PDB memiliki kelemahan dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu

PDB memiliki kelemahan dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu pada kondisi adanya underground economy. Produk Domestik Bruto (PDB) meskipun merupakan salah satu ukuran penting dalam menilai ekonomi dan kesejahteraan. Bahkan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang menjadi salah satu tujuan utama kebijakan makroekonomi. Meskipun demikian, PDB memiliki kelemahan dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Bahkan PDB dapat membawa beberapa masalah serius sebagai ukuran kesejahteraan pada beberapa kasus tertentu. Permasalahan underground economy menjadi salah satu kelemahan dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan ini kita ingin mengulas beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh produk domestik bruto (PDB). Kali ini kita akan membahas tiga keterbatas PDB yaitu pada kasus ukuran kesejahteraan, underground economy dan gni per capita. Ketiganya merupakan keterbatasn PDB dalam mengukur tingkat kesejahteraan dan salah satunya juga menunjukkan keterbatasan PDB dalam mengukur pertumbuhan ekonomi.

Sebelum membahas lebih jauh, kami mengasumsikan bahwa teman-teman yang membaca tulisan ini telah memahami apa itu konsep produk domestik bruto (PDB), pertumbuhan ekonomi, perbedaan PDB dan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana cara menghitung PDB dan pertumbuhan ekonomi. Bila ada yang dipahami dari konsep=konsep tersebut, ada baiknya membaca pembahasan tersebut.

 

Baca juga:

PDB dan pertumbuhan ekonomi

PDB nominal dan PDB riil

Cara menghitung PDB

Perbedaan PDB, GNI, dan indikator makro lainnya

 

Langsung saja kita simak pembahasan berikut

  1. PDB dan Kesejahteraan

Kenaikan PDB memang dipandang sebagai indikasi adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kenaikan PDB menunjukkan terjadinya kenaikan pendapatan yang diterima masyarakat. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin sejahtera. Namun, kesejahteraan tidak semata-mata dinilai dari hal tersebut. Beberapa keadaan tertentu bisa saja menunjukkan terjadi kenaikan kesejahteraan sosial namun hal tersebut tidak diperhitungkan didalam PDB.

Berikut ini kita akan memberikan beberapa contoh, tingkat kesejahteraan social yang dirasakan masyarakat dan tidak selalu sejalan dengan PDB:

  1. Misalkan saja terjadi kondisi penurunan tingkat kejahatan. Hal tersebut berdampak baik bagi kehidupan masyarakat. Kualitas kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik. Dan hal tersebut tidak diperhitungkan dalam PDB. PDB mungkin saja akan sama tetapi kualitas kesejahteraan masyarakat jauh lebih baik.
  2. Masyarakat yang ingin menikmati waktu luang. Misalkan saja pada kondisi full employment (tenaga kerja penuh). Masyarakat telah bekerja dan mempunyai penghasilan. Bila kita kembali mempelajari teori tenaga kerja, kita akan mendapati alasan masyarakat bekerja yaitu untuk mendapatkan penghasilan. Saat seseorang memilih untuk bekerja, saat itu dia sedang mengorbankan waktu luangnya diganti dengan waktu bekerja. Terdapat banyak pilihan yang dapat dilakukan seperti memilih lebih banyak waktu luangnya, memilih lebih banyak waktu untuk bekerja. Balik ke permasalahan awal, pada kondisi tenaga kerja penuh, bisa saja masyarakat memilih untuk sedikit atau sebagian saja dari waktunya yang digunakan untuk bekerja. Sehingga dia dapat menikmati waktu luangnya. Pada kondisi masyarakat seperti ini, bisa saja terjadi penurunan PDB karena waktu produksi/bekerja berkurang sehingga pertumbuhan ekonomi melambat/menurun. Pada saat ini terjadi, sebenarnya kesejahteraan social masyarakat sedang baik, namun hal tersebut tidak tercermin pada PDB dan pertumbuhan ekonomi.
  3. Pada beberapa pekerjaan tidak diperhitungkan didalam PDB. Misalkan saja, anda menyewa asisten rumah tangga untuk melakukan kegiatan bersih-bersih rumah, mencuci, dan lainnya. Anda harus membayar upah kepada asisten rumah tangga anda. Kegiatan seperti bersih-bersih dan mencuci diatas diperhitungkan didalam PDB. Namun bagaimana bila aktivitas tadi anda lakukan sendiri? Pekerjaan rumah yang anda lakukan sendiri tersebut tidak diperhitungkan kedalam PDB. Kedua kejadian ini sebenarnya melakukan hal yang sama namun diperlakukan berbeda dalam perhitungan PDB sehingga menimbulkan perubahan/perbedaan pada pertumbuhan ekonomi.

 

  1. GNI Percapita

Membanding ekonomi antar Negara menggunakan PDB memiliki beberapa kendala. Setiap Negara menghitung PDB menggunakan mata uang masih. Membandingkan langsung PDB atau bahkan mengkonversikan terlebih dahulu PDB dengan nilai tukar tetap rawan. Nilai tukar mengalami fluktuasi yang sangat cepat dalam jangka pendek. Sehingga mengkonversi langsung dari PDB bisa menjebak. Oleh karenanya salah alternative yang digunakan untuk membandingkan ekonomi antar Negara yaitu menggunakan GNI (gross national income). GNI merupakan GNP (gross national product) yang dikonversi menggunakan rata-rata dolar pada beberapa tahun yang disesuaikan dengan tingkat inflasi. Adapun nilai GNI yang dibagi dengan jumlah penduduk Negara tersebut akan menjadi GNI per capita.

 

  1. Underground Economy

Underground economy adalah bagian dari ekonomi yang dimana traksaksi ekonomi terjadi namun penghasilan yang dihasilkan tidak dilaporkan oleh karena itu tidak terhitung didalam PDB. Banyak transaksi ekonomi yang terlewat dihitung dalam PDB. Padahal, kegiatan ekonomi tersebut seharusnya dihitung dalam PDB. Pada umumnya aktivitas seperti ini bisa terjadi pada kasus pencucian uang. Aktivitas yang berasal dari kegiatan illegal bisa saja dilakukan pencucian uang pada aktivitas bisnis yang legal. Bisa juga aktivitas ekonomi yang mempunyai pendapatan yang tidak dilaporkan ini dilakukan untuk menghindari pajak. Pendapatan-pendapatan yang tidak dilaporkan ini membuat nilai PDB tidak tercatat dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi tidak tergambar dengan baik pula.

Adanya underground economy membuat pemahaman dan persepsi kita pada kondisi ekonomi menjadi tidak tepat. Misalkan kita menilai pertumbuhan ekonomi Negara X yang tercatat sebesar 5%. Namun karena adanya underground economy, mungkin saja pertumbuhan ekonomi sebenarnya pada Negara tersebut lebih tinggi semisal 10%. Underground economy membuat kita memahami PDB secara sebagian saja, tidak lengkap/utuh. Dari sisi tenaga kerja juga bisa jadi terdistorsi. Orang-orang yang bekerja pada underground economy bisa jadi tidak tercatat juga. Sehingga pengangguran terlihat lebih tinggi dari yang sebenarnya.

 

Sekian dulu untuk pembahasan PDB memiliki keterbatasan dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top