Pengeluaran agregat (Aggregat Expenditure)

Pengertian pengeluaran agregat adalah nilai sekarang dari semua barang dan jasa akhir didalam ekonomi. Pengeluaran agregat adalah jumlah semua pengeluaran yang ada di dalam suatu perekonomian selama satu periode tertentu. Mudahnya dipahami bahwa, pengeluaran agregat ini ingin mengukur nilai ekonomi suatu Negara dari sisi pengeluaran atau belanja yang dilakukan.

Bila kita masih ingat terkait PDB, dimana PDB tersebut menggambarkan pendapatan nasional disuatu Negara. Sebagaimana diketahui bahwa terdapat 3 cara perhitungan produk domestik bruto (PDB) yaitu dengan pendekatan produksi, pendapatan dan pengeluaran. Pengeluaran agregat menggambarkan perhitungan nilai keselurahan pengeluaran dalam suatu ekonomi.

Bila memahami PDB, sebenarnya pengeluaran agregat ini merupakan PDB, yang cara perhitungannya dengan pendekatan pengeluaran. Namun perlu diingat bahwa PDB secara konsep meskipun mempunyai tiga pendekatan perhitungan namun secara teori akan memberikan nilai PDB riil yang sama. Disini kita tidak membahas bagaimana cara perhitungan PDB dengan ketiga pendekatan tersebut, bila belum memahaminya bisa membaca terlebih dahulu beberapa tulisan berikut:

Baca juga: Produk Domestik Bruto

Baca juga: Cara perhitungan PDB

Baca juga: PDB nominal dan PDB riil

Baca juga: Perekonomian 3 Sektor

Baca juga: Perekonomian 4 Sektor

Ada baiknya, sahabat studiekonomi.com membaca juga beberapa tulisan diatas. Tulisan-tulisan diatas sebenarnya akan membuka wawasan yang akan membantu memahami konsep pengeluaran agregat. Bila anda memahami tulisan diatas sebenarnya teman-teman telah memahami konsep pengeluaran agregat.

Pengeluaran agregat didalam literature ekonomi akan sering dilambangkan dengan Y. Hal ini sama dengan pendapatan agregat dan output/produksi agregat. Kesemuanya sama-sama merupakan nilai PDB hanya saja mengikuti metode perhitungan yang berbeda. Ingat sekali lagi bahwa, secara konsep ketiga pendekatan perhitungan PDB tersebut menghasilkan nilai yang sama dari sisi konsep. Makanya dalam model makro atau symbol matematis akan disamakan. Namun terkadang pengeluaran agregat juga disimbolkan dengan AE, dan AE ekuivalen dengan Y (output agregat), sehingga Y = AE.

Agar tidak bingung mengenai apa itu pengeluaran agregat, mari kita buat sebuah penggambaran sederhana. Misalkan anda mempunyai uang sebesar 10 ribu rupiah. Uang tersebut anda gunakan untuk membeli nasi seharga 10 ribu. Artinya anda melakukan belanja, dan kegiatan ini dihitung sebagai pengeluaran. Contoh hipotetik misalkan ada 5 orang dalam suatu Negara dan belanja mereka masing untuk nasi 100 rb setahun. Dan mereka hanya belanja nasi saja, tidak ada pengeluaran lainnya. Maka pengeluaran agregat di Negara tersebut sebesar 500 ribu. Karena yang dihitung dari pengeluaran agregat adalah jumlah semua pengeluaran setahun pada suatu Negara.

Contoh diatas agar memberikan gambaran mengenai bagaimana pengeluaran agregat. Namun, secara riil ada banyak jenis pengeluaran. Tentu tidak hanya digunakan untuk beli nasi saja J. Bagaimana pengeluaran agregat dihitung dan apa saja komponen pengeluaran agregat akan dibahas pada sub bagian berikut ini.

 

Komponen pengeluaran agregat

Pengeluaran yang dilakukan seseorang tentu beragam jenisnya. Namun dalam ilmu ekonomi, berbagai jenis pengeluaran tersebut telah dikelompokkan menjadi komponen pengeluaran agregat sehingga menjadi model yang lebih sederhana. Apa saja komponen pengeluaran agregat dan bagaimana cara menghitungnya? Mari kita mulai memberikan persamaan yang menggambarkan cara menghitung pengeluaran agregat yaitu sebagai berikut:

AE = C + I G

Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa pengeluaran agregat (AE) terdiri atas komponen konsumsi (C), Investasi (I), dan pengeluaran pemerintah (G). Persamaan kita anggap kondisi pada perekonomian 3 sektor. Sehingga dalam menghitung pengeluaran agregat cara dengan menjumlahkan komponen konsumsi, investasi dan pengeluaran pemerintah.

Sejak awal kita selalu mengatakan output agregat (Y) sama dengan pengeluaran agregat AE. Hal tersebut terjadi karena kondisi keseimbangan. Dalam kondisi keseimbangan, sebenarnya ada syarat kondisi yang harus dicapai yaitu:

Y = AE

Y = C + I + G

S + T = I + G

Pada perekonomian 3 sektor, syarat kondisi ekuilibrium (keseimbangan) terjadi ketika Y = AE (saat agregat output sama dengan pengeluaran agregat). Karena kita tahu bahwa AE = C + I + G, maka keseimbangan terjadi bila saat output agregat sama dengan jumlah konsumsi, investasi dan pengeluaran pemerintah. Syarat selanjutnya agar kondisi keseimbangan terjadi yaitu saat tabungan (S) ditambah pajak (T) sama dengan jumlah investasi (I) ditambah pengeluaran pemerintah (G).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top