikit meninjau kembali pemahaman kita tentang pasar. Penting bagi kita memahami konsep pasar agar kedepan gampang memahami bagaimana sebenarnya pasar input dan output.

Pasar adalah dimana terjadinya interaksi/transaksi antara penjual dan pembeli. Pasar dapat merujuk pada tempat secara fisik namun bisa juga pasar itu tidak nampak secara fisik. Karena pasar ada yang memiliki fisik (tempat/lokasi), maka tidak salah ada yang memberikan pemaknaan pasar sebagai suatu tempat transaksi. Contoh pasar yang disebutkan diawal tadi biasanya merujuk pada fisik karena bisa kita lihat, tempt dan lokasinya dapat dilihat.

Namun, makna pasar tidak terbatas pada pasar secara fisik saja. Sebagai contoh marketplace. Penjual dan pembeli tidak pernah bertemu. Dan tidak ada tempat fisik untuk interaksi atau transaksi terjadi, karena transaksi dilakukan secara online. Namun hal itu tidak mengurangi esensi nya sebagai pasar. Intinya pasar akan merujuk pada adanya pembeli dan penjual yang berinteraksi/bertransaksi. Tidak peduli hal itu berbentuk fisik ataupun online.

Dalam Bahasa ekonomi, membeli dan menjual ini diistilahkan dengan permintaan dan penawaran. Makanya dalam literatur ekonomi kadang agak kurang banyak digunakan membeli dan menjual. Yang akan kita temui adalah istilah permintaan/pembelian (demand) dan penawaran/penjualan (supply).

Selanjutnya yang menjadi pertanyaan, setelah kita memahami pasar sebagai dimana terjadinya permintaan dan penawaran, lantas apa yang dijual dan dibeli di pasar? Dari sini, baru kita menjawab bahwa di pasar dapat terjadi transaksi penjualan dan pembelian baik untuk output ataupun input. Sehingga pasar input dan pasar output hanya untuk membedakan transaksi permintaan dan penawaran tersebut untuk jenis output atau untuk jenis input.

Bingung maksudnya bagaimana pasar input dan output? Agar memudahkan pemahaman, mari kita anggap perekonomian berjalan pada perekonomian sederhana dengan 2 pelaku ekonomi yaitu rumah tangga dan perusahaan.

Apa itu output dan pasar output?

Pasar output adalah pasar untuk output atau hasil produksi dari perusahaan. Kita ambil contoh kita pergi ke pasar untuk membeli sepatu. Anggaplah pasar disini pasar yang biasa kita temui seperti pasar tradisional. Kita ke pasar membeli sepatu. Sepatu tersebut tidak bim salabim disulap langsung jadi sepatu. Sepatu tersebut dibuat oleh perusahaan sepatu. Maka sepatu itu disebut sebagai hasil produksi atau output dari perusahaan sepatu. Pasar yang kita temui untuk membeli sepatu tersebut adalah pasar output.

Dalam literature ekonomi, output yang dihasilkan perusahaan sebenarnya dapat berupa barang atau jasa. Pada contoh disini diberikan contoh output berupa barang (khususnya barang berupa sepatu). Contoh output berupa barang antara lain tempe, tahu, martabak, sayur, nasi, mobil bahkan pesawat. Sedangkan output berupa jasa semisalnya tempat kursus mengemudi. Outputnya berupa jasa yang mengajarkan mengemudi. Mobil itu merupakan output berupa barang, sedangkan jasa kursus mengemudi akan output berupa jasa.

 

Apa itu input dan pasar input?

Pasar input adalah pasar untuk input atau faktor produksi yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan output. Kita ambil contoh lagi soal sepatu. Kita tahu bahwa sepatu dibuat oleh perusahaan sepatu. Perusahaan untuk menghasilkan sepatu membutuhkan pengusaha/bos yang mendirikan perusahaan sepatu, tenaga kerja/pegawai/buruh yang bekerja membuat sepatu, dan mesin/alat untuk membuat sepatu.

