

Dari grafik pertumbuhan ekonoomi Jawa Tengah diatas bahwa dilihat bahwa selama masa normal sejatinya pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah berada pada kisaran 5 persen. Perhatikan grafik pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 hingga 2019 dan pada tahun 2022 yang mana tahun-tahun tersebut kondisi perekonomian masih normal dan tidak terdampak pandemik. Jawa Tengah mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang paling tinggi di capai pada tahun 2015 yang tumbuh sebesar 5.47 persen. Kondisi perekonomian Jawa Tengah tidak berbeda jauh dengan kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang cenderung tumbuh pada angka 5 persen.
Namun, secara rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2011-2022 hanya tumbuh 4.47 persen. Penurunan kondisi rata-rata pertumbuhan ekonomi ini lebih karena disebabkan oleh dampak pandemi covid-19 pada tahun 2020-2021. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2020 harus mengalami kontraksi menjadi minus 2.65%. Kondisi ini menjadi pertumbuhan ekonomi paling rendah yang dialami selama periode 2011-2022. Pada tahun 2021, Ketika ekonomi mulai pulih, Jawa Tengah mulai mengalami pertumbuhan yang positif di 3.33%.
Dari data ini terlihat sebenarnya pertumbuhan ekonomi masih positif. Meskipun secara rata-rata pertumbuhan diangka 4.47%. Pada tahun 2010, produk domestik regional bruto jawa Tengah sebesar 623,224,621.33 juta rupiah. Setelahnya, nilai PDRB Jawa Tengah terus mengalami kenaikan hingga mencapai 991,516,543.31 juta rupiah sebelum terdampak pandemik pada tahun 2019. Saat terjadinya pandemik, PDRB Jawa Tengah turun drastic menjadi 965,227,269.21 juta rupiah pada tahun 2020. Setelah tahun tersebut, perekonomian jawa Tengah berangsur pulih. Hingga pada tahun 2022 mampu mencapai PDRB sebesar 1,050,322,126.93 juta rupiah.
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah secara sektoral
Secara rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara sektoral dapat dilihat pada grafik berikut:

Dari grafik rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara sektoral menunjukkan bahwa sektor informasi dan komunikasi serta sektor transportasi dan pergudangan menjadi sektor yang secara rata-rata pertumbuhan paling tinggi selama periode 2011-2022. Kedua sektor tersebut yang paling menikmati pertumbuhan ekonomi. Sektor informasi dan komunikasi mampu tumbuh secara rata-rata sebesar 9.84% dalam 12 tahun. Begitu pula sektor transportasi dan pergudangan yang mampu tumbuh secara rata-rata sebesar 9.07%.
Sektor yang pertumbuhan paling kecil yakni sektor administrasi pemerintahan, pertanian dan pengadaan air. Kegita sektor ini secara rata-rata tumbuh dibawah 3 persen. Sektor administrasi pemerintah yang merupakan sektor dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi paling kecil yakni dengan pertumbuhan hanya 1.96%. Sedangkan sektor pertanian, secara rata-rata hanya mampu tumbuh sebesar 2.31 persen. Serta sektor pengadaan air yang secara rata-rata hanya mampu tumbuh sebesar 2.78 persen.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.