Biaya Total (Total Cost)

Pengertian biaya total (total cost) adalah keseluruhan biaya yang mencakup biaya tetap ditambah dengan biaya variabel. Biaya total (total cost) merupakan salah satu informasi penting yang harus diketahui oleh produsen. Produsen dalam berbisnis harus mencari laba. Untuk mendapatkan laba/profit, produsen harus tahu berapa biaya total untuk produksi barang dan berapa perkiraan pendapatan yang diterima.

Pada kesempatan ini kita akan khusus membahas terkait biaya total (total cost) didalam produksi barang dan jasa. Sebagaimana pengertian biaya total diatas, maka biaya total dapat dirumuskan dengan:

TC = TFC + TVC

Dimana:

TC = Total Cost (Biaya Total)

TFC = Total Fixed Cost (Biaya Tetap Total)

TVC = Total Variable Cost (Biaya Variabel Total)

Baca juga: Biaya Tetap Total

Baca juga: Biaya Variabel Total

Baca juga: Biaya Marginal

 

Biaya total (total cost) adalah biaya yang dipergunakan untuk membayar semua faktor produksi yang digunakan dalam produksi barang dan jasa. Pada pembahasan produksi dalam jangka pendek (teori perilaku produsen), kita menjelaskan bahwa faktor produksi (input) yang digunakan dikategorikan dalam 2 jenis yaitu input tetap dan input variabel. Penggunaan input tetap dalam produksi membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya tetap. Sedangkan penggunaan input variabel, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya variabel.

Baca juga: Produksi dalam jangka pendek

Baca juga: Teori biaya produksi dalam jangka pendek

Baca juga: Pengertian jangka pendek dan jangka panjang

Biaya variabel total adalah jumlah keseluruhan biaya yang diperlukan yang dimana biaya tersebut menyesuaikan dengan tingkat output yang ingin dihasilkan dalam produksi jangka pendek. Sedangkan biaya tetap adalah semua biaya yang tidak bergantung pada tingkat output yang dihasilkan perusahaan.

Agar lebih memahami konsep biaya total, mari kita ilustrasikan dalam contoh tabel berikut:

Kuantitas Output (q)TVC (Total Variable Cost)TFC (Total Fixed Cost)TC (Total Cost)
00100100
120100120
236100136
348100148
460100160
570100170

Pada tabel diatas kita mengilustrasikan perhitungan total biaya dalam bentuk tabel. Kita mendapati bahwa kolom TFC mempunyai biaya tetap total sebesar 100 rupiah baik saat tidak memproduksi barang ataupun saat memproduksi barang. Hal tersebut karena penggunaan inputnya bersifat tetap. Artinya biaya untuk pengguaan input tetap ini bersifat tidak berubah. Input tetap contohnya seperti mesin. Mesin baik digunaan untuk produksi ataupun tidak digunakan, bila sudah dibeli maka biayanya dihitung tetap seharga mesin tersebut.

Pada kolom TVC kita mendapati bahwa biaya variabel total terus mengalami kenaikan dan perubahan seiring dengan pertambahan output yang dihasilkan. Biaya variabel total ini merupakan biaya produksi yang disesuaikan dengan jumlah output yang dihasilkan. Biaya produksi bersifat variabel dibayarkan untuk penggunaan input variabel yang dimana inputnya dibeli atau digunakan bila produksi dilakukan. Contohnya bila ingin memproduksi produk A, dibutuhkan tenaga kerja. Bila tidak melakukan produksi maka tenaga kerja tidak diperlukan. Biaya yang seperti ini diperhitungkan dalam biaya variabel.

Pada saat kolom TVC, kita melihat bahwa ketika outputnya 0 maka tidak diperlukan biaya variabel karena perusahaan tidak melakukan produksi. Setelah perusahaan melakukan produksi untuk menghasilkan 1 unit barang, maka biaya variabel yang diperlukan sebesar 20 rupiah. Untuk menghasilkan output sebesar 2 unit barang maka diperlukan biaya variabel sebesar 36 rupiah. Semakin banyak output yang dihasilkan maka biaya variabel yang diperlukan semakin besar.

Konsep biaya total bila digambarkan dalam bentuk kurva dapat diperlihatkan sebagai berikut:

Kurva Biaya Total - Total Cost - dan hubungan dengan biaya tetap total dan biaya variabel total

Pada kurva biaya tota (total cost) diatas, kita dapat memahami beberapa hal. Perhatikanlah kurva biaya tetap total (TFC). Kurva TFC berbentuk garis horizontal karena merupakan biaya tetap. Tidak peduli berapapun jumlah output yang dihasilkan karena bersifat biaya tetap maka biayanya sama untuk semua tingkatan output yang dihasilkan.

Pada kurva biaya variabel total (TVC) kita melihat kurva TVC yang terus mengalami kenaikan. Artinya kurva TVC menggambarkan biaya variabel total yang terus meningkat seiring pertambahan jumlah output yang dihasilkan. Biaya variabel ini akan menyesuaikan dengan biaya yang diperlukan untuk penggunaan input variabel.

Pada kurva TC menggambarkan biaya total (total cost). Bentuk kurva TC ini merupakan penjumlahan antara biaya tetap total (TFC) dan biaya variabel total (TVC) yang dikeluarkan. Kurva TC dimulai dari garis yang bersinggungan dengan biaya tetap saat 0 output dihasilkan, yang berarti saat tidak berproduksi pun perusahaan harus mengeluarkan biaya tetap. Seiring pertambahan output dibutuhkan biaya variabel (TVC), sehingga selanjutnya kurva TC bentuknya seperti mengikuti bentuk kurva TVC. Jadi disini bentuk kurva TC akumulasi dari biaya tetap total dan biaya variabel total.