Hal-hal yang perlukan perusahaan sepatu untuk membuat sepatu sebagaimana disebutkan diatas, dalam ilmu ekonomi diistilahkan dengan input atau faktor produksi. Dari contoh diatas ada 3 contoh input atau faktor produksi yang dalam istilah ekonomi dinamakan modal (capital), tenaga kerja dan kewirausahaan. Nah, input atau faktor produksi ini memiliki pasar tersendiri. Pasar tersebutlah yang dikatakan sebagai pasar input.

Pasar input ini terkadang tidak nampak sebagaimana pasar yang umumnya dipahami masyarakat. Makanya diawal kita katakana bahwa pasar tidak selalu berbentuk fisik tempat atau lokasi tertentu. Pasar input ini bisa jadi dianggap seolah bukan pasar oleh sebagian orang. Misalnya, input yang digunakan perusahaan sepatu tadi adalah tenaga kerja (pegawai). Katakanlah perusahaan-perusahaan sepatu membuka lowongan kerja atau di job fair. Sebagian kita tidak sadar bahwa sebenarnya itu adalah pasar input, dalam hal ini khususnya pasar tenaga kerja.

 

Hubungan pasar input dan output

Terdapat keterkaitan hubungan pasar input dan output. Tentu akan sangat panjang dan tidak akan ada habis-habisnya bila kita mendetailkan hubungan pasar input dan output. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini kita membatasi pada bagaimana hubungan keterkaitan pasar input dan output sehingga kita dapat gambaran umum bagaimana interaksi diantara mereka.

Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman, mari kita perhatikan bagan pasar input dan output berikut:

Gambar bagan pasar input dan output

Gambar bagan pasar input dan pasar output

Dari bagan pasar input dan output diatas kita ingin membagi pembahasan menjadi 2 bagian sebagai berikut:

1.      Pasar output (bagan pasar input dan output pada garis no 1 dan 2)

Perusahaan sebagaimana dijelaskan sebelumnya mempunyai peran sebagai penghasil output yang akan dijual pada pasar output. Misalkan perusahaan sepatu akan menghasilkan sepatu. Sepatu yang dihasilkan perusahaan tersebut akan dibawa ke pasar untuk dijual. Itulah yang digambarkan pada bagan garis nomor 1.

Pada pasar output ini akan terjadi interaksi/transaksi penawaran dari produsen/penjual dengan permintaan/pembelian dari konsumen. Konsumen dalam hal ini adalah rumah tangga. Sedangkan produsen adalah perusahaan. Bila terjadi kesepakatan harga maka terjadinya transaksi jual-beli. Barang berupa sepatu tadi akan berpindah tangan kepada rumah tangga karena sudah dibeli. Inilah yang digambarkan oleh bagan garis nomor 2 (rumah tanggaa membeli sepatu). Perilaku konsumen untuk membeli barang ini agar memperoleh kepuasan.

Bagan pasar output dengan garis no 1 dan no 2 menggambarkan interaksi pada pasar output. Secara lengkap interaksi pada pasar output pada website ini diulas dalam pembahasan mekanisme pasar. Baca selengkapnya mengenai teori permintaan dan penawaran (mekanisme pasar) disini.

Pada pasar output ini kita juga dapat melihat aliran pendapatan yang terjadi. Bila perusahaan menjual barang sebagaimana yang digambarkan garis no 1, maka perusahaan akan mendapatkan balasan berupa pembayaran (pendapatan) atas hasil penjualan sepatu tersebut. Hal itu yang digambarkan garis no 4.

Sedangkan rumah tangga (konsumen) yang membeli barang harus memberikan uang (membayar) kepada perusahaan. Hal itulah yang digambarkan garis no 3. Alasan kenapa konsumen mau membeli barang tersebut tentu dilandasi oleh kebutuhan/keinginan. Kami juga telah mengulas mengenai perilaku konsumen didalam mengkonsumsi barang. Baca teori perilaku konsumen selengkapnya disini.

 

2.      Pasar input

Bagan pasar input tergambar dari garis no 5 dan 6. Sebelumnya, pada pasar output kita mengilustrasikan bahwa rumah tangga membeli sepatu seperti pada garis no 2. Namun, untuk membeli sepatu tentu diperlukan uang. Rumah tangga memerlukan uang sehingga harus mengusahakan untuk mendapatkan uang.

