Scarcity - Kelangkaan

Scarcity (Kelangkaan)

Scarcity (Kelangkaan) membicarakan mengenai sumber daya kita terbatas. Ada berbagai macam contoh sumber daya yang ada didunia ini seperti tanah, pabrik, minyak, dan penduduk/tenaga kerja. Hal-hal tersebut contoh sumber daya yang tersedia didunia ini. Meskipun sumber daya tersebut berjumlah banyak, namun sejatinya sumber daya yang ada tersebut bersifat terbatas. Kita tidak memiliki tanah/minyak/sumber daya tersebut dalam jumlah unlimited /tidak terbatas. Ada batas dalam ketersediaan sumber daya yang ada.

Ketersediaan sumber daya ini berbanding terbalik dengan keinginan manusia. Keinginan manusia itu bersifat tidak terbatas. Dengan sumber daya yang ada kita ingin mendapatkan banyak macam hal. Manusia akan selalu menginginkan banyak hal misalnya perumahan yang lebih banyak dan lebih baik, pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik, dan selalu terkait hal yang lebih banyak dan lebih baik dari segalanya secara praktis.

Jika sumber daya yang kita miliki juga jumlahnya tidak terbatas, kita dapat mengatakan “Ya” untuk setiap keinginan kita. Kita dapat memenuhi semua keinginan kita. Bila hal tersebut benar-benar terjadi tidak akan ada yang namanya ilmu ekonomi.

Karena sumber daya kita terbatas, kita tidak bisa mengatakan ya untuk semua keinginan manusia. Untuk mengatakan ya pada satu hal mengharuskan kita mengatakan tidak pada hal yang lain. Apakah kita suka atau tidak, kita harus membuat pilihan.

Baca juga: Pengantar ilmu ekonomi

 

Pengertian Scarcity (Kelangkaan)

Kelangkaan atau scarcity adalah kondisi harus memilih di antara alternatif yang tersedia. Kelangkaan atau scarcity merupakan salah satu masalah ekonomi yang mendasar. Pengertian scarcity adalah kesenjangan antara sumber daya yang terbatas dan keinginan yang secara teoritis tidak terbatas.

Situasi kelangkaan atau scarcity menuntut orang untuk membuat keputusan tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya secara efisien, untuk memenuhi kebutuhan dasar dan sebanyak mungkin keinginan mereka. Sumber daya apa pun yang memiliki biaya konsumsi yang tidak nol adalah langka sampai tingkat tertentu, tetapi yang penting dalam praktiknya adalah kelangkaan relatif.

Barang langka adalah barang yang pilihan salah satu alternatifnya mengharuskan yang lainnya untuk direlakan. Keinginan kita yang tak terbatas terus bertabrakan dengan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Hal tersebut akan memaksa kita untuk memilih beberapa kegiatan dan menolak yang lain.

Pikirkanlah jika anda memiliki sebidang tanah. Sebidang tanah itu dapat dipergunakan untuk beberapa alternatif pilihan kegiatan. Tanah tersebut dapat dipergunakan untuk membangun rumah di atasnya. Bisa juga diatas tanah tersebut dibangun pompa bensin. Kita juga bisa membuat taman kecil di atasnya. Bahkan kita bisa membiarkan tanah tersebut tidak dikembangkan/tidak terurus. Diatas tanah yang sudah dibangun pom bensin tidak mungkin dipergunakan untuk membangun rumah pada saat bersamaan. Dalam posisi ini, manusia harus membuat pilihan agar bisa membuat keputusan nanti bagaimana menggunakan tanahnya.

Misalkan kita telah memutuskan tanah harus digunakan untuk perumahan. Haruskah itu rumah besar dan mahal atau beberapa yang sederhana? Misalkan itu menjadi rumah besar dan mahal. Siapa yang harus tinggal di rumah? Jika keluarga Zul tinggal di dalamnya, keluarga Fadlli tidak bisa. Fakta bahwa tanah itu langka artinya masyarakat harus membuat pilihan terkait penggunaannya. Pilihan yang muncul bisa berbagai macam, mulai soal digunakan untuk apa sampai persoalan digunakan oleh siapa.

Hampir semua barang bersifat langka. Pikirkan udara yang kita hirup, yang tersedia dalam jumlah besar tanpa biaya kepada kita. Mungkinkah itu langka? Coba pikirkan apakah udara yang langka tersebut memiliki kegunaan alternatif. Apa gunanya kita membuat udara? Kita menghirupnya,dan kita mencemari itu ketika kita mengendarai mobil kita, memanaskan rumah kita, atau mengoperasikan pabrik kita. Efeknya, satu penggunaan udara adalah tempat pembuangan polusi, namun disisi lain tentu membutuhkan udara untuk bernafas.

