Biaya Marginal (Marginal Cost)

Biaya marginal (marginal cost) adalah salah satu konsep paling penting dalam pembahasan teori biaya produksi. Biaya marginal membicarakan tentang tambahan biaya yang muncul akibat dari adanya tambahan satu output yang dihasilkan perusahaan. Untuk membahas lebih dalam mengenai biaya marginal (marginal cost) tersebut, pada pembahasan ini akan mencakup:

  • Pengertian Biaya Marginal (Marginal Cost)
  • Cara perhitungan biaya marginal
  • Hubungan biaya marginal dan produksi marginal
  • Hubungan biaya variabel total dan biaya marginal
  • Hubungan Biaya variabel rata-rata dan biaya marginal

 

Pengertian Biaya Marginal (Marginal Cost)

Pengertian biaya marginal (marginal cost) adalah kenaikan dalam total biaya yang dihasilkan dari tambahan produksi 1 unit output. Pada pengertian biaya marginal tersebut yang perlu diingat adalah marginal cost mencerminkan berubahnya biaya variabel karena menambah 1 output. Yang dilihat dari perubahan variabel cost ini yaitu besarnya perubahan atau tambahan biaya yang muncul dari penambahan 1 output tambahan.

Pada pembahasan teori produksi, kita membedakan bagaimana cara produksi yang dilakukan perusahaan kedalam produksi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam pembahasan biaya produksi dalam jangka pendek kita mendapati dua jenis biaya yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap mempunyai nilai biaya yang tidak berubah. Biaya yang mengalami perubahan sepanjang terjadinya perubahan output yaitu biaya variabel. Biaya marginal (marginal cost) melihat tambahan biaya yang muncul akibat menambah satu output tersebut.

Baca juga: Teori produksi jangka pendek (teori perilaku produsen)

Baca juga: Teori biaya produksi

Baca juga: Pengertian jangka pendek dan jangka panjang

Baca juga: Biaya tetap (Fixed Cost)

Baca juga: Biaya variabel (variable cost)

 

Cara Perhitungan Biaya Marginal (Marginal Cost)

Untuk lebih memahami mengenai biaya marginal, kita akan membuat ilustrasi cara perhitungan biaya marginal (marginal cost). Sebelum memberikan ilustrasi perhitungan, saya ingin menekankan terlebih dahulu bahwa berbeda referensi yang anda gunakan mungkin saja anda menemukan cara perhitungan yang berbeda. Meskipun demikian, hasil perhitungan nilai biaya marginal akan tetap sama.

Cara perhitungan biaya marginal yang berbeda-beda mungkin terjadi meskipun hasil akhir perhitungan tetap sama. Semisal pada buku ekonomi mikro karangan Michael Parkin, anda mendapati ilustrasi perhitungan biaya marginal dihitung dari perubahan biaya total (total cost). Sedangkan pada buku prinsip ekonomi karya Case, Fair, dan Oster, anda menemukan illustrasi perhitungan marginal cost diturunkan dari biaya variabel total (TVC).

Menurut saya, meskipun kedua perhitungan dalam buku tersebut Nampak seakan berbeda, namun prinsip keduanya sama. Jika kita perhatikan kembali pengertiannya diatas bahwa biaya marginal melihat perubahan/tambahan dalam biaya total. Namun karena konteks pembahasan ini membicara produksi dalam jangka pendek, yang berubah dalam penggunaan input adalah input variabel. Sehingga dalam jangka pendek, bila yang dilihat perubahan/tambahan biaya, maka yang sejatinya berubah adalah pada sisi biaya variabel. Tidak mengherankan jika meskipun menghitung dari perubahan biaya total ataupun biaya variabel total akan memberikan hasil nilai biaya marginal yang sama.

Pada kebanyakan literatur mungkin anda menemukan bahwa perhitungan nilai marginal cost diturunkan dari total cost. Namun, khusus pada tulisan ini kami menurunan marginal cost dari total variable cost. Pada tulisan ini kami mengikuti konsep yang jelaskan oleh Case, Fair, Oster dalam the principle of economics.

