Internal Economies, External Economies, dan Diseconomies

Topik internal economies, external economies, serta internal dan external diseconomies berkaitan dengan persoalan kondisi biaya rata-rata yang dihadapi perusahaan (akibat perubahan kondisi dalam internal perusahaan atau perubahan pada industry tersebut) dalam jangka panjang).

Alfred Marshal yang pertama kali membedakan antara skala ekonomis internal dan skala ekonomis eksternal. Dalam jangka panjang perusahaan memiliki keleluasaan untuk mengubah skala produksi perusahaannya. Dalam perubahan skala produksi ini dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam perusahaan atau berasal dari perubahan dalam industri tersebut.

Penjelasan singkat diatas mungkin agak sedikit membingungkan. Agar lebih mudah dipahami dan terarah, pembahasan ini akan dibahas dalam dua bagia yaitu:

  1. Internal Economies dan Internal Diseconomies
  2. External Economies dan External Diseconomies

 

Internal Economies dan Internal Diseconomies

Mari kita sedikit merefresh kembali pemahaman kita pada pelajaran teori produksi yang lalu. Kita membedakan kondisi produksi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, skala produksi perusahaan bersifat tetap. Sedangkan dalam jangka panjang, skala produksi dapat berubah.

Baca juga: Perbedaan jangka pendek dan jangka panjang

Baca juga: Teori biaya produksi jangka pendek dan jangka panjang

Dalam jangka panjang, perusahaan memiliki keleluasaan untuk melakukan perubahan dalam skala produksi. Bila kita memahami konsep jangka pendek dan jangka panjang dalam teori produksi, maka kita akan mendapati kondisi produksi dalam jangka panjang bersifat variabel untuk semua input yang digunakan. Karena semua input bersifat variabel sehingga perusahaan bisa mengatur jumlah input yang digunakan. Hal ini menjadikan skala produksi perusahaan dapat diubah oleh perusahaan. Sedangkan dalam jangka pendek, ada input yang bersifat tetap sehingga skala produksinya konstan.

Keputusan perusahaan untuk mengubah skala produksi dapat di pengaruh oleh faktor internal yang ada dalam perusahaan dan juga faktor eksternal diluar perusahaan itu sendiri. Perubahan skala produksi ini dalam jangka panjang, dapat membawa implikasi perubahan biaya rata-rata dalam memproduksi barang. Pembahasan mengenai internal economies dan internal diseconomies terkait dengan perusahaan yang menghadapi kondisi biaya rata-rata menurun atau meningkat dalam jangka panjang karena pengaruh faktor internal perusahaan.

Baca juga: Biaya tetap rata-rata dalam jangka pendek

Baca juga: Biaya variabel rata-rata dalam jangka pendek

Baca juga: Biaya rata-rata dalam jangka panjang

Pengertian internal economies adalah istilah dalam ekonomi mikro yang merujuk pada faktor internal dalam perusahaan yang mendorong terjadinya penurunan biaya produksi (dalam hal ini biaya rata-rata menurun) sedangkan volume output mengalami kenaikan. Atau dengan kata lain bahwa internal economies adalah ekonomis dalam produksi yang terjadi kepada perusahaan ketika perusahaan tersebut memperbesar outputnya atau memperluas skala produksnya.

Beberapa faktor internal perusaaan yang dapat memberikan dampak pada perusahaan antara lain administrasi dan manajerial, teknikal, pemasaran, dan keuangan.

Mari kita buat ilustrasi agar kita memahami tentang internal economies. Dalam jangka panjang, katakanlah perusahaan anda ingin melakukan kenaikan skala produksinya. Untuk menambah output yang dihasilkan, katakanlah anda membeli mesin pabrik skala besar. Dengan mesin tersebut anda dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar. Karena mampu memproduksi dalam jumlah besar, ternyata biaya rata-rata yang dikeluarkan perusahaan untuk setiap produk yang dihasilkan menjadi lebih murah. Kondisi biaya rata-rata yang menurun untuk menghasilkan output oleh perusahaan inilah yang dikatakan sebagai internal economies.

Sebaliknya, apabila setelah melakukan peningkatan skala produksi dalam jangka panjang yang dilakukan oleh perusahaan, ternyata biaya rata-rata yang dihasilkan justru meningkat, dan faktor penyebabnya berasal dari dalam perusahaan maka kondisi ini dikatakan sebagai internal diseconomies.

Dari gambaran tersebut kita dapat melihat bahwa internal economies atau internal diseconomies melihat bagaimana kondisi efisiensi dalam perusahaan. Penggunaan faktor produksi yang dilakukan perusaaan dapat memberikan dampak bagi output produksi.

 

External Economies dan External Diseconomies

External economies adalah penurunan biaya rata-rata jangka panjang sebagai akibat dari pertumbuhan industry tersebut. Sedangkan kondisi external diseconomies adalah kondisi ketika terjadi kenaikan biaya rata-rata jangka panjang yang dialami perusahaan akibat dari pertumbuhan industry. Sehingga ada perbedaan sumber penyebab perubahan kondisi perusahaan yaitu dari sisi internal perusahaan atau berasal dari external perusahaan. Faktor external ini biasanya terjadi terjadi perubahan dalam industry tersebut.

Semoga teman-teman tidak bingung membedakan antara kondisi dalam perusahaan tersebut dan kondisi industry. Perubahan pada perubahan perusahaan tersebut dalam jangka panjang akan mempengaruhi internal diseconomies atau internal diseconomies. Sedangkan industry merupakan kumpulan perusahaan-perusahaan dalam bisnis tersebut. Kondisi industry yang mempengaruhi biaya rata-rata perusahaan dalam jangka panjang ini yang menjadi faktor eksternal.

Mari kita ambil contoh dengan adanya kondisi aglomerasi ekonomi. Katakanlah perusahaan dalam industry tersebut banyak terletak/terkosentrasi dalam suatu wilayah tertentu. Dengan adanya agglomerasi ekonomi, kondisi tersebut bisa saja membawa dampak pada penurunan biaya produksi. Katakanlah perusahaan A membutuhkan input dari hasil produksi perusahaan B. karena mereka berada dalam lokasi yang dekat, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi yang besar.

Dengan adanya keuntungan wilayah seperti agglomerasi ekonomi ini dapat memberikan dampak bagi biaya produksi perusahaan. Bila dalam jangka panjang perusahaan mengalami biaya rata-rata yang semakin murah maka dikatakan terjadi external economes karena faktor industry tersebut membuat biaya rata-rata perusahaan menjadi lebih murah. Sebaliknya, bila pertumbuhan industry tersebut membuat perusahaan dalam jangka panjang mengalami biaya rata-rata yang semakin mahal maka terjadi external diseconomies.

 

Semoga pembahasan singkat mengenai internal economies, external economies, serta internal dan external diseconomies ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top