Kedua kegunaan udara tersebut jelas mempunyai alternatif satu sama lain. Semakin banyak polusi yang kita buang di udara, semakin tidak diinginkan dan semakin tidak sehat untuk pernapasan. Jika kita memutuskan ingin menghirup udara yang lebih bersih, kita harus membatasi kegiatan yang menghasilkan polusi. Udara adalah barang yang langka karena memiliki kegunaan alternatif.

Namun, tidak semua barang akan menghadapi pilihan-pilihan seperti itu. Barang gratis adalah barang yang pilihan penggunaannya tidak mengharuskan kita melepaskan yang lain. Salah satu contoh barang gratis adalah gravitasi. Fakta bahwa gravitasi menahan Anda ke bumi tidak berarti bahwa tetangga Anda dipaksa melayang ke angkasa. Penggunaan gravitasi satu orang bukan merupakan alternatif untuk penggunaan orang lain.

Tidak banyak barang gratis. Luar angkasa, misalnya, adalah barang gratis ketika satu-satunya penggunaan yang kita lakukan adalah menatapnya. Tetapi sekarang, penggunaan ruang angkasa kita telah mencapai titik di mana satu pengguna dapat menjadi alternatif bagi yang lain. Konflik telah muncul terkait alokasi slot orbital untuk satelit komunikasi. Dengan demikian, bahkan bagian luar angkasa pun langka. Ruang angkasa pasti akan menjadi lebih langka karena kita menemukan cara baru untuk menggunakannya. Adanya kelangkaan membuat kita perlu membuat pilihan. Disinilah perlunya kita mempelajari ilmu ekonomi. Dan ruang lingkup ekonomi memang sejatinya sangat luas karena meliputi banyak hal.

Baca juga: Ruang lingkup ilmu ekonomi

Baca juga: Pengantar Ekonomi mikro

Baca juga: Pengantar ekonomi makro

 

Kelangkaan Absolut dan kelangkaan relatif

Kelangkaan relatif adalah ketika sumber daya terbatas dalam supply, secara alami. Ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan yang tidak menciptakan penawaran yang cukup, melainkan hanya ada sejumlah sumber daya yang tersedia di planet ini. Namun, kelangkaan relatif juga mengacu pada penawaran dalam kaitannya dengan permintaan. Misalnya, minyak. Meskipun ada banyak minyak saat ini, ada jumlah terbatas yang tersedia, yang pada titik tertentu, tidak akan dapat memenuhi permintaan. Ini adalah kelangkaan relatif.

Kelangkaan absolut juga mengacu pada sumber daya yang secara alami terbatas tetapi tidak dalam kaitannya dengan permintaan. Contoh terbaik dari ini adalah waktu. Dua puluh empat jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dan 52 minggu dalam setahun. Waktu adalah kelangkaan mutlak.

 

Penyebab kelangkaan

Penyebab kelangkaan ekonomi yang utama dapat merupakan akibat dari permintaan, akibat dari penawaran, dan struktural. Kelangkaan akibat permintaan mengacu pada saat penawaran tetap statis dan permintaan tumbuh. Adapun penyebab kelangkaan akibat penawaran adalah ketika pasokan sumber daya di bawah permintaan, dan penyebab kelangkaan struktural adalah ketika sebagian populasi tidak memiliki akses yang sama ke sumber daya sebagai bagian lain dari populasi.

Apa Arti Kelangkaan dalam Ekonomi?
Kelangkaan dalam ekonomi mengacu pada ketika permintaan untuk sumber daya lebih besar dari pasokan sumber daya itu, karena sumber daya terbatas. Kelangkaan mengakibatkan konsumen harus membuat keputusan tentang cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi semua kebutuhan dasar dan keinginan sebanyak mungkin.

 

Cara mengatasi kelangkaan ekonomi

Ada dua pilihan yang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi kelangkaan ekonomi. Pertama, Masyarakat dapat mengatasi kelangkaan dengan meningkatkan pasokan/penawaran. Semakin banyak barang dan jasa yang tersedia untuk semua, semakin sedikit kelangkaan yang akan terjadi. Tentu saja, peningkatan penawaran disertai dengan keterbatasan, seperti kapasitas produksi, lahan yang tersedia untuk digunakan, waktu, dan sebagainya.

Cara kedua untuk mengatasi kelangkaan adalah dengan mengurangi keinginan. Semakin sedikit keinginan, atau tuntutan, untuk barang dan jasa tertentu yang bukan kebutuhan dasar, seperti makanan dan tempat tinggal, semakin sedikit tekanan yang akan ada pada sumber daya yang terbatas.

 

Semoga pembahasan mengenai Scarcity (Kelangkaan) ini membantu kita memahami salah satu masalah mendasar dalam ilmu ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll to top