Suku bunga yang mulai menurun memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi global. Perubahan ini diharapkan dapat merangsang aktivitas ekonomi, mendukung pasar tenaga kerja, dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
Menurut survei dari Forum Ekonomi Dunia, banyak kepala ekonom menunjukkan optimisme untuk tahun 2025. Di Amerika Serikat, hampir 90% responden memprediksi pertumbuhan yang moderat hingga kuat. Sementara itu, di Asia Selatan, 71% berharap pertumbuhan yang signifikan.
Meski demikian, optimisme tersebut disertai kewaspadaan. Situasi ekonomi global masih sangat fluktuatif, dengan ketidakpastian dan tantangan yang telah ada sejak sebelum pandemi COVID-19. Walaupun ada sinyal positif, tantangan yang dihadapi masih jauh dari selesai, sehingga dibutuhkan pendekatan yang hati-hati dalam melangkah maju.
Perlu Model Pertumbuhan Baru
Kepala ekonom terus menekankan perlunya memperhatikan kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan hanya kuantitasnya. Mengingat tantangan seperti perubahan iklim dan perlunya ketahanan terhadap krisis di masa depan, ada konsensus bahwa model pertumbuhan ekonomi perlu ditinjau ulang.
Dua pertiga dari kepala ekonom sepakat bahwa kemajuan dalam keberlanjutan, kesetaraan ekonomi, dan kohesi sosial adalah sangat penting, meskipun dapat memperlambat pertumbuhan. Namun, hanya 12% yang merasa bahwa upaya saat ini dalam bidang-bidang ini sudah efektif. Laporan terbaru dari Chief Economists Outlook menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi yang lebih komprehensif, yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan PDB, tetapi juga pada tujuan lain seperti kesetaraan, keberlanjutan, dan ketahanan. Menyeimbangkan berbagai prioritas ini menjadi tantangan besar bagi para pembuat kebijakan.
Chief Economists Outlook, sebuah laporan triwulanan dari World Economic Forum, menyajikan wawasan dari para ekonom terkemuka baik dari sektor publik maupun swasta. Laporan ini bertujuan untuk menerjemahkan tren ekonomi global yang kompleks ke dalam istilah yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas, sehingga isu-isu tersebut menjadi lebih aksesibel dan dapat dipahami oleh banyak orang.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.