Mari kita perhatikan ilustrasi perhitungan biaya marginal pada tabel berikut:

Kuantitas Output (q) TVC MC
0 0
1 20 20
2 36 16
3 48 12
4 60 12
5 70 10
6 84 14
7 100 16
8 120 20
9 150 30

Pada tabel diatas, kita menghitung biaya marginal yang diturunkan dari biaya variabel total. Bila kita mengingat kembali pelajaran biaya variabel, untuk kebutuhan analisis ekonomi, kita membagi pembahasan biaya variabel dalam beberapa kelompok yaitu biaya variabel total (TVC), biaya marginal dan biya variabel rata-rata. Pada tabel diatas kita memperhitungkan biaya marginal dari perubahan biaya variabel total (TVC). Biaya variabel total disini akan menggambarkan keseluruhan biaya variabel yang diperlukan untuk produksi.

Biaya marginal (MC) berasal dari perubahan (semisal penambahan) biaya variabel total akibat menambah 1 unit output yang diproduksi. Awalnya perusahaan tidak berproduksi sehingga output yang dihasilkan nol. Dalam kondisi demikian, tidak ada biaya variabel yang dibutuhkan. Pada saat perusahaan menambah output menjadi 1 unit, biaya variabel total (TVC) dibutuhkan 20 rupiah. Terjadi kenaikan biaya variabel sebesar 20 rupiah (karena sebelumnya 0). Artinya terjadi penambahan biaya sebesar 20 rupiah setelah menambah 1 unit output. Kenaikan 20 rupiah inilah yang dikatakan sebagai biaya marginal.

Saat output dinaikkan lagi menjadi 2 unit, maka biaya variabel totalnya menjadi 36. Terjadi kenaikan biaya variabel sebesar 16 rupiah untuk menambah output dari 1 menjadi 2. Untuk memproduksi keseluruhan 2 output tersebut dibutuhkan biaya variabel total sebesar 36 rupiah. Namun, biaya marginal yang diperlukan untuk menambah satu 1 output dari awalnya 1 output menjadi 2 output hanya diperlukan tambahan biaya variabel sebesar 16 rupiah.

Marginal cost pada awalnya terus mengalami penurunan. Pada saat perusahaan terus menambah output yang diproduksi hingga mencapai 5 output, kita mendapit biaya marginal terus mengalami penurunan. Artinya, total variable cost memang terus mengalami peningkatan, namun peningkatan biayanya semakin kecil. Namun, produksi output selanjutnya (diatas 5 atau produksi ke 6-9), mempunyai marginal cost yang terus mengalami peningkatan.

 

Hubungan biaya marginal dan produksi marginal

Sebelum membahas mengenai biaya marginal dan produksi, sebaiknya teman-teman memahami terlebih dahulu konsep produksi marginal. Pada tulisan ini kami tidak akan mengulangnya kembali, anda dapat membaca disini:

Baca juga: Konsep produksi marginal

Baca juga: Produksi dalam jangka pendek

 

Perhatikanlah kurva biaya marginal dan kurva produksi marginal berikut:

Kurva produksi marginal MP

 

Kurva marginal cost MC

 

Pada kurva produksi marginal (marginal product) kita menemukan bahwa kurva MP pada awalnya mengalami kenaikan lalu setelah mencapai puncak, kurva MP kemudian mengalami penurunan. Saat kurva MP mengalami kenaikan yang terjadi adalah kenaikan jumlah input (dalam hal ini tenaga kerja) akan mendorong tambahan output yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan kurva biaya marginal (MC) yang pada awalnya mengalami penurunan. Tambahan input memberikan output yang lebih banyak. Hal tersebut dari sisi biaya berarti bahwa tambahan output yang dihasilkan membutuhkan tambahan biaya (biaya marginal) yang semakin kecil.

Setelah mencapai puncak, kurva MP mengalami penurunan. Hal ini disebut juga dengan the law of diminishing return. Terjadi pertambahan hasil yang semakin menurun. Output yang dihasilkan memang semakin bertambah, namun pertambahannya (produksi marginal) akan semakin kecil. Dalam hal ini pertambahan input hanya akan menambah jumlah output yang memberikan hasil pertambahan output yang semakin menurun.

Hal tersebut dari sisi biaya berarti terjadi kenaikan kurva MC. Penggunaan input akan membutuhkan biaya. Tambahan input yang memberikan tambahan output yang semakin menurun menandakan bahwa semakin mahal biaya produksi yang diperlukan untuk menambah output. Maka kita melihat kurva MC mengalami kenaikan yang menandakan bahwa semakin tinggi biaya yang diperlukan untuk menambah jumlah output.

