U Shaped kurva biaya rata-rata dan Optimal Scale of production

Pembahasan tentang U Shaped dan Optimal Scale of production disini berkaitan dengan teori biaya produksi jangka panjang dalam ilmu ekonomi. Secara umum, u shaped biaya rata-rata jangka panjang sebenarnya hanya ingin memberikan gambaran bagaimana sebenarnya bentuk dari kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC). Sedangkan optimal scale of production disini akan sedikit membahas mengenai tingkat produksi optimal pada jangka panjang.

Topik U Shaped dan Optimal Scale of production yang ingin dibahas ini termasuk topik yang spesifik bahkan termasuk bagian detail dari tema biaya produksi jangka panjang. Oleh karenanya, diharapkan teman-teman sudah memahami dasar-dasar teori biaya produksi jangka pendek dan jangka panjang agar mudah mencerna pembahasan ini. Sebelum membahas ini, kami berharap dan mengaggap anda sudah memahami pembahasan berikut:

Baca juga

 

Bentuk U Shaped biaya rata-rata jangka panjang

Pernahkah anda memperhatikan kurva biaya rata-rata baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang? Bila anda membaca pembahasan teori biaya produksi jangka pendek dan biaya total rata-rata, teman-teman akan menemukan bentuk kurva biaya rata-rata jangka pendek berbentuk U Shaped (seperti huruf U).

Begitupula bila anda membaca pembahasan biaya rata-rata jangka panjang, anda akan mendapati biaya rata-rata jangka panjang seperti kurva amplop. Namun bila anda khusus memperhatikan biaya rata-rata jangka panjang, bentuknya juga seperti huruf U (U Shaped).

Kami akan memperlihatkan kembali kurva biaya rata-rata jangka pendek membentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang. Perhatikan kurva biaya rata-rata jangka panjang berikut:

Bentuk U Shaped biaya rata-rata jangka panjang dan Optimal Scale of production

Pada kurva diatas bisa dilihat sekaligus biaya rata-rata jangka pendek (SRAC) dan biaya rata-rata jangka panjang (LRAC). Bentuk kurva SRAC maupun LRAC berbentuk seperti huruf U. Pada pembahasan ini kita ingin fokus pada U Shaped dari kurva biaya rata-rata jangka panjang.

Pada jangka pendek, perusahaan harus menghadapi biaya tetap. Ketika belum berproduksi atau masih sedikit kuantitas yang diproduksi, maka biaya rata-rata jangka pendek masih lumayan tinggi. Semakin ditambah jumlah output maka akan membuat biaya rata-rata semakin menurun. Hal tersebut karena biaya rata-rata dihitung dari total biaya dibagi dengan kuantitas output. Wajar bila terjadi penurunan biaya rata-rata. Sampai pada titik tertentu, arah kurva biaya rata-rata yang awal menurun akan beralih meningkat. Hal ini karena ada skala produksi yang konstan pada produksi jangka pendek. Pada posisi ini, menambah jumlah output juga akan diiringi oleh kenaikan biaya rata-rata.

Ada dua arah kurva biaya rata-rata jangka pendek yang telah dijelaskan diatas. Pada mulanya biaya rata-rata jangka pendek akan mengalami penurunan sampai pada titik tertentu. Kemudian kurva biaya rata-rata jangka pendek akan meningkat seiring pertambahan output. Dari sini kurva biaya rata-rata jangka pendek berbentuk U.

Namun bukan itu fokus kita pada pembahasan ini. Kita akan melihat U Shaped pada biaya rata-rata jangka panjang. Kurva biaya rata-rata jangka panjang dibentuk dari serangkaian kurva biaya rata-rata jangka pendek. Jadi titik-titik yang terbentuk dari kurva biaya rata-rata jangka panjang sejatinya berasal dari biaya rata-rata jangka pendek yang diputuskan oleh perusahaan saat berproduksi.

Kurva biaya rata-rata jangka panjang pada awal akan mengalami skala ekonomis, namun selanjutnya perusahaan bisa saja mengalami skala tidak ekonomis. Perhatikanlah kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC) diatas. Saat kurva LRAC yang awalnya mengalami penurunan, disinilah kita katakana sebagai terjadi skala ekonomis. Saat kurva LRAC kemudian mengalami peningkatan, disinilah kita sebut sebagai skala tidak ekonomis. Dari sini biaya rata-rata jangka panjang seperti U Shaped (berbentuk U).

Baca juga: Skala ekonomis dan tidak ekonomis

Meskipun jangka panjang dan jangka pendek bentuk kurva rata-rata sama-sama U Shaped. Namun sejatinya alasan mengapa berbentuk U dari kedua periode tersebut berbeda. Bentuk U shaped pada jangka pendek disebabkan karena ada skala tetap/konstan dalam produksi. Namun asumsi skala yang konstan (adanya input tetap) dalam jangka panjang tidak ada. Input produksi dalam jangka panjang dianggap sebagai input variabel. Sehingga biaya produksi jangka panjang menghadapi semua biaya termasuk sebagai biaya variabel.

