Maksimalisasi laba / profit dalam jangka pendek

Maksimalisasi laba / profit sudah menjadi keniscayaan bagi produsen. Untuk membahas ini kita akan menguraikan dalam 3 bagian:

  • Pengertian maksimalisasi laba
  • Maksimalisasi laba dalam jangka pendek

 

Pengertian maksimalisasi laba

Pengertian maksimalisasi laba adalah asumsi yang digunakan pada ekonomi klasik yang mana perusahaan berupaya memaksimalkan keuntungannya (Economicshelp.org).

Sedangkan menurut intelligenteconomist.com bahwa maksimalisasi laba merupakan perusahaan memilih untuk memaksimalkan keuntungannya, untuk itu perusahaan harus memilih tingkat output dimana biaya marginal (marginal cost) sama dengan penerimaan marginal (marginal revenue).

Pengertian maksimalisasi laba adalah proses baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dimana perusahaan menentukan harga, input dan tingkat output yang mendorong tercapainya laba maksimum. (Wikipedia versi Bahasa inggris).

Secara umum dari ketiga pengertian maksimalisasi laba diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa maksimalisasi laba berkaitan dengan upaya perusahaan untuk mendapatkan keuntungan maksimum.

Perlu digaris bawahi bahwa kami tidak sepenuhnya setuju dengan pengertian yang diberikan oleh Wikipedia. Wikipedia memberikan penjelasan bahwa “perusahaan menentukan tingkat harga”. Kami tidak sepenuhnya menyepakati bagian ini karena dalam kebanyakan proses pembelajaran ekonomi (saat belajar ekonomi) kita sering juga menggunakan asumsi sistem pasar berjalan dalam persaingan sempurna.

Karena dalam tulisan ini kita menggunakan asumsi sistem pasar persaingan sempurna, maka tingkat harga tidak dapat ditentukan oleh perusahaan. Pasar persaingan sempurna menganggap bahwa perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar. Perusahaan hanya menerima harga yang ada di pasar. Dalam kondisi selain pasar persaingan sempurna, mungkin harga barang baru dapat ditentukan oleh perusahaan.

Baca juga: Sistem Pasar (Persaingan Sempurna)

Baca juga: Macam-macam struktur pasar

Balik ke pembahasan, perusahaan berupaya untuk maksimalisasi profit yang mereka peroleh. Pada pembahasan pengertian dan konsep profit / laba adalah selisih antara total penerimaan dengan total biaya. Dari konsep profit tersebut, dapat dipahami agar laba yang diperoleh semakin besar tentu harus meningkatkan penerimaan dan menurunkan biaya.

Baca juga: Pengertian dan konsep profit/laba dalam ekonomi

Baca juga: Penerimaan Total (total revenue)

Baca juga: Biaya Total (total cost)

Untuk bisa maksimalisasi laba maka perusahaan harus membuat tiga keputusan mendasar. Perusahaan harus membuat keputusan mengenai berapa banyak output yang harus diproduksi, bagaimana cara diproduksi, dan seberapa banyak input yang harus digunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Keputusan produsen/perusahaan pada ketiga hal tersebut dapat menentukan laba yang bisa diraih.

Perusahaan harus menentukan tingkat output yang tepat yang harus diproduksi agar profit maksimum diperoleh. Produksi pada tingkat yang lebih rendah ataupun lebih tinggi dari tingkat output yang seharusnya akan membuat laba/profit tidak maksimum. Oleh karenanya, pada tingkat harga tertentu dipasar, perusahaan harus memutuskan berapa banyak output yang harus diproduksi. Umumnya perusahaan akan memproduksi lebih banyak barang pada tingkat harga yang semakin tinggi.

Baca juga: Teori penawaran (hubungan antara harga dan jumlah output yang ditawarkan)

Baca juga: Teori perilaku produsen (produksi jangka pendek)

Baca juga: Teori produksi dalam jangka panjang

Keputusan kedua yang harus dibuat produsen yaitu mengenai bagaimana cara barang dan jasa di produksi. Berbicara mengenai pilihan cara produksi ini berarti kita membicarakan mengenai teknologi produksi. Untuk bisa memproduksi sejumlah barang dan jasa, tentu saja cara produksinya tidak hanya satu pilihan saja. Di satu sisi perusahaan bisa saja memilih untuk memproduksi barang dengan memanfaatkan tenaga kerja yang banyak (labor intensive). Disisi lain, ada perusahaan yang mungkin saja memilih capital intensive yaitu untuk lebih banyak menggunakan mesin untuk produksinya ketimbang menggunakan tenaga kerja yang banyak. Keputusan teknologi produksi ini harus dibuat oleh produsen.