Kondisi menurunnya kurva MP karena kita menganggap produksi dalam jangka pendek. Dalam jangka pendek ada keterbatasan skala produksi yang bisa dihasilkan. Input tetap dianggap tidak bisa dirubah dalam janka pendek, dan yang bisa ditambah atau dikurangi hanya input variabel. Oleh karenanya kurva MP mengalami perunan karena penggunaan input (seperti mesin) tidak bisa ditambah. Konsekuensinya biaya input juga menjadi lebih mahal (saat kurva MC mengalami kenaikan).

Pada intinya, dalam jangka pendek setiap perusahaan akan menghadapi skala produksi yang konstan. Hal tersebut terjadi karena adanya penggunaan input tetap. Adanya penggunaan input tetap ini membuat terjadinya diminishing return (tambahan hasil yang menurun). Karena adanya penggunaan input variabel ini juga membuat kapasitas produksi menjadi terbatas. Perusahaan yang menghadapi kondisi ini, hal tersebut dapat membuat biaya produksi meningkat seiring semakin tingginya tingkat output. Biaya marginal pada akhirnya meningkat bersamaan dengan output dalam jangka pendek.

 

Hubungan biaya variabel total dan biaya marginal

Slope perubahan biaya variabel total akan sama dengan biaya marginal. Slope perubahan biaya variabel total akan menggambarkan perubahan biaya variabel total terhadap perubahan jumlah output. Bila perubahan biaya variabel total ini dilihat perubahannya setiap tamabahan satu unit output akan menggambarkan biaya marginal. Besarnya perubahan biaya variabel total untuk menambah satu output sama dengan biaya marginal.

Adapun untuk topik hubungan antara biaya variabel total dan biaya marginal secara kurva dapat anda baca penjelasannya dalam topik biaya variabel total.

Baca: Biaya variabel total (total variable cost)

 

Hubungan Biaya variabel rata-rata dan biaya marginal

Pada biaya variabel rata-rata (average variable cost) kita menghitungnya dari biaya variabel total (TVC) dibagi dengan jumlah keseluruhan output. Biaya variabel rata-rata (AVC) dapat dirumuskan dengan:

AVC = TVC / q

Dari rumus tersebut dapat dipahami bahwa biaya variabel rata-rata (average variable cost) didapat dari pembagian biaya variabel total (TVC) dibagi dengan jumlah output keseluruhan (q). Pada biaya marginal kita melihat tambahan biaya variabel untuk tambahan satu output. Sedangkan pada biaya variabel rata-rata kita melihat nilai rata-ratanya.

Secara kurva, biaya variabel rata-rata (AVC) dan biaya marginal (MC) memiliki arah yang sama. Perhatikanlah kurva biaya variabel rata-rata (AVC) dan biaya marginal (MC) berikut:

Kurva hubungan biaya marginal - marginal cost dengan biaya variabel rata-rata - average variable cost

Pergerakan kurva MC dan AVC sejatinya memiliki arah pergerakan yang sama. Namun pada kurva MC perubahan itu lebih cepat terlihat karena memang mengukur perubahan biaya variabel pada tiap tambahan output. Perubahan pada kurva AVC cenderung lebih lambat dan landau tampaknya karena menghitung secara rata-rata.

Ada beberapa kondisi yang dapat dilihat pada kurva diatas. Pertama, Saat kurva MC mengalami penurunan sampai dengan X1, saat itu kurva AVC akan ikut bergerak kebawah. Saat sampai pada output sebanyak X1, marginal cost mencapai titik terendah.

Kedua, kurva MC mulai mengalami kenaikan hingga berpotongan dengan kurva AVC pada jumlah output sebanyak X2. Kita sudah mengetahui sebelumnya saat kenaikan kurva MC ini terjadi kenaikan biaya produksi untuk menambah output. Saat kurva MC ini naik, namun kurva AVC masih terus menurun. Kurva AVC ini memang agak sedikit lambat menyesuaikan. Meskipun secara grafik kurva AVC menurun, namun sejatinya penurunan kurva AVC disini mulai mengecil, mengarah ke landai, dan bersiap untuk meningkat. Pada saat output sebesar X2 menjadi titik terendah kurva AVC.

Ketiga, setelah melewati X2, kurva AVC dan MC sama-sama mengalami kenaikan. Pergerakan kenaikan kurva MC lebih lambat dibandingkan pergerakan kenaikan kurva MC. Saat output semakin tinggi kurva MC akan terus mengalami kenaikan dan membuat jarak yang semakin besar dengan kurva AVC.

 

Semoga pembahasan mengenai biaya marginal (marginal cost) ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top