Bentuk U pada kurva LRAC lebih disebabkan oleh skala produksi. Awalnya kurva LRAC mengalami penurunan atau terjadi skala ekonomis. Skala ekonomis disini berarti bahwa ketika perusahaan menambah input dalam persentase tertentu akan menghasilkan persentase tambahan output yang lebih besar dari persentase penambahan input. Contohnya perusahaan ingin memperbesar skala produksinya dengan menggandakan input dua kali lipat, pada hasilnya mampu menghasilkan pelipatgandaan output lebih dari dua kali lipat.

Ada dua sumber yang dapat membuat terjadinya skala ekonomis yaitu pengaruh teknologi produksi dan ukuran bisnis. Dua hal tersebut bisa saja membuat perusahaan menghasilkan lebih banyak produk dengan harga yang lebih murah. Itulah mengapa kurva LRAC mengalami penurunan.

Selanjutnya perusahaan bisa saja menghadapi kondisi skala tidak ekonomis yang ditunjukkan LRAC yang mengalami kenaikan. Perusahaan yang memperbesar skala produksinya bisa saja terkena skala produksi tidak ekonomis. Saat terjadi skala tidak ekonomis ini, biaya rata-rata jangka panjang mengalami kenaikan. Pelipatgandaan input untuk memperbesar skala produksi, hanya memberikan pelipatgandaan output yang persentasenya lebih kecil daripada persentase penambahan input.

Kenaikan biaya rata-rata yang ditunjukkan kurva LRAC bukan disebabkan oleh asumsi skala produksi yang konstan/tetap. Hal ini lebih karena alasan munculnya biaya-biaya pada saat meningkatkan skala produksi yang bisa membuat biaya produksi lebih mahal. Misalkan biaya karena panjangnya birokrasi dan adanya serikat buruh.

Ketika meningkatkan skala usaha, pada tingkatan tertentu tidak akan cukup hanya melipatgandakan input seperti pada produksi sebelumnya. Misalkan perusahaan anda melipatgandakan input yang sebelumnya digunakan menjadi dua kali lipat. Seharusnya pelipatgandaan input tersebut akan memberikan pelipatgandaan output yang sama. Namun, karena skala bisnis anda membesar, yang muncul bisa juga birokrasi perusahaan yang semakin gemuk. Penambahan-penambahan struktur tenaga kerja untuk mengakomodir skala bisnis yang lebih besar sangat mungkin terjadi. Hal demikian membawa konsekuensi penambahan biaya.

Adanya serikat buruh juga bisa jadi menambah biaya. Kita tidak mengatakan bahwa adanya serikut buruh sebagai sesuatu yang buruk. Namun, dengan adanya serikat buruh bisa membawa tambahan biaya. Serikat buruh bisa menuntut upah minimum, tunjangan, dan lainnya. Hal tersebut bisa saja menimbulkan tambahan biaya bagi perusahaan.

Dari penjelasan diatas, dapat dipahami bahwa skala tidak ekonomis dapat saja terjadi. Dalam kondisi ini terjadi penambahan biaya tersebut bisa membuat biaya lebih mahal. Implikasinya terhadap biaya rata-rata jangka yaitu terjadi kenaikan biaya rata-rata (skala tidak ekonomis).

Demikianlah penjelasan yang dapat memberikan pemahaman bagaimana terjadi U shaped pada biaya jangka panjang. Jacob Viner pada 1931 menyatakan bahwa kurva biaya rata-rata jangka panjang awalnya digambarkan sebagai bentuk “amplop” dari serangkaian kurva jangka pendeknya. Pandangan beberapa ekonom awal menganggap bentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang berbentuk U shaped.

Baca juga: Envelope Curve (Kurva amplop)

Pandangan kurva LRAC berbentuk U shaped sebenarnya cukup menimbulkan kontroversi dan perdebatan. Pada 1986, Herbert Simon mengungkapkan bahwa bentuk kurva LRAC tidak berbentuk U. Herbert Simon berpendapat bahwa setelah kurva LRAC mengalami penurunan, selanjutnya akan flat. Disini kita tidak dapat rangka memperdebatkan apakah kurva LRAC berbentuk U atau flat. Kami hanya ingin menyampaikan bahwa ada yang berpandangan bahwa bentuk kurva LRAC itu seperti huruf U, dan ada juga pendapat lain yang menganggapnya datar.

 

Demikian pembahasan singkat mengenai U Shaped kurva biaya rata-rata. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top