Baca juga: Teknologi produksi

Baca juga: Fungsi produksi

Keputusan ketiga yang harus dibuat produsen yaitu seberapa banyak input yang harus digunakan. Input (faktor produksi) ini akan digunakan untuk menghasilkan output. Untuk menghasilkan sejumlah tertentu output, akan dibutuhkan sejumlah tertentu input (bergantung pada teknologi produksi yang digunakan). Penggunaan input tidak bisa sembarang karena menggunakan input akan membutuhkan biaya produksi atas penggunaan input tersebut. Perusahaan tentu akan memutuskan menggunakan input yang memberikan tingkat biaya produksi yang minimal.

Baca juga: Input (faktor produksi)

Baca juga: Biaya produksi jangka pendek

Baca juga: Biaya produksi jangka panjang

Baca juga: Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi

Baca juga: Perbedaan jangka pendek dan jangka panjang

Sebelum membahas maksimalisasi laba / profit, anda harus sudah memahami konsep produksi dalam jangka pendek dan produksi jangka panjang, perbedaan jangka pendek dan jangka panjang, serta biaya produksi dalam jangka pendek dan biaya produksi jangka panjang. Pada pembahasan maksimalisasi laba ini kami akan mengulasnya dalam maksimalisasi laba / profit dalam jangka pendek dan jangka panjang.

 

Maksimalisasi laba dalam jangka pendek

Pada bagian ini kita akan menjelaskan mengenai pilihan tingkat output untuk maksimalisasi laba / profit. Bagian ini khusus membahas bagaimana maksimalisasi laba dalam jangka pendek. Untuk menjelaskan tingkat output yang dapat memberikan laba maksimum, mari kita perhatikan ilustrasi pada kurva berikut:

Maksimalisasi laba profit dalam jangka pendek

Pada kurva diatas sebelah kanan, kita melihat kurva posisi dimana jumlah output yang seharusnya di produksi agar dapat maksimalisasi laba. Output yang dapat mendorong maksimallisasi laba yaitu saat memproduksi barang pada titik P* = MC atau MR = MC. Pada kurva sebelah kanan, kita melihat kondisi MR = MC tercapai pada titik C.

Baca juga: Marginal Cost (MC)

Baca juga: Total revenue (TR) dan Marginal Revenue (MR)

Baca juga: Biaya Total (TC) dan Average Total Cost (ATC)

Baca juga: Profit / laba dalam pandangan ekonomi

Kita mengasumsikan bahwa pasar berjalan secara persaingan sempurna. Sehingga produsen tidak dapat mempengarui harga. Yang dapat dilakukan produsen hanyalah memilih tingkat output yang dapat memberikan keuntungan maksimum. Pada kurva diatas kita mendapati harga (P) yaitu pada harga sebesar Y1. Karena tingkat harganya sama yaitu pada Y1, maka tambahan penerimaan akibat menambah satu output (marginal revenue / MR) akan diperoleh sebesar Y1 pula. Dengan demikian, P = MR.

Maksimalisasi laba akan terjadi pada saat MR = MC sebagaimana disebutkan diatas. Karena tingkat harga pada pasar persaingan sempurna tidak berubah (P), maka marginal revenue yang diperoleh juga akan sama dengan tingkat harga, (P=MR). Oleh karena itu, untuk memaksimalkan laba maka produsen akan mengupayakan agar berproduksi hingga marginal cost (MC) sama dengan marginal revenue. Kondisi MR=MC terjadi saat produksi pada titik C dengan jumlah output sebanyak X3.

Produsen tidak akan memilih memproduksi barang melebihi titik C (kurva MC melebihi tingkat harga). Karena produksi pada tingkat ini dapat merugikan. Pada saat itu, tambahan biaya untuk memproduksi satu unit barang melebihi tambahan penerimaan yang dapat diperoleh. Ketika biaya justru lebih besar dibandingkan penerimaan, artinya produsen akan rugi bila melakukan produksi pada tingkat tersebut.

Bila produksi yang dilakukan masih dibawah titik C (produksi lebih rendah dari titik C), maka produsen akan terus menambah output produksinya hingga mencapai titik C. Kondisi produksi dengan kurva MC dibawah tingkat harga seperti pada titik C, tidak akan memberikan profit maksimum, sehingga output harus terus ditambah. Kondisi kurva MC sebelum mencapai titik C artinya bahwa tambahan biaya untuk produksi satu unit barang masih lebih kecil ketimbang tambahan penerimaan yang diperoleh. Untuk terus meningkatkan profit makanya output harus ditambah hingga mencapai pada titik C. Pada titik C ini tambahan biaya dan tambahan penerimaan akan sama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top