Permintaan terhadap faktor faktor produksi

Salah satu keputusan penting yang harus dibuat oleh perusahaan yaitu mengenai permintaan terhadap faktor faktor produksi. Posisi perusahaan disini membutuhkan faktor-faktor produksi sebagai input untuk produksi.

Baca juga: Faktor-faktor produksi (Input)

Permintaan input tergantung pada permintaan output yang perusahaan hasilkan. Perusahaan akan menghasilkan barang sejumlah yang ingin dibeli oleh konsumen. Untuk dapat menghasilkan sejumlah barang yang ingin dibeli konsumen tersebut, perusahaan akan melakukan permintaan faktor faktor produksi (input). Dengan demikian, permintaan input merupakan permintaan turunan. Misalkan ada permintaan mobil dari konsumen, maka perusahaan akan melakukan permintaan input untuk membuat mobil seperti permintaan tenaga kerja yang merakit mobil.

Penggunaan input yang diminta oleh perusahaan haruslah produktif. Produktivitas dapat menjadi ukuran dari penggunaan input tersebut. Produktivitas adalah ukuran jumlah keluaran/output yang dihasilkan per unit input. Semakin tinggi produktivitas input tentu semakin baik. Artinya dengan produktivitas yang tinggi hanya akan membutuhkan lebih sedikit input untuk menghasilkan lebih banyak output.

Faktor produksi secara garis besar bisa dibedakan dengan tenaga kerja dan modal. Secara umum, perusahaan akan meminta pekerja selama nilai yang dihasilkan tenaga kerja tersebut melebihi yang harus dibayar. Rumah tangga akan menawarkan tenaga kerja selama upahnya melebihi nilai waktu luang atau nilai yang mereka peroleh dari pekerjaan tanpa upah.

Baca juga: Permintaan tenaga kerja

Baca juga: Penawaran tenaga kerja

Baca juga: Interaksi antar pelaku ekonomi

Penggunaan faktor produksi pada saat yang sama dapat bersifat saling melengkapi (komplementer) atau saling menggantikan (substitusi). Misalkan mesin dan tenaga kerja. Untuk menjalankan mesin dibutuhkan tenaga kerja sebagai operatornya. Dalam hal ini, mesin dan tenaga kerja bersifat saling melengkapi. Bila dalam sebuah perusahaan menggunakan mesin sebagai alat untuk menggantikan peran tenaga kerja, maka disini yang terjadi yaitu faktor produksinya saling menggantikan. Dalam pilihan penggunaan input sebagaimana dipelajari dalam teknologi produksi dapat bersifat labor intensive ataupun capital intensive.

Baca juga: Teknologi produksi

Dalam jangka pendek, beberapa faktor produksi bersifat tetap. Pada teori produksi dan biaya produksi kita telah membahas panjang lebar bagaimana produksi dan biaya produksi yang terjadi dalam jangka pendek. Keberadaan faktor yang bersifat tetap ini membawa konsekuesi tersendiri. Semua perusahaan menghadapi pertambahan hasil yang menurun (diminishing return) dalam jangka pendek. Pertambahan hasil yang semakin berkurang berarti bahwa semua perusahaan menghadapi produk marjinal yang menurun dalam jangka pendek.

Baca juga: Teori produksi dalam jangka pendek

Baca juga: Teori biaya produksi jangka pendek

Baca juga: Biaya tetap (Fixed Cost)

Produk pendapatan marjinal (MRP) dari input variabel adalah pendapatan tambahan yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan satu unit input tambahan, ceteris paribus. MRP sama dengan produk marjinal input dikalikan harga output.

Permintaan input tergantung pada produk pendapatan marjinal input itu. Perusahaan persaingan sempurna yang memaksimalkan laba akan membeli input (misalnya, mempekerjakan tenaga kerja) sampai titik di mana produk pendapatan marjinal dari input tersebut sama dengan harganya. Untuk perusahaan yang hanya menggunakan satu variabel faktor produksi, kurva MRP adalah kurva permintaan perusahaan untuk faktor tersebut dalam jangka pendek.

Untuk perusahaan persaingan sempurna yang menggunakan satu variabel faktor produksi yaitu tenaga kerja, kondisi W = MRPL sama persis dengan kondisi P = MC. Perusahaan menimbang nilai output yang tercermin dalam harga output terhadap nilai input yang tercermin dalam biaya marjinal.

Ketika sebuah perusahaan menggunakan dua variabel faktor produksi, perubahan harga faktor memiliki efek substitusi faktor dan efek output. Kenaikan upah dapat menyebabkan perusahaan mengganti modal dengan tenaga kerja dan dengan demikian menyebabkan jumlah yang diminta tenaga kerja menurun. Ini adalah efek substitusi faktor dari kenaikan upah. Kenaikan upah meningkatkan biaya, dan biaya yang lebih tinggi dapat menyebabkan output yang lebih rendah dan permintaan yang lebih sedikit untuk semua input, termasuk tenaga kerja. Ini adalah efek output dari kenaikan upah. Efeknya berlawanan dengan penurunan upah.

Karena tanah dalam persediaan yang tetap, harganya ditentukan permintaan yaitu, harganya ditentukan secara eksklusif oleh apa yang bersedia dibayar oleh rumah tangga dan perusahaan untuk itu. Kembalinya faktor produksi manapun dalam persediaan tetap disebut sewa murni. Perusahaan akan membayar dan menggunakan tanah selama pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk yang diproduksi di tanah tersebut cukup untuk menutupi harga tanah. Perusahaan akan menggunakan tanah sampai titik di mana
MRP A = P A
dimana A adalah tanah (are).

Setiap perusahaan memiliki insentif untuk menggunakan input variabel selama pendapatan yang dihasilkan oleh input tersebut menutupi biaya input tersebut di margin. Oleh karena itu, perusahaan akan menggunakan setiap input sampai pada titik di mana harganya sama dengan produk pendapatan marjinalnya. Kondisi memaksimalkan keuntungan ini berlaku untuk semua faktor di semua tingkat output.

Pergeseran kurva permintaan perusahaan untuk suatu faktor produksi dapat dipengaruhi oleh permintaan produk perusahaan, jumlah input pelengkap dan substitusi, harga input lain, dan perubahan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top