Untuk menghasilkan uang, rumah tangga dapat memberikan input atau faktor produksi yang dibutuhkan perusahaan. Perusahaan memerlukan input untuk menghasilkan barang (output) dan input/faktor produksi tersebut berasal dari rumah tangga. Faktor produksi yang dapat diberikan oleh rumah tangga dapat berupa modal, tenaga kerja, kewirausahaan, dan tanah/gedung. Perusahaan akan memberikan bayaran kepada rumah tangga yang mau memberikan input/faktor produksi tersebut.

Bila modal berupa pinjaman uang, maka perusahaan akan memberikan bayaran berupa bunga kepada rumah tangga. Bila input yang diberikan berupa tenaga (menjadi pegawai/buruh) maka rumah tangga akan dibayar oleh perusahaan dengan gaji. Kewirausahaan akan mendapatkan balasan berupa keuntungan usaha. Sedangkan rumah tangga pemilik tanah/gedung yang disewa perusahaan akan mendapatkan bayaran berupa uang sewa. Perusahaan mau membayar karena perusahaan ingin menghasilkan produk (output) yang nantinya bakal dijual.

Kami telah mengulas juga bagaimana perilaku produsen/perusahaan dalam menggunakan input pada proses produksi. Baca tulisan kami tentang teori perilaku produsen yang dapat dibaca disini.

 

Hubungan pasar input dan output terhubung melalui perilaku antar pelaku ekonominya yaitu perusahaan dan rumah tangga. Rumah tangga memiliki peran dalam menentukan jenis dan jumlah produk yang diminta (dibeli) serta jumlah dan jenis faktor produksi (input) yang disediakan. Sedangkan perusahaan mempunyai peran untuk menentukan jumlah dan karakter output yang dihasilkan serta jenis dan jumlah input yang diminta.

 

Contoh pasar input dan output

  1. Contoh Pasar Output

Ada banyak sekali contoh pasar output yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pasar yang dalam pandang masyarakat umum yang didapat dilihat fisiknya mayoritas adalah contoh pasar output. Anda bisa sebut satu persatu contoh pasar yang ada didaerah anda. Katakanlah di Jakarta ada pasar tanah abang, di Surabaya ada pasar Turi, di malang ada pasar besar Malang, di Mataram ada pasar Ampenan, pasar Cakra Negara, atau di Bima ada pasar raya Amahami.

Pasar yang buka pada hari-hari tertentu seperti pasar di hari minggu juga seringnya merupakan contoh pasar output. Anda bisa sebut saja pasar yang buka pada hari-hari tertentu.

Contoh pasar output dapat juga berupa pasar yang menjual khusus output tertentu. Misalnya pasar hewan yang khusus menjual hewan-hewan atau pasar sapi yang khusus menjual sapi.

 

  1. Contoh pasar input

Contoh pasar input harus disesuaikan dengan jenis input yang digunakan. Katakanlah anda sebagai pengusaha membutuhkan modal berupa uang. Untuk mendapatkan modal anda dapat memperolehnya pada pasar uang atau pasar modal. Pasar modal di Indonesia yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat menjadi salah satu contoh pasar input.

Contoh pasar input untuk tenaga kerja terkadang susah susah gampang mau diberikan contoh. Pada pasar tenaga kerja tidak seperti pasar output yang terkadang dapat kita temukan fisiknya. Contoh pasar input tenaga kerja yang mungkin bisa kita lihat yaitu job fair. Pada job fair biasanya ada perusahaan yang mencari pekerja, ada rumah tangga yang mencari pekerjaan, dan disana juga langsung bisa memasukan lamaran kerja. Pasar input tenaga kerja kadang tidak tampak seperti fisik pasar output, pasar tenaga kerja biasanya dicari melalui lowongan pekerjaan yang biasanya berupa informasi pengumuman ataupun rumah tangga dapat memasukan lamaran pada perusahaan.

 

Sekian pembahasan ringkas mengenai pasar input dan pasar output ini. Semoga bermanfaat bagi kita. Silahkan bertanya pada kolom komentar bila ada yang tidak dipahami. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top