Teori biaya produksi - Skala Produksi Ekonomi dan Tidak Ekonomis

Skala Produksi Ekonomis dan Tidak Ekonomis

Skala produksi menjadi bagian penting dalam teori biaya produksi jangka panjang. Terdapat skala produksi ekonomis dan skala produksi tidak ekonomis didalam pembahasannya. Skala produksi ekonomis ataupun tidak ekonomi ini membicarakan terkait penambahan output akan mengakibatkan perubahan pada biaya produk per unit barang dalam jangka panjang.

Untuk dapat lebih memahami maksud dari skala produksi ekonomis dan tidak ekonomi ini, perhatikanlah kurva berikut:

Teori biaya produksi - Skala Produksi Ekonomi dan Tidak Ekonomis

Perhatikan kurva LAC (warna) yang merupakan kurva biaya rata-rata. Biaya rata-rata merupakan biaya total atau keseluruhan biaya dibagikan dengan jumlah barang yang diproduksi (output). Kurva biaya rata-rata jangka panjang (LAC) berbentuk seperti huruf U. Hal ini menandakan berlakunya hukum the law of diminishing return atau hukum pertambahan hasil yang menurun.

Skala produksi ekonomis yaitu dimana perusahaan menambah output akan membuat biaya produksi menurun dalam jangka panjang. Hal ini yang ditunjukkan oleh kurva LAC sampai pada titik A (dari sisi kiri ke titik A). Awalnya biaya rata-rata untuk memproduksi barang termasuk tinggi. Tapi karena perusahaan melakukan produksi dengan semakin efisien sehingga biaya produksi rata-rata semakin lama menurun (hingga titik A). Dengan demikian, penambahan hasil produksi (output) membuat biaya produksi rata-rata menurun dalam jangka panjang, inilah dikatakan sebagai skala produksi ekonomis.

Namun setelah mencapai titik A, produksi yang terlalu berlanjut akan terjadi kondisi skala produksi yang tidak ekonomi. Ditujukkan kurva LAC dari titik A ke kakan. Dengan kurva LAC yang meningkat lagi berarti biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan untuk produksi barang semakin tinggi. Ini yang dikatakan sebagai skala produksi yang tidak ekonomis.

Pada sekala produksi ekonomis mempunyai nilai biaya marginal yang tinggi sehngga membuat nilai biaya rata-rata menurun. Namun dengan hukum pertambahan hasil yang menurun, nilai biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga hal tersebut membuat biaya rata-rata semakin mendekati kurva biaya marginal (LMC). Namun setelah titik A, kondisi biaya marginal melebihi biaya rata-rata. Artinya disini kondisi skala produksi tidak efisien.

Demikian singkat mengenai skala produksi ekonomis dan tidak ekonomis. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top