 

Biaya total rata-rata (Average Total Cost)

Pengertian biaya total rata-rata (average total cost) adalah biaya total yang dibagi dengan jumlah output yang dihasilkan. Dari pengertian tersebut sejatinya kita dapat mengetahui bagaimana cara menghitung biaya total rata-rata. Namun, untuk menghitung average total cost kita dapat menggunakan dua rumus yaitu:

ATC = TC / q        ……….. (1)

ATC = AFC + AVC               ……………… (2)

Pada persamaan 1 kita mendapati persamaan dimana average total cost (AVC) sama dengan nilai total cost (TC) dibagi dengan jumlah keseluruhan outut yang dihasilkan (q). Sedangkan pada persamaan kedua, kita mengetahui average total cost (ATC) diperoleh dari average fixed cost (AFC) ditambah dengan average variable cost (AVC). AFC merujuk pada biaya tetap rata-rata. Sedangkan AVC merujuk pada biaya variabel rata-rata.

Pada kesempatan ini saya tidak akan mengulang kembali pembahasan mengenai AFC dan AVC. Silahkan membaca tulisan sebelumnya.

Baca juga: Biaya tetap dan average fixed cost (AFC)

Baca juga: Biaya variabel dan average variable cost (AVC)

Hubungan diantara biaya total rata-rata (ATC) dengan biaya tetap rata-rata (AFC) dan biaya variabel rata-rata (AVC) dalam bentuk kurva dapat digambarkan sebagai berikut:

Kurva biaya total rata-rata (ATC), biaya variabel rata-rata (AVC), dan biaya tetap rata-rata (AFC)

Pada pelajaran mengenai biaya tetap dan pada pelajaran biaya variabel, kita telah menggambarkan kurva AFC dan kurva AVC. Pada kurva diatas kita menyatukan kurva AVC dan AFC dalam satu gambar. Kita juga melihat pada gambar diatas terdapat kurva ATC. Sebagaimana pemahaman pada persamaan 2 diatas kita mengetahui bahwa ATC sama dengan AFC + AVC.

Kurva ATC diatas terbentuk dari gabungan antara kurva AFC ditambah AVC. Garis orange putus-putus dibawah kurva AFC menggambarkan jarak kurva AFC. Hal tersebut menggambarkan besarnya biaya tetap rata-rata (AFC).

Pada kurva AVC kita melihat garis orange putus-putus diatasnya. Garis orange putus-putus diatas kurva AVC tersebut sama dengan besarnya besarnya garis putus-putus dibawah kurva AFC. Adanya garis putus-putus diatas kurva AVC tersebut untuk memberitahukan besarnya jarak tambahan yang dimiliki kurva AFC. Kita ingin menambahkan kurva AVC ditambah dengan kurva AFC. Hasilnya adalah kurva ATC yang mempunyai nilai sama dengan kurva AVC+AFC.

 

Kurva average total cost (ATC), average variable cost (AVC), dan Marginal Cost (MC)

Pada bagian ini kita ingin melihat hubungan kurva ATC, AVC dan MC sebagaimana tergambar berikut:

Kurva average total cost (ATC), average variable cost (AVC), dan Marginal Cost (MC)

Pada pembahasan mengenai biaya marginal, kita telah membahasan kurva yang menjelaskan hubungan AVC dan MC. Pada penjelasan biaya marginal tersebut telah dibahas mengenai titik A dan B pada kurva diatas. Disini kita akan menambahkan penjelasan untuk titik C. Kurva MC, ATC dan AVC sebenarnya mempunyai arah perubahan yang sama. Hanya saja MC paling cepat menyesuaikan keadaan, diikuti AVC yang sedikit lebih cepat menyesuaikan dibandingkan kurva ATC.

Titik A merupakan kondisi kurva MC paling minimum. Sebelum mencapai titik A kurva MC mengalami penurunan. Artinya biaya marginal yang diperlukan untuk menambah output semakin kecil. Setelah melewati titik A, biaya marginal mulai mengalami kenaikan. Biaya marginal mulai mengalami kenaikan karena produksi yang terbatas sehingga biaya untuk menambah output semakin tinggi. Penjelasan lebih dalam baca disini.

Pada titik B, kurva MC berpotongan dengan kurva AVC yang minimum. Pergerakan kurva AVC mengikuti kurva MC. Saat kurva MC mulai meningkat (setelah titik A), kurva AVC memang masih menurun. Namun penurunan tersebut semakin kecil. Kurva AVC sedikit terlambat menyesuaikan dengan kenaikan biaya karena perhitungan AVC memang total biaya variabel dibagi keseluruhan output. Dalam perhitungannya masih memperhitungkan output-output yang sebelumnya dihasilkan. Hal tersebut berbeda dengan kurva MC yang memperhitungkan tambahan 1 output tambahan saja. Pergerakan kurva AVC yang semakin kecil penurunannya ini akan berlangsung hingga mencapai titik B (titik minimum). Setelah melewati titik B tersebut, kurva AVC akan naik mengikuti kurva MC.

Pada titik C akan menjadi titik terendah kurva ATC. Kurva ATC merupakan kurva rata-rata. Kaitannya dengan kurva MC sebenarnya sama dengan penjelasan hubungan kurva MC dan AVC. Hanya saja, kurva ATC pergerakannya lebih lambat lagi dibandingkan kurva AVC. Sebelum mencapai titik C, kurva ATC akan terus mengalami penurunan. Kurva ATC akan mengalami kenaikan setelah melewati titik C. Pergerakan kurva ATC yang lebih lambat mengikuti kurva MC dikarena memang pada kurva ATC memperhitungkan rata-rata biaya tetap dan biaya variabel untuk output-output sebelumnya juga.

 

Sekian pembahasan singkat mengenai biaya total (total